Rekomendasi Menu Buka Puasa Rendah Kalori, Baik untuk Tubuh
Pola Hidup Sehat

Rekomendasi Menu Buka Puasa Rendah Kalori, Baik untuk Tubuh

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
menu buka puasa rendah kalori

Buka puasa menjadi momen yang dinantikan untuk mengonsumsi makanan dan minuman setelah menahan haus maupun lapar selama beberapa jam. Namun, saat berbuka puasa, sebagian orang kerap mengonsumsi makanan tinggi kalori dalam jumlah banyak yang justru berisiko meningkatkan berat badan secara drastis. 

 

Lantas, adakah rekomendasi menu buka puasa rendah kalori untuk menjaga berat badan ideal? Mari kenali berbagai rekomendasi menu buka puasa rendah kalori melalui pembahasan di bawah ini.

 

Rekomendasi Menu Buka Puasa Rendah Kalori

 

Bagi sebagian orang, bulan puasa bisa menjadi momen untuk menurunkan dan menjaga berat badan ideal. Sayangnya, hal ini kerap dilakukan dengan cara yang salah, seperti mengonsumsi makanan tinggi kalori dalam jumlah banyak saat berbuka. Akibatnya, berat badan justru akan meningkat drastis, sehingga menyebabkan program diet gagal dilakukan.

 

Maka dari itu, untuk mengantisipasi berat badan naik dan menyukseskan program diet saat puasa, terdapat sejumlah menu buka puasa rendah kalori yang direkomendasikan. Berikut adalah uraian lengkap dari rekomendasi menu buka puasa rendah kalori.

 

1. Buah-buahan

 

Makanan rendah kalori untuk menu buka puasa yang pertama adalah buah-buahan, seperti pisang, pepaya, melon, anggur, apel, buah beri, dan lain-lain. Tak hanya rendah kalori, buah juga mengandung vitamin dan mineral yang tinggi, sehingga dapat mendukung kerja sistem imun tubuh.

 

Selain itu, buah beri, seperti bluberi, blackberry, dan rasberi juga mengandung senyawa yang bersifat antioksidan, sehingga bisa membantu tubuh dalam melawan radikal bebas penyebab penyakit.

 

Namun, Anda disarankan untuk menghindari atau membatasi konsumsi buah durian saat berbuka puasa karena buah tersebut mengandung gas yang berpotensi memicu gangguan pencernaan, seperti mual, perut kembung, dan lain-lain.

 

2. Sayuran

 

Rekomendasi menu berbuka puasa yang sehat dan rendah kalori berikutnya adalah sayuran. Hal ini dikarenakan sayuran mengandung serat, vitamin, dan mineral yang tinggi, sehingga bisa mengoptimalkan berbagai fungsi tubuh serta membantu menghindari risiko gangguan pencernaan yang kerap terjadi selama berpuasa.

 

Bahkan, beberapa jenis sayuran hijau diketahui mengandung zat besi yang bisa meningkatkan produksi sel darah merah. Dengan begitu, tubuh menjadi lebih bugar dan tidak lesu selama berpuasa.

 

Adapun beberapa jenis sayuran rendah kalori yang baik dikonsumsi saat berbuka puasa adalah selada, bayam, sawi, dan lain-lain. Namun, terdapat beberapa jenis sayuran yang memiliki kandungan gas yang tinggi, misalnya brokoli, kembang kol, dan kubis, sehingga Anda disarankan untuk membatasi konsumsi sayuran tersebut agar terhindar dari gangguan pencernaan, seperti mual dan perut kembung.

 

3. Nasi Merah

 

Karena mengandung karbohidrat kompleks, nasi merah direkomendasikan sebagai salah satu menu buka puasa rendah kalori. Pasalnya, karbohidrat kompleks akan dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga bisa memberikan efek kenyang lebih lama. Karena itulah, nasi merah tidak hanya baik dikonsumsi saat berbuka, namun juga direkomendasikan untuk menu sahur.

 

4. Daging Ikan

 

Untuk mencukupi asupan protein harian tubuh, Anda dapat mengonsumsi daging ikan dalam menu buka puasa rendah kalori. Selain berprotein tinggi, daging ikan juga kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan otak dan jantung. Agar bisa memperoleh kandungan gizinya secara optimal, sebaiknya daging ikan diolah dengan cara dikukus.

 

Beberapa jenis ikan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi dalam menu buka puasa rendah kalori adalah ikan tuna, salmon, sarden, makerel, dan lain sebagainya.

 

5. Sup

 

Berbagai macam sup, seperti sup ayam, sup sayur bening, atau sup kacang merah juga menjadi salah satu rekomendasi menu buka puasa rendah kalori. Selain dapat mengontrol asupan kalori tubuh, sup juga bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa.

 

6. Telur

 

Di samping tinggi protein, telur juga masih tergolong rendah kalori dibandingkan jenis makanan lainnya. Namun, alih-alih digoreng, ada baiknya untuk mengolah telur dengan cara direbus atau dikukus. Sebab, telur yang diolah dengan cara digoreng mengandung lemak dan kalori yang cenderung tinggi.

 

Penuhi nutrisi saat sahur dan berbuka dengan makanan bergizi seimbang. Perbanyak makanan berserat, seperti buah dan sayur saat sahur, dan hindarilah mengonsumsi makanan berminyak.

Makanlah secukupnya dan bertahap saat berbuka, dimulai dari air putih dan sedikit makanan manis. Kunyahlah makanan dengan baik dan menikmati setiap suapan agar dapat membantu proses pencernaan.

 

Memilih makanan rendah kalori untuk berbuka tentu menjadi salah satu tips yang bisa dilakukan jika sedang diet saat puasa. Namun, pastikan juga untuk mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang saat sahur maupun berbuka puasa agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap tercukupi dengan baik.


Tak perlu ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Siloam Hospitals apabila Anda memerlukan saran asupan nutrisi yang tepat saat menjalani diet di bulan puasa. Jika masih bingung menentukan menu buka puasa rendah kalori, Anda dapat memanfaatkan paket Catering Sehat dari Siloam Hospitals yang dapat disesuaikan oleh ahli gizi kami berdasarkan kondisi kesehatan Anda.

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail