Nyeri Ulu Hati Hilang Timbul Karena Apa? Ini Tips Mengelolanya!
Kesehatan Tubuh

Nyeri Ulu Hati Hilang Timbul Karena Apa? Ini Tips Mengelolanya!

01 Juli 2025 4 menit waktu baca
nyeri ulu hati hilang timbul

 

Nyeri ulu hati bisa datang dan pergi. Nyeri ulu hati yang muncul sesekali tergolong normal. Namun, nyeri ulu hati hilang timbul yang sering terjadi bisa mengindikasikan kondisi medis lain yang membutuhkan perhatian. Lantas, apa saja penyebabnya dan bagaimana tips mengelolanya? Mari ketahui lebih lanjut melalui pembahasan di bawah ini.

 

Penyebab Nyeri Ulu Hati Hilang Timbul

 

Secara umum, nyeri ulu hati (heartburn) terjadi karena refluks asam lambung. Namun, nyeri ulu hati hilang timbul berpotensi disebabkan oleh sejumlah kondisi medis tertentu, berikut penjelasannya:

 

1. GERD

 

Gastroesophageal reflux disease (GERD) bisa terjadi karena refluks asam lambung yang terjadi secara rutin. Salah satu tandanya adalah mengalami mual lebih dari dua kali per minggu. Kendati demikian, tidak semua orang yang mengidap GERD dapat menderita nyeri ulu hati. Selain mual, beberapa gejala GERD termasuk:

 

  • Nyeri dada.

  • Suara serak.

  • Batuk kronis.

  • Nyeri saat menelan.

  • Merasakan makanan atau asam lambung naik setelah makan.

  • Merasa makanan seperti menyangkut di dada.

 

2. Hernia Hiatus

 

Hernia hiatus diindikasikan dengan bagian atas perut yang menonjol melalui lubang yang ada di diafragma. Kondisi ini dapat membuat isi perut dengan mudahnya mengalir ke kerongkongan sehingga memicu terjadinya nyeri ulu hati. 

 

Diafragma adalah lapisan otot yang memisahkan rongga dada dan rongga perut. Esofagus (kerongkongan) mengarah melalui lubang kecil di diafragma dan terbuka langsung ke lambung tepat di bawahnya. Pada orang yang menderita hernia hiatus, lubang ini membesar dan bagian atas lambung akan terdorong ke atas melalui lubang tersebut dan masuk ke rongga dada. Akibatnya, diafragma tidak dapat lagi membantu menutup pintu masuk ke lambung.

 

Hernia hiatus dapat menyebabkan gejala-gejala berikut:

 

  • Sendawa.

  • Bau mulut.

  • Mual.

  • Perut kembung.

  • Muntah.

  • Sulit atau nyeri saat menelan.

 

3. Esofagus Barrett

 

Esofagus Barrett adalah kondisi yang ditandai dengan perubahan pada lapisan normal kerongkongan untuk menahan asam lambung dengan lebih baik. Adapun jaringan yang melapisi kerongkongan digantikan dengan jaringan yang mirip dengan jaringan pelapis usus. Kondisi ini tidak menimbulkan gejala khas, namun penderitanya sering kali mengalami nyeri ulu hati dan GERD.

 

Penderita esofagus Barrett berisiko lebih tinggi terkena kanker esofagus yang langka, yaitu adenokarsinoma esofagus. Dokter bisa merekomendasikan pemantauan (monitoring) untuk mengetahui tanda perkembangan kanker dengan endoskopi bagian atas secara berkala. Prosedur ini melibatkan penempatan kamera kecil melalui mulut dan masuk ke dalam kerongkongan.

 

4. Kanker Esofagus

 

Kanker esofagus adalah kanker ganas yang dimulai dari lapisan kerongkongan dan dapat meluas ke seluruh struktur. Selain menyebabkan nyeri ulu hati hilang timbul, kanker ini ditandai dengan beberapa gejala, seperti:

 

  • Suara serak.

  • Batuk. 

  • Sulit atau nyeri menelan.

  • Nyeri di belakang tulang dada.

  • Berat badan turun.

Tips Mengelola Nyeri Ulu Hati Hilang Timbul

 

Nyeri ulu hati yang datang dan pergi biasanya bisa dikelola dengan menerapkan perubahan gaya hidup demi mengurangi dan mencegah refluks asam lambung. Berikut beberapa tips yang umumnya direkomendasikan oleh dokter:

 

  • Duduk selama beberapa jam setelah makan.

  • Angkat kepala ketika tidur sekitar 15–20 cm ketika tidur dengan bantal tambahan untuk mencegah asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

  • Hindari tidur dengan perut penuh atau sekitar 3–4 jam setelah mengonsumsi makanan.

  • Penurunan berat badan bisa berkontribusi dalam mengelola GERD yang merupakan salah satu faktor penyebab nyeri ulu hati hilang timbul.

  • Menghindari makanan yang dapat memicu refluks asam lambung, seperti kopi, makanan pedas, makanan berminyak atau yang digoreng, minuman beralkohol dan minuman karbonat.

  • Berhenti atau menghindari kebiasaan merokok.

  • Mengelola stress dengan baik.

  • Mengonsumsi obat-obatan over the counter atau yang diresepkan dokter.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Nyeri ulu hati yang terjadi sesekali merupakan hal yang biasa. Namun, jika terjadi secara terus-menerus, kondisi ini dapat mengindikasikan masalah yang lebih serius. Segera konsultasikan dengan dokter apabila obat seperti antasida tidak mampu menangani kondisi tersebut. Indikasi lain yang perlu diantisipasi adalah nyeri dada dan sesak. Kemungkinan, gejala tersebut mengindikasikan serangan jantung.

 

Penderita nyeri ulu hati perlu mengetahui penyebab atau kondisi medis yang mendasarinya untuk mendapatkan penanganan tepat. Apabila Anda mengeluhkan kondisi serupa dengan gejala-gejala tertentu, seperti mual dan nyeri dada, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterohepatologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Dokter akan melaksanakan pemeriksaan dan menyarankan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. Adapun tahapan diagnosis hingga penanganan akan menyesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing lokasi.

 

Jika dokter merekomendasikan skrining sistem pencernaan secara menyeluruh, Anda bisa memesan Skrining Sistem Pencernaan melalui aplikasi MySiloam. Manfaatkan juga fitur-fitur lainnya, seperti membuat janji temu dengan dokter terkait hingga mengecek hasil tes kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang dan gunakan berbagai fiturnya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

MedicalNewsToday. What Causes Heartburn That Will Not Go Away?. Diakses pada 2025 | Healthline. How to Treat Heartburn That Won’t Go Away. Diakses pada 2025 | Health. 3 Reasons Your Heartburn Medication Is Not Working. Diakses pada 2025 | Sage Journals. The Medical Management of Gastroesophageal Reflux Disease: A Narrative Review. Diakses pada 2025 | National Library of Medicine. Dietary Intake in Relation to the Risk of Reflux Disease: A Systematic Review. Diakses pada 2025 | NCBI. Overview: Heartburn and GERD. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail