Kesehatan Tubuh
Metode Pengobatan dan Perawatan untuk Pasien Meningitis

Table of Contents
Meningitis adalah peradangan pada selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang (meningen) yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur, ataupun penyakit autoimun. Kondisi ini memerlukan tindakan medis yang tepat dan segera untuk menghindari risiko komplikasi serius, seperti kejang, gagal ginjal, gangguan ingatan, syok, sepsis, kerusakan otak, hingga kematian. Lantas, apa saja metode pengobatan dan perawatan meningitis tersebut?
Mari kenali beragam metode pengobatan dan perawatan meningitis selengkapnya melalui artikel di bawah ini.
Beragam Pengobatan dan Perawatan Meningitis
Meningitis adalah kondisi medis berupa peradangan pada lapisan meningen, yaitu selaput yang melindungi otak dan saraf tulang belakang. Kondisi ini perlu diwaspadai karena berisiko menyebabkan kerusakan otak hingga berujung kematian. Lantas, apakah meningitis bisa sembuh?
Pada dasarnya, meningitis bisa disembuhkan selama mendapatkan penanganan yang tepat dan sesegera mungkin. Pengobatan tersebut dapat disesuaikan dengan penyebab meningitis yang mendasarinya, yaitu infeksi virus, bakteri, jamur, ataupun penyakit autoimun. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Penanganan Awal
Apabila pasien yang diduga mengalami meningitis dalam keadaan syok atau hipotensif, penanganan awal yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan infus cairan kristaloid. Jika kondisi pasien telah stabil, maka dokter dapat memberikan terapi oksigen, infus intravena, serta melanjutkan prosedur pemeriksaan seperti pungsi lumbal dan CT Scan untuk mengonfirmasi diagnosis meningitis dan memastikan penyebabnya.
2. Pengobatan Meningitis Virus
Pada kasus yang tergolong ringan, penyakit meningitis yang disebabkan oleh virus bisa sembuh dan pulih dengan sendirinya (self-limiting disease). Namun, jika menimbulkan gejala yang cukup berat, maka dokter akan menangani meningitis virus dengan meresepkan obat antivirus, yakni acyclovir dan kortikosteroid untuk meredakan pembengkakan otak.
Sebagai upaya mengendalikan gejala meningitis, dokter juga dapat meresepkan obat analgesik untuk mengurangi rasa nyeri. Selain itu, dokter dapat meresepkan obat antikonvulsan untuk mengendalikan kejang yang umumnya timbul akibat meningitis.
3. Pengobatan Meningitis Bakterialis
Meningitis bakterialis adalah meningitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini perlu diwaspadai karena berisiko menyebabkan sepsis, yaitu kondisi gawat darurat yang terjadi akibat masuknya infeksi bakteri ke dalam aliran darah.
Sebagai langkah awal untuk menangani meningitis bakterialis, dokter dapat memberikan obat antibiotik melalui intravena. Beberapa jenis obat antibiotik yang umum digunakan untuk menangani kondisi tersebut adalah penisilin, ceftriaxone, ampicillin, dan lain sebagainya. Pada meningitis bakterialis, pengobatan dapat disesuaikan dengan hasil kultur bakteri dan uji sensitivitas bakteri terhadap antibiotik tersebut.
Obat kortikosteroid juga dapat diberikan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan pada selaput otak.
4. Pengobatan Meningitis Jamur
Perawatan meningitis yang disebabkan oleh infeksi jamur dilakukan dengan meresepkan obat antijamur, seperti fluconazole, amphotericin B, itraconazole, dan sejenisnya. Pemberian obat antijamur tersebut dapat dilakukan bila hasil kultur telah mengonfirmasi infeksi jamur sebagai penyebab meningitis. Selain itu, jenis dan dosis obat antijamur harus sesuai dengan instruksi dokter guna menghindari efek samping serius.
5. Pengobatan Meningitis karena Tuberkulosis (TB)
Meningitis tuberkulosis adalah jenis meningitis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Penyakit ini merupakan jenis penyakit tuberkulosis di luar paru-paru yang dapat berujung pada kematian jika tidak segera ditangani dengan tepat.
Penanganan meningitis tuberkulosis adalah dengan memberikan obat antituberkulosis (OAT) yang terdiri dari isoniazid, rifampisin, ethambutol, dan pirazinamid selama 2 bulan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian rifampisin dan isoniazid selama 9–12 bulan.
6. Pengobatan Meningitis karena Penyakit Autoimun
Penyakit autoimun adalah kondisi medis yang menyebabkan sistem imun tubuh secara keliru menyerang sel atau jaringan sehat di dalam tubuh, termasuk selaput meninges sehingga berisiko memicu terjadinya meningitis. Apabila meningitis disebabkan oleh penyakit autoimun, tindakan medis yang dapat dilakukan untuk menangani kondisi tersebut adalah:
- Obat-obatan, seperti kortikosteroid untuk menghambat perkembangan penyakit dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk meredakan rasa nyeri.
- Terapi imunosupresan untuk menekan kerja sistem kekebalan tubuh.
7. Perawatan Meningitis di Rumah
Selain tindakan medis, proses pemulihan meningitis juga dapat dioptimalkan dengan perawatan di rumah setelah pasien diizinkan pulang oleh dokter. Perawatan meningitis ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya:
- Memantau keadaan pasien secara berkala untuk melihat jika ada kemungkinan tanda-tanda atau gejala sisa penyakit dan gangguan mental.
- Menggunakan penopang khusus untuk mengurangi rasa nyeri dan kaku pada leher.
- Meletakkan kompres dingin pada bagian bahu, leher, dan kepala yang terasa nyeri.
- Mencukupi kebutuhan cairan tubuh, salah satunya dengan minum air putih minimal 2 liter sehari.
- Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi siembang.
- Istirahat yang cukup.
7. Vaksinasi Meningitis
Apabila telah dinyatakan sembuh dari meningitis, pasien dianjurkan untuk melakukan vaksinasi meningitis secara berkala untuk mencegah kambuhnya kondisi tersebut. Sebelum melakukan vaksinasi meningitis, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar terhindar dari efek samping tertentu.
Pengobatan dan perawatan meningitis menjadi hal yang penting dilakukan untuk mengendalikan gejala serta mencegah komplikasi serius yang dapat memengaruhi fungsi otak. Maka dari itu, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat jika Anda ataupun kerabat dekat memiliki keluhan yang terkait dengan gangguan otak.
Siloam Hospitals memiliki fasilitas medis lengkap serta dokter spesialis berpengalaman sehingga mampu memberikan diagnosis, pengobatan, serta perawatan yang tepat. Jadwalkan pertemuan Anda dengan dokter secara praktis menggunakan fitur Cari Dokter. Fitur tersebut juga dapat ditemukan pada aplikasi MySiloam yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Unduh MySiloam sekarang dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anyeliria Sutanto, Sp.N-F. Neuroinfection-Neuroimmunology
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini






