Langkah Pencegahan Bunuh Diri pada Orang Lain, Perlu Dipahami
Kesehatan Mental

Langkah Pencegahan Bunuh Diri pada Orang Lain, Perlu Dipahami

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
pencegahan bunuh diri

Bunuh diri merupakan tindakan seseorang yang dilakukan dengan mengakhiri hidupnya. Hal tersebut biasanya terjadi karena adanya gangguan kesehatan mental yang membuat seseorang merasa tidak termotivasi untuk melanjutkan hidup. Bunuh diri bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan tidak memandang usia. Lantas, bagaimana langkah pencegahan bunuh diri yang bisa Anda lakukan pada orang terdekat? Mari simak ulasannya dalam artikel berikut ini.

 

Tanda-Tanda Bunuh Diri yang Perlu Diwaspadai

 

Secara umum, terdapat sejumlah tanda yang umumnya ditunjukkan oleh seseorang saat memiliki keinginan dan pikiran untuk bunuh diri (suicidal thoughts). Maka dari itu, agar tindakan tersebut tidak terjadi pada orang-orang di sekitar, berikut adalah tanda-tanda seseorang ingin melakukan bunuh diri yang penting untuk dikenali.

 

  • Sering membicarakan kekhawatiran atau kegelisahan yang sedang dialaminya.

  • Sering membicarakan atau menulis tentang kematian maupun bunuh diri, misalnya “saya harap saya mati”, “saya ingin bunuh diri”, atau “saya harap saya tidak pernah dilahirkan.”

  • Membeli perlengkapan untuk bunuh diri, misalnya membeli banyak obat-obatan atau senjata tajam.

  • Terlihat sangat putus asa, merasa tidak berdaya pada keadaan, dan tidak memiliki gairah hidup.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Penurunan berat badan secara drastis.

  • Gangguan tidur.

  • Sering merasa sedih, cemas, stres, atau mudah marah.

  • Kecanduan minuman beralkohol.

  • Cenderung menarik diri dari lingkungan sosial dan ingin sendirian.

  • Enggan melakukan aktivitas sehari-hari.

  • Menyalahgunakan obat-obatan terlarang.

  • Berpamitan dengan orang terdekat.

  • Memberikan barang berharganya ke orang terdekat.

  • Suasana hati (mood) cenderung naik-turun.

 

Namun, perlu diketahui bahwa perilaku di atas tidak menjelaskan ciri-ciri seseorang ingin bunuh diri secara keseluruhan. Kendati demikian, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater apabila orang terdekat Anda menunjukkan tanda-tanda tersebut.

 

Langkah Pencegahan Bunuh Diri pada Orang Lain

 

Sebetulnya, upaya pencegahan bunuh diri pada orang terdekat bisa dilakukan melalui tindakan-tindakan yang sederhana, seperti menyampaikan rasa khawatir, mendengarkan keluh kesahnya, dan lain-lain. Lebih jelasnya, berikut adalah sejumlah langkah pencegahan bunuh diri pada orang lain yang bisa dilakukan.

 

1. Menyampaikan Rasa Khawatir

 

Cara mencegah bunuh diri yang pertama adalah menyampaikan rasa khawatir kepada orang tersebut. Pada dasarnya, orang dengan suicidal thoughts membutuhkan bantuan, pertolongan, dan dukungan sosial dari orang lain sesegera mungkin. Dalam hal ini, cobalah untuk menanyakan perasaan mereka. Sebab, cara tersebut bisa membantu mereka untuk mengeluarkan perasaan negatif yang selama ini terpendam dalam dirinya.

 

2. Mendengarkan Keluh Kesahnya

 

Orang dengan suicidal thoughts biasanya sedang menghadapi dan mengalami suatu masalah yang berat. Maka dari itu, peran orang-orang terdekat sangat dibutuhkan guna membantu mereka agar bisa lebih terbuka dan mau bercerita mengenai keluh kesahnya.

 

Namun, saat mereka sedang menceritakan masalah yang sedang dihadapi, jangan sekali-kali langsung menasihati atau bahkan menghakiminya. Cobalah menjadi pendengar yang baik untuk membuatnya merasa nyaman. Jika mereka sudah tenang, sampaikan bahwa keadaan akan baik-baik saja dan rasa sakitnya akan berlalu.

 

Apabila mereka menceritakan bahwa mereka ingin bunuh diri dan meminta tolong untuk merahasiakannya, jangan menuruti kemauannya. Jika fase seperti ini terjadi, penting untuk segera meminta pertolongan dari orang lain.

 

3. Selalu Menemaninya

 

Langkah pencegahan bunuh diri berikutnya adalah selalu menemani dan tetap terhubung dengan orang yang memiliki keinginan untuk bunuh diri. Anda tidak harus selalu berada di sisinya setiap saat, cukup dengan rutin menghubunginya melalui video call, telepon, atau pesan teks.

 

Jika memungkinkan, cobalah untuk menawarkan bantuan kepada mereka guna menyelesaikan masalah yang sedang ia hadapi. Jika masalah yang dihadapi cukup rumit, disarankan untuk melibatkan kerabat, keluarga, atau bahkan profesional guna membantu mencari solusi dari permasalahan tersebut.

 

4. Menjauhkannya dari Benda-Benda yang Berbahaya

 

Sangat penting untuk menjauhkan orang yang memiliki suicidal thoughts dari benda-benda yang berbahaya, seperti pisau, silet, obat-obatan, pistol, tali, dan lain-lain. Pasalnya, keberadaan benda-benda tersebut dikhawatirkan bisa memicu orang dengan suicidal thought untuk melakukan percobaan bunuh diri.

 

Agar lebih aman, simpanlah benda-benda yang berbahaya di dalam kotak atau lemari khusus yang bisa dikunci menggunakan gembok. Jangan lupa juga untuk menyimpan kunci gembok tersebut di tempat yang aman.

 

Selain alat-alat di atas, jauhkan orang dengan suicidal thought dari minuman beralkohol dan obat-obatan. Alkohol dan obat-obatan mungkin dapat meredakan rasa sakit untuk sementara, namun benda-benda tersebut hanya dapat memperbaiki perasaan untuk sementara dan justru dapat menyebabkan gejala depresi semakin memburuk di kemudian hari.

 

5. Mengajaknya untuk Menemui Psikolog atau Psikiater

 

Langkah pencegahan bunuh diri yang tidak kalah penting adalah mengajak orang dengan suicidal thoughts untuk melakukan konseling dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan penanganan dan terapi yang tepat sesuai dengan penyebab yang mendasari keinginannya dalam melakukan percobaan bunuh diri.

 

Itu dia ulasan mengenai berbagai upaya pencegahan bunuh diri pada orang lain yang penting untuk dilakukan. Pada dasarnya, sebagian besar kasus bunuh diri dipicu oleh gangguan kesehatan mental, seperti depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, dan gangguan kecemasan.

 

Karena itu, sangat penting untuk menangani gangguan mental dengan tepat guna mencegah munculnya keinginan bunuh diri. Dalam hal ini, Anda bisa mengarahkan orang terdekat Anda untuk melakukan konseling dengan Psikiatri di Siloam Hospitals jika mengalami gangguan mental yang turut memicu keinginan bunuh diri.


Agar lebih praktis, Siloam Hospitals juga menyediakan layanan Telekonsultasi yang dapat memudahkan pasien untuk berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Layanan ini bisa diakses dengan mudah melalui aplikasi MySiloam.

 

telechat

message

ArticleDetail