Otitis Media: Penyebab, Gejala, hingga Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Otitis Media: Penyebab, Gejala, hingga Pengobatannya

26 November 2025 5 menit waktu baca
Otitis Media: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Table of Contents

Otitis media adalah kondisi ketika telinga bagian tengah, tepatnya pada rongga di belakang gendang telinga, mengalami infeksi virus atau bakteri. Kondisi ini sering kali dipicu oleh flu, batuk pilek, alergi, atau bisa juga karena faktor lain, seperti asap rokok.

 

Meski dapat terjadi pada semua kalangan, otitis media lebih banyak dialami oleh bayi atau anak-anak di bawah usia 3 tahun. Mari ketahui tentang otitis media selengkapnya melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Otitis Media? 

 

Otitis media adalah peradangan pada telinga bagian tengah akibat infeksi virus atau bakteri. Kondisi ini biasanya ditandai dengan pembengkakan serta keluar cairan di telinga bagian tengah yang menimbulkan rasa nyeri. Otitis media sering kali muncul sebagai lanjutan dari alergi atau batuk pilek.

 

Otitis media atau radang telinga lebih sering terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa, terutama anak berusia 3 bulan hingga 3 tahun. Hal ini dikarenakan tuba eustachius pada anak-anak belum terbentuk dengan sempurna. Kondisi ini umumnya bisa sembuh dengan sendirinya, namun jika terus berlanjut berpotensi menyebabkan komplikasi.

 

Jenis-Jenis Otitis Media

 

Berdasarkan gejala yang muncul, otitis media dibedakan menjadi tiga jenis, di antaranya yaitu:

 

  • Otitis media akut: Kondisi ini muncul secara tiba-tiba dan ditandai dengan telinga memerah serta bengkak. Penderitanya juga bisa mengalami demam dan nyeri di telinga akibat cairan dan lendir yang terperangkap di dalam telinga.
  • Otitis media efusi: Kondisi ini terjadi karena cairan dan lendir menumpuk di telinga bagian tengah saat infeksi mereda. Jenis otitis media ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan telinga terasa penuh. Namun, bisa juga tidak disertai gejala.
  • Otitis media kronis dengan efusi (cairan): Kondisi ini ditandai dengan cairan yang muncul berulang pada telinga tengah meski tidak ada infeksi. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memicu infeksi baru yang sulit ditangani dan gangguan pendengaran.

 

Penyebab Otitis Media

 

Salah satu penyebab otitis media adalah infeksi virus atau bakteri. Infeksi tersebut biasanya dipicu oleh flu atau batuk pilek yang menyebabkan produksi lendir meningkat. Meningkatnya produksi lendir dan cairan di dalam sinus akan menumpuk dan berujung menghambat saluran eustachius (pembuangan cairan).

 

Beberapa jenis infeksi yang berhubungan dengan terjadinya otitis media adalah sebagai berikut:

 

  • Infeksi yang berkaitan dengan adenoid: Adenoid merupakan bagian sistem imun tubuh yang berfungsi melawan bakteri dan virus. Namun, terkadang masih ada beberapa bakteri/virus yang tersisa sehingga memicu terjadinya infeksi dan peradangan pada saluran telinga tengah.
  • Infeksi yang berkaitan dengan saluran eustachius: Apabila terjadi infeksi atau reaksi alergi pada organ pernapasan, saluran eustachius bisa ikut tersumbat. Akibatnya, timbul penumpukan cairan di telinga tengah yang menyebabkan daerah tersebut lembab dan basah, sehingga bakteri lebih mudah berkembang biak.

 

Sementara itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena otitis media adalah:

 

  • Anak-anak berusia di bawah 3 tahun.
  • Berjenis kelamin laki-laki.
  • Berada di lingkungan dengan kadar polusi tinggi.
  • Merokok.
  • Memiliki sistem imun tubuh yang lemah.
  • Riwayat keluarga dengan otitis media.
  • Memiliki riwayat gangguan pernapasan kronis.
  • Bibir sumbing.
  • Berada di tempat ramai, karena dapat meningkatkan risiko tertular batuk, pilek, atau flu.
  • Bayi yang menyusui dari botol lebih mudah terinfeksi daripada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif.

 

Gejala Otitis Media

 

Gejala otitis media berbeda-beda pada setiap orang. Namun, beberapa gejala umum yang ditimbulkan akibat otitis media adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri telinga (otalgia).
  • Penurunan pendengaran
  • Anak menjadi lebih rewel.
  • Gangguan tidur.
  • Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celcius.
  • Nafsu makan menurun.
  • Vertigo atau kehilangan keseimbangan.
  • Keluar cairan berwarna kuning, bening, atau bahkan darah dari telinga.

 

Diagnosis Otitis Media

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan tanya jawab terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik menggunakan otoskop untuk memeriksa telinga yang terasa nyeri. Dokter akan mengamati beberapa gejala, seperti kemerahan, bengkak, cairan di dalam telinga, dan ada atau tidaknya lubang di gendang telinga.

 

Apabila dibutuhkan pemeriksaan penunjang, dokter biasanya menggunakan otoskop pneumatik dan timpanometri untuk memastikan adanya cairan di dalam telinga. Jika ditemukan adanya cairan, dokter akan mengambil sampel cairan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Pengobatan Otitis Media

 

Sebagian besar kasus otitis media bisa sembuh dengan sendirinya meski tanpa pengobatan khusus. Meski begitu, penderita otitis media tetap memerlukan perawatan di rumah dengan menerapkan perubahan gaya hidup berikut ini:

 

  • Menjaga kebersihan telinga.
  • menghindari asap dan polusi sebisa mungkin.
  • Memberikan imunisasi pada anak sesuai dengan jadwal.

 

Apabila kondisi ini dirasa mengganggu, maka lebih baik segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter. Biasanya dokter akan memberikan beberapa obat, seperti:

 

  • Obat penghilang nyeri, untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien.
  • Terapi antibiotik, apabila penyebab otitis media adalah infeksi bakteri.
  • Miringotomi, yaitu prosedur pembedahan gendang telinga untuk mengambil cairan yang menumpuk. Tindakan ini biasanya dilakukan jika infeksi telinga kembali kambuh dalam waktu beberapa bulan atau satu tahun.

 

Komplikasi Otitis Media

 

Apabila kondisinya sudah semakin parah dan tidak segera ditangani, maka beberapa risiko komplikasi yang bisa terjadi akibat otitis media adalah sebagai berikut:

 

  • Gangguan bicara, infeksi telinga berkelanjutan dapat memengaruhi indra pendengaran dan menyebabkan gangguan berbahasa pada anak.
  • Labirintitis (infeksi yang menyebabkan peradangan pada area labirin).
  • Mastoiditis (peradangan pada tulang di belakang telinga).
  • Kolesteatoma (pertumbuhan tumor jinak pada telinga tengah atau belakang gendang telinga).
  • Meningitis (infeksi pada selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang).
  • Abses otak (pembengkakan berisi nanah di dalam otak).
  • Kelumpuhan wajah.

 

Otitis media adalah peradangan pada telinga bagian tengah yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Perlu diketahui beberapa gejala otitis media di atas mempunyai kemiripan dengan kondisi medis lainnya. Maka itu sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dari Dokter Spesialis THT di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait otitis media dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-agustinus-sony-yudianto-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ropi-affandi-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-emanuel-q-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail