Kesehatan Tubuh
7 Fakta Penting tentang Tindakan ESWL yang Perlu Diketahui Pasien Batu Ginjal

Table of Contents
- 1. Mengapa Hasil ESWL Bisa Berbeda pada Setiap Pasien?
- 2. Mual dan Muntah Setelah ESWL, Apakah Perlu Dikhawatirkan?
- 3. Sakit Pinggang Setelah ESWL, Apakah Normal?
- 4. Mengapa Urine Bisa Berdarah Setelah ESWL?
- 5. Mengapa Kontrol Setelah ESWL Tetap Penting?
- 6. Kapan Harus Segera Menghubungi Dokter Setelah ESWL?
- 7. Bisakah Batu Ginjal Muncul Kembali Setelah ESWL?
Batu ginjal dapat menimbulkan nyeri pinggang yang sangat mengganggu dan berisiko menyebabkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan tepat. Salah satu metode yang sering digunakan untuk mengatasi kondisi ini adalah ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy), yaitu prosedur yang memanfaatkan gelombang kejut untuk memecah batu menjadi fragmen yang lebih kecil agar dapat keluar melalui saluran kemih.
Meski tergolong prosedur yang umum dilakukan, masih banyak pasien yang memiliki pertanyaan mengenai hasil tindakan, masa pemulihan, hingga efek setelah tindakan ESWL. Mari pahami lebih lanjut apa yang perlu diperhatikan sebelum dan sesudah prosedur ESWL dalam artikel berikut.
1. Mengapa Hasil ESWL Bisa Berbeda pada Setiap Pasien?
Tidak semua pasien memperoleh hasil yang sama setelah menjalani ESWL. Pada sebagian pasien, batu dapat pecah dengan baik dan keluar tanpa menimbulkan banyak keluhan. Namun, pada pasien lain, proses pemecahan atau pengeluaran batu dapat berlangsung lebih lama atau menimbulkan keluhan saat proses pengeluarannya.

Perbedaan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ukuran batu, lokasi batu, jumlah batu, kepadatan batu, serta kondisi anatomi saluran kemih masing-masing pasien. Oleh karena itu, keberhasilan tindakan tidak dapat dinilai hanya beberapa jam setelah prosedur selesai dilakukan. Setelah tindakan, dokter biasanya akan tetap menjadwalkan pemeriksaan lanjutan untuk mengevaluasi hasil tindakan dan memastikan batu telah pecah sesuai harapan.
2. Mual dan Muntah Setelah ESWL, Apakah Perlu Dikhawatirkan?
Sebagian pasien dapat mengalami mual atau muntah setelah menjalani ESWL. Keluhan ini dapat muncul akibat beberapa kondisi, seperti efek obat yang digunakan selama prosedur, respons tubuh terhadap nyeri, atau sebagai bagian dari respon tubuh terhadap ketidaknyamanan yang terjadi saat fragmen atau pecahan batu bergerak melalui saluran kemih.
Pada banyak kasus, mual dan muntah bersifat ringan serta akan membaik dalam waktu singkat. Untuk membantu mengurangi keparahan mual, pasien biasanya dianjurkan untuk beristirahat yang cukup, mengonsumsi makanan yang mudah dicerna, dan memenuhi kebutuhan cairan sesuai anjuran dokter untuk membantu proses pemulihan. Meski demikian, segera cari pertolongan medis apabila keluhan terasa berat atau berlangsung berkepanjangan.
3. Sakit Pinggang Setelah ESWL, Apakah Normal?
Sebagian pasien dapat merasakan sakit pinggang setelah ESWL. Keluhan ini umumnya bersifat sementara dan terjadi karena fragmen batu bergerak melalui saluran kemih menuju kandung kemih untuk dikeluarkan melalui urine. Rasa tidak nyaman juga dapat muncul pada area pinggang atau perut, terutama dalam beberapa hari pertama setelah tindakan. Tingkat nyeri yang dirasakan dapat berbeda pada setiap orang.
Umumnya, dokter akan memberikan obat pulang setelah prosedur ESWL yang sebaiknya dikonsumsi sesuai jadwal. Namun, apabila nyeri terasa sangat berat, semakin memburuk, atau tidak membaik meskipun telah mengonsumsi obat yang diresepkan dokter, pasien sebaiknya segera berkonsultasi untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.
4. Mengapa Urine Bisa Berdarah Setelah ESWL?
Munculnya urine berwarna kemerahan sering kali membuat pasien merasa khawatir. Padahal, kondisi ini dapat terjadi setelah ESWL dan umumnya bersifat sementara. Kondisi ini bisa terjadi akibat gelombang kejut yang digunakan untuk menghancurkan batu dapat menyebabkan iritasi ringan pada jaringan saluran kemih sehingga sedikit darah dapat bercampur dengan urine. Dalam banyak kasus, kondisi ini akan berangsur membaik dalam beberapa hari.
Meski demikian, pasien tetap perlu waspada apabila jumlah darah terlihat semakin banyak, muncul gumpalan darah dalam jumlah besar, atau perdarahan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan dokter.
5. Mengapa Kontrol Setelah ESWL Tetap Penting?
Sebagian pasien menganggap bahwa pengobatan telah selesai setelah prosedur dilakukan. Padahal, pemeriksaan lanjutan merupakan bagian penting dari penanganan batu ginjal.
Melalui kontrol rutin, dokter dapat menilai apakah batu telah pecah dengan baik, memastikan tidak terdapat sumbatan akibat fragmen batu, serta mengevaluasi apakah masih diperlukan terapi tambahan.
Pada beberapa kasus, pemeriksaan pencitraan ulang mungkin diperlukan untuk melihat kondisi saluran kemih dan memastikan tidak ada sisa batu yang berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.
6. Kapan Harus Segera Menghubungi Dokter Setelah ESWL?
Segera konsultasikan ke dokter apabila mengalami demam, menggigil, nyeri hebat yang tidak membaik, kesulitan buang air kecil, atau perdarahan yang semakin banyak, setelah ESWL. Keluhan tersebut dapat mengindikasikan adanya komplikasi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan yang cepat dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih serius dan memastikan proses pemulihan berjalan dengan optimal.
7. Bisakah Batu Ginjal Muncul Kembali Setelah ESWL?
ESWL berfungsi untuk menghancurkan batu yang sudah terbentuk, tetapi prosedur ini tidak menghilangkan faktor-faktor yang menyebabkan batu ginjal muncul. Karena itu, batu ginjal masih dapat terbentuk kembali di kemudian hari. Risiko kekambuhan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurang minum air putih, pola makan tertentu, riwayat keluarga, maupun kondisi medis yang mendasari pembentukan batu.
Untuk membantu menurunkan risiko kekambuhan, pasien sebaiknya menerapkan pola hidup sehat dan mengikuti anjuran dokter dan menghindari pantangan setelah ESWL terkait pencegahan batu ginjal sesuai kondisi masing-masing.
Itulah beberapa fakta penting yang perlu diketahui pasien batu ginjal sebelum menjalani ESWL. Perlu diketahui, tindakan ESWL hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis ditegakkan. Dokter akan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi medis pasien untuk memastikan pasien memenuhi kriteria dalam menjalani ESWL.
Oleh karena itu, jika memiliki gejala atau keluhan kondisi medis yang berkaitan dengan nyeri pinggang hingga infeksi saluran kemih, Anda dapat langsung mengunjungi Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.
Untuk memudahkan akses layanan, Anda dapat menghubungi Siloam Medical Concierge untuk mendapatkan informasi terkait jadwal dokter, layanan pemeriksaan, serta fasilitas medis yang tersedia. Mari mulai langkah menuju kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.
Sumber
NIDDK. Treatment for Kidney Stones. Diakses pada 2026 | Cleveland Clinic. Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Diakses pada 2026 | Johns Hopkins Medicine. Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Diakses pada 2026 | Mayio Clinic. Kidney Stones. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






