Ini Pantangan Setelah ESWL untuk Pemulihan Optimal
Kesehatan Tubuh

Ini Pantangan Setelah ESWL untuk Pemulihan Optimal

02 Juni 2025 4 menit waktu baca
pantangan setelah eswl

 

Setelah menjalani prosedur ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy) untuk menghancurkan batu ginjal, masa pemulihan menjadi fase yang sangat penting. Karenanya, pasien perlu memperhatikan apa saja anjuran dan pantangan setelah ESWL supaya proses pemulihan lebih optimal dan mencegah batu ginjal muncul kembali. Mari simak informasi selengkapnya mengenai pantangan setelah ESWL melalui ulasan di bawah ini.

 

Pantangan Setelah ESWL

 

ESWL adalah prosedur non-bedah yang digunakan untuk menghancurkan batu ginjal menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh. Pasca ESWL, beberapa pasien mungkin merasakan nyeri atau ketidaknyamanan pada area ginjal, serta akan mengeluarkan fragmen atau serpihan batu ginjal dalam bentuk pasir atau kerikil melalui urine. Proses ini biasanya berlangsung beberapa hari hingga minggu setelah prosedur.

 

Sebenarnya tidak ada pantangan khusus yang perlu dilakukan setelah ESWL, namun pasien tetap perlu memperhatikan beberapa hal berikut untuk mendukung pemulihan dan mencegah pembentukan batu ginjal kembali. 

 

1. Kurang Minum Air Putih

 

Menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan hal penting setelah menjalani ESWL. Minumlah air putih dalam jumlah 2–3 liter per hari atau setara dengan 8–10 gelas setiap hari, terutama pada minggu-minggu awal pascaprosedur. Cairan yang cukup membantu mempercepat pengeluaran fragmen batu ginjal yang tersisa melalui urine.

 

Pada masa pemulihan, dokter juga mungkin akan meresepkan obat untuk membantu melemaskan saluran kemih guna mempermudah proses pengeluaran batu. Asupan cairan yang optimal dapat mempercepat pembersihan saluran kemih dan mengurangi rasa tidak nyaman.



2. Mengonsumsi Makanan Tinggi Oksalat dan Garam

 

Pantangan selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah makanan yang mengandung oksalat. Makanan tinggi oksalat yang dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Beberapa contoh makanan yang mengandung oksalat tinggi antara lain cokelat, bit, kacang-kacangan, teh, bayam, dan ubi jalar.

 

Selain oksalat, konsumsi garam juga harus dibatasi. Pasalnya, kadar natrium yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan penumpukan kalsium dalam urine, yang berpotensi membentuk batu ginjal. Karenanya, hindari menambahkan terlalu banyak garam ke dalam masakan dan perhatikan kandungan natrium pada label makanan kemasan.

 

3. Mengonsumsi Protein Hewani Berlebih

 

Pantangan selanjutnya bagi pasien ESWL adalah berlebihan mengonsumsi protein hewani, seperti daging merah, ayam, unggas, dan telur, karena dapat meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh. Selain itu, konsumsi protein hewani dalam jumlah besar juga dapat menurunkan kadar sitrat dalam urine. Padahal, sitrat sangat penting dalam mencegah pembentukan batu ginjal.

 

Sebagai alternatif, pilihlah sumber protein non-hewani, seperti tahu, biji chia, dan yogurt. Meskipun protein tetap dibutuhkan tubuh untuk kesehatan secara keseluruhan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai jumlah protein yang tepat untuk dikonsumsi sehari-hari, khususnya pascatindakan ESWL.

 

4. Terlalu Banyak Konsumsi Gula Tambahan

 

Gula tambahan seperti sukrosa dan fruktosa yang sering ditemukan dalam makanan/minuman kemasan, kue, minuman ringan, dan jus buah, dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal dan pembentukan batu. Oleh karena itu, batasi konsumsi makanan dan minuman manis, serta perhatikan kandungan gula pada label produk.

 

5. Berat Badan Naik Berlebih

 

Obesitas meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal. Selain itu, obesitas juga berhubungan dengan masalah kesehatan lain seperti diabetes, hipertensi (tekanan darah tinggi), dan kolesterol tinggi, yang berkontribusi pada pembentukan batu ginjal.

 

6. Beraktivitas Fisik Berat

 

Hindari aktivitas fisik berat setelah menjalani ESWL, seperti olahraga intens atau mengangkat beban. Pasalnya, aktivitas ini dapat meningkatkan risiko perdarahan ginjal dan menyebabkan fragmen batu tersangkut di saluran kemih.

 

6. Menahan Buang Air Kecil

 

Setelah menjalani ESWL, fragmen batu ginjal biasanya akan keluar melalui urine dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah prosedur. Umumnya, pasien akan merasakan nyeri atau ketidaknyamanan saat batu-batu kecil ini keluar, yang bisa terlihat seperti pasir, kerikil, atau debu.

 

Sering menahan buang air kecil dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran kemih dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK). Oleh karena itu, hindari kebiasaan menahan buang air kecil dan pastikan untuk buang air kecil secara teratur untuk membantu mengeluarkan fragmen batu dengan lancar.



Kapan Harus Menghubungi Dokter?

 

Pemulihan pascatindakan ESWL umumnya cepat, namun tetap memerlukan perhatian terhadap beberapa hal. Hubungi dokter jika memiliki pertanyaan sebelum atau setelah prosedur, termasuk yang berkaitan dengan:

 

  • Cara kerja prosedur ESWL.

  • Aturan minum obat.

  • Gejala yang muncul setelah prosedur.

 

Kemudian, segera ke rumah sakit apabila mengalami:

 

  • Nyeri mendadak dan hebat di perut atau punggung.

  • Mual atau muntah yang tidak kunjung reda.

  • Pusing atau merasa ingin pingsan.

  • Nyeri yang makin parah meski sudah minum obat.

  • Demam dan menggigil.

  • Ada gumpalan darah dalam urine.

 

Itulah penjelasan mengenai pantangan setelah ESWL yang perlu Anda ketahui. Namun, perlu diingat bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan anjuran medis dari dokter. Oleh sebab itu, bila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada efek samping ESWL, jangan ragu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Cleveland Clinic. Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Diakses pada 2025 | Mount Sinai. Kidney stones - lithotripsy - discharge. Diakses pada 2025 | NHS. Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) for kidney stones: Aftercare advice. Diakses pada 2025 | Alaska Urology. WSWL Pre- and Post Operative Instructions. Diakses pada 2025 | Jackson-Madison County General Hospital Surgical Services. EXTRACORPOREAL SHOCK WAVE LITHOTRIPSY (ESWL). Diakses pada 2025 | Healthline. Kidney Stone Diet. Diakses pada 2025 | Webmd. Kidney Stones Food Causes. Diakses pada 2025 | Medlineplus. Kidney stones and lithotripsy - discharge. Diakses pada 2025 |

message

ArticleDetail