Kesehatan Tubuh
Memahami Penyebab Gendang Telinga Pecah dan Pengobatannya

Table of Contents
Gendang telinga adalah salah satu organ tubuh penting yang memungkinkan kita untuk mendengar suara dan memahami lingkungan sekitar. Namun, terkadang kondisi yang tidak diinginkan dapat mengganggu kemampuan fungsi pendengaran, salah satunya adalah pecahnya gendang telinga. Gendang telinga yang pecah dapat mengakibatkan terjadinya berbagai komplikasi dan ketidaknyamanan. Lantas, apa saja penyebab gendang telinga pecah? Mari simak penjelasan selengkapnya di sini.
Apakah Gendang Telinga Pecah Berbahaya?
Gendang telinga pecah adalah suatu kondisi yang dapat diamati dari adanya lubang pada organ gendang telinga. Organ gendang telinga yang dalam bahasa medis disebut juga dengan membran timpani ini merupakan suatu jaringan selaput tipis yang membatasi saluran telinga bagian luar dan telinga tengah. Karena selaputnya yang tipis inilah, maka gendang telinga rentan mengalami robek atau pecah.
Fungsi gendang telinga adalah untuk menyalurkan gelombang suara dari telinga bagian luar menuju telinga bagian tengah dan menjadi pelindung terdepan saluran telinga bagian tengah dari paparan bakteri, debu, atau benda asing lainnya.
Jadi, apakah gendang telinga pecah berbahaya? Kondisi ini memang dapat membahayakan fungsi sistem pendengaran. Jika membran timpani rusak/pecah, maka getaran suara tidak dapat disalurkan secara maksimal ke telinga bagian tengah yang selanjutnya akan bermuara ke pusat pendengaran di otak. Hal ini akan mengakibatkan sistem pendengaran terganggu.
Beragam Penyebab Gendang Telinga Pecah
Penyebab gendang telinga pecah berbeda-beda. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit tertentu maupun kejadian traumatis seperti cedera. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Otitis Media
Otitis media atau infeksi telinga bagian tengah adalah satu penyebab gendang telinga pecah yang paling umum, terutama pada anak-anak. Kondisi ini dapat mengakibatkan penumpukan cairan di bagian bagian belakang gendang telinga, sehingga tekanan di telinga bagian tengah pun menjadi meningkat.
Peningkatan tekanan dalam telinga tersebut dapat mendorong gendang telinga ke arah luar dan jika dibiarkan tanpa penanganan segera, dapat menyebabkan robekan atau pecahnya gendang telinga. Otitis media ditandai dengan rasa nyeri di telinga, keluarnya cairan dari telinga, dan kesulitan dalam mendengar.
2. Partikel Asing di Telinga
Partikel asing yang masuk ke telinga juga bisa menjadi penyebab gendang telinga pecah. Serangga adalah salah satu partikel asing yang sering masuk ke saluran telinga. Hal ini tentu akan mengganggu fungsi sistem pendengaran.
Kondisi ini juga bisa terjadi ketika seseorang membersihkan telinga terlalu keras dengan cotton bud. Pasalnya, cotton bud bisa saja menusuk dan menimbulkan robekan pada gendang telinga. Karena itu, usahakan untuk selalu berhati-hati dan mengikuti cara membersihkan telinga dengan tepat.
3. Cedera
Penyebab pecahnya gendang telinga juga bisa dipicu oleh cedera seperti benturan kepala yang sangat keras, hingga menimbulkan keretakan pada tulang tengkorak. Kondisi ini bisa saja dapat menyebabkan kerusakan pada struktur telinga bagian tengah dan dalam, termasuk membran timpani.
4. Mendengar Suara dengan Volume Terlalu Keras
Meski jarang terjadi, mendengarkan suara dengan volume yang terlalu keras juga dapat menjadi penyebab gendang telinga pecah. Kerusakan gendang telinga yang disebabkan oleh gelombang suara yang terlalu keras ini juga disebut dengan trauma akustik. Misalnya, mendengar musik yang terlalu keras, ledakan, atau suara lain yang melebihi kekuatan gelombang suara manusia.
5. Tekanan Tinggi pada Telinga
Apabila tekanan udara antara telinga bagian tengah dan lingkungan tidak seimbang, maka hal tersebut dapat mengakibatkan gendang telinga mengalami penekanan yang akhirnya menimbulkan robekan pada gendang telinga. Kondisi ini disebut dengan barotrauma, yang bisa terjadi ketika terdapat perbedaan tekanan udara yang sangat besar antara telinga bagian tengah dan lingkungan, misalnya saat seseorang menyelam, naik pesawat, atau mengemudi di dataran tinggi.
Apakah Gendang Telinga Pecah Bisa Sembuh?
Apakah gendang telinga pecah bisa sembuh? Kondisi ini bisa disembuhkan, bahkan dapat membaik dengan sendirinya meski tanpa perawatan khusus. Namun, beberapa penderita bisa saja membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan lamanya untuk pulih dari keadaan ini.
Pada kondisi yang parah, pecahnya gendang telinga bisa saja memerlukan penanganan medis khusus. Penanganannya pun akan disesuaikan dengan penyebabnya. Adapun beberapa pilihan pengobatan gendang telinga pecah adalah sebagai berikut.
1. Pemberian Obat
Jika pecahnya gendang telinga menyebabkan penderita merasakan nyeri, maka biasanya dokter akan memberikan resep obat anti nyeri untuk mengatasi keluhan tersebut.
Apabila penyebab gendang telinga pecah adalah infeksi bakteri, maka penderita akan dianjurkan untuk mengonsumsi antibiotik sesuai saran dari dokter. Selain itu, pemberian obat tetes telinga juga dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman di telinga.
2. Penambalan Gendang Telinga
Apabila robekan pada gendang telinga tak kunjung menutup dengan sendirinya, maka dokter akan merekomendasikan prosedur operasi penambalan gendang telinga (myringoplasty). Prosedur ini dilakukan dengan mengoleskan suatu bahan kimia di tepi robekan.
Bahan kimia tersebut berfungsi untuk memberikan rangsangan pertumbuhan selaput pada bagian gendang telinga yang robek. Setelah itu dokter akan menutup gendang telinga menggunakan tambalan khusus dan meletakkan kapas untuk menutupi tambalan telinga selama sekitar satu minggu, serta memasang perban di bagian luar telinga untuk melindungi saluran telinga dari paparan luar seperti debu, kuman, dan lain-lain. Prosedur ini mungkin memerlukan sekali atau dua kali pengulangan tindakan hingga lubang pada gendang telinga tertutup sempurna.
3. Operasi Pencakokan
Jika lubang telinga mengalami robekan dengan ukuran yang cukup besar, maka kondisi ini akan sulit sembuh dengan sendirinya. Untuk menangani kondisi ini, biasanya dokter spesialis THT akan menyarankan prosedur operasi pencangkokan gendang telinga (timpanoplasti).
Operasi ini bertujuan untuk menutup lubang telinga dengan graft. Graft dapat berasal dari jaringan yang diambil dari tulang rawan telinga pasien atau buatan (sintetik). Kemudian dokter akan menjahit graft ke gendang telinga agar posisinya tetap berada di tempatnya.
Selama masa pemulihan dari pecahnya gendang telinga, beberapa tips yang perlu diterapkan untuk mendukung kesembuhan gendang telinga adalah sebagai berikut:
-
Menjaga liang telinga tetap kering.
-
Hindari berenang sementara waktu hingga kondisi benar-benar sudah pulih atau diizinkan oleh dokter.
-
Hindari mengorek telinga terlalu keras karena berpotensi melukainya.
-
Hindari bepergian dengan pesawat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
-
Hindari mengembuskan napas dengan menutup hidung dan mulut karena dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam telinga.
-
Menggunakan obat tetes telinga yang diresepkan oleh dokter secara rutin.
Kapan Perlu ke Dokter?
Gangguan telinga yang menyebabkan penurunan kemampuan fungsi pendengaran tentunya dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Maka dari itu, jangan tunda untuk memeriksakan diri Anda ke dokter apabila mengalami sejumlah gejala berikut:
-
Muncul bau tidak sedap dari telinga.
-
Telinga mengeluarkan cairan.
-
Demam dan telinga terasa sakit.
-
Kepala pusing dan mual muntah.
-
Mengalami gangguan pendengaran.
Jika mengalami beberapa gejala di atas, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat agar segera mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter spesialis THT. Agar mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih cepat dan praktis, Anda dapat membuat janji temu dengan dokter melalui fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam.
Melalui aplikasi MySiloam, Anda pun bisa melihat hasil pemeriksaan secara online melalui fitur Patient Portal. Mari unduh aplikasinya dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Basic
Penawaran Spesial, Skrining Lite
11 Service/Item
Rp649.000
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Mini
Skrining Lite
7 Service/Item
Rp449.000
TERPOPULER
Paket Hidup Sehat 1 - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
8 Service/Item
Rp1.025.000
Paket Hidup Sehat 2 - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
6 Service/Item
Rp875.000







