Pola Hidup Sehat
Perawatan Pascamastektomi yang Penting untuk Diterapkan

Table of Contents
Mastektomi adalah prosedur medis yang digunakan untuk pengobatan kanker payudara atau tumor pada payudara yang berpotensi menjadi kanker. Setelah menjalani prosedur ini, pasien perlu menerapkan langkah perawatan pascamastektomi yang tepat agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan menghindari risiko dari efek samping atau komplikasi pascaoperasi, seperti infeksi.
Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai perawatan pascamastektomi melalui ulasan di bawah ini.
Perawatan Pascaoperasi Mastektomi
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa mastektomi adalah operasi pengangkatan payudara untuk mengobati kanker payudara atau mengurangi risiko berkembangnya kanker payudara. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat seluruh atau sebagian jaringan payudara. Mastektomi biasanya disarankan untuk pasien kanker payudara stadium 1, 2, dan 3 (stadium lanjut).
Fase penyembuhan luka setelah mastektomi biasanya memerlukan waktu 4–6 minggu hingga luka benar-benar sembuh sempurna, namun masa penyembuhan bisa lebih lama jika luka operasi lebih dalam. Selama proses pemulihan luka, pasien perlu mewaspadai adanya infeksi di area bekas operasi dan sekitarnya, sehingga harus melakukan kontrol pascaoperasi secara rutin ke dokter bedah terkait.
Selain itu, pasien juga dianjurkan untuk melakukan perawatan mandiri di rumah guna mendukung proses penyembuhan, seperti istirahat yang cukup, memperbanyak asupan air putih, dan menghindari aktivitas yang berat. Di samping itu, pasien juga disarankan untuk menerapkan perawatan pascamastektomi di bawah ini.
1. Menerapkan Panduan Makan
Perawatan pascaoperasi kanker payudara yang pertama adalah menerapkan panduan makan yang disarankan oleh dokter atau ahli gizi. Guna membantu proses pemulihan dan mencegah kekambuhan kanker payudara, pasien dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Jenis makanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan serat dan kaya akan antioksidan yang dapat membantu tubuh melawan radikal bebas yang dapat memicu penyakit kanker di dalam tubuh.
Selain itu, pasien juga disarankan untuk mengurangi asupan makanan yang diawetkan, minuman beralkohol, serta makanan berlemak dan mengandung asam lemak tinggi. Sebaliknya, pasien perlu memperbanyak makanan rendah lemak, seperti protein kedelai dan ikan yang dapat membantu mencegah pertumbuhan tumor.
2. Menjaga Luka Tetap Bersih dan Kering
Perawatan pascamastektomi berikutnya adalah menjaga agar luka bekas jahitan tetap bersih dan kering supaya tidak terjadi infeksi. Hal ini bisa dilakukan dengan mengganti perban setiap 2–3 hari sekali serta membersihkan area di sekitar luka menggunakan kasa dan larutan steril (NaCl 0,9%) atau cairan antiseptik.
Cara membersihkan luka operasi bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis dan lokasi operasinya. Bahkan, pada beberapa kondisi, dokter tidak mengizinkan pasien membersihkan lukanya sendiri. Namun, secara umum, langkah membersihkan luka operasi secara mandiri adalah sebagai berikut:
-
Mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun antiseptik dan air mengalir.
-
Mengambil kasa steril.
-
Membasahi kasa dengan cairan steril NaCl 0,9% atau antiseptik.
-
Mengusap area bekas operasi secara lembut untuk mengangkat kotoran dan sel kulit mati yang menempel. Hindari menggosok area luka secara berlebihan.
-
Oleskan salep antibiotik atau tempelkan kasa steril mengandung antibiotik yang biasanya diresepkan oleh dokter.
-
Tutup kembali luka bekas jahitan menggunakan kasa steril dan plester, pastikan seluruh kasa menutupi bagian luka.
3. Rutin Berolahraga
Rutin berolahraga dalam masa perawatan pascamastektomi dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membuat otot yang tegang menjadi lebih rileks setelah operasi. Olahraga juga bisa membantu pasien menghindari stres akibat kecemasan pascaoperasi. Pasalnya, selama perawatan kanker, kesehatan mental pasien perlu dijaga agar tidak stres.
Namun, perlu diperhatikan jenis olahraga apa yang dapat dilakukan pasien selama masa pemulihan pascaoperasi. Pasalnya, jenis olahraga juga perlu disesuaikan dengan luka operasi pasien. Oleh karena itu, alangkah baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter apakah boleh melakukan olahraga dan jenis olahraga apa yang aman dilakukan oleh pasien.
Contoh olahraga yang biasanya dapat dilakukan adalah melakukan latihan lengan dan bahu yang dapat membantu mengembalikan fungsi otot pada sisi tubuh yang cedera. Dokter akan memberitahu pasien kapan waktu yang aman dan tepat untuk mulai melakukan latihan fisik ini.
Latihan ini bisa dilakukan 3 kali sehari sampai pasien dapat menggerakkan lengan yang mengalami cedera seperti sebelum operasi. Kemudian, dilanjutkan setiap sehari sekali. Hal ini sangat penting terutama jika pasien masih merasakan keterbatasan gerak di dada, bahu, atau di bawah lengan yang mengalami cedera.
Selain itu, latihan-latihan ini juga dapat membantu mencegah terbentuknya jaringan parut di ketiak dan bahu. Pasalnya, jaringan parut dapat membatasi pergerakan lengan pasien di kemudian hari.
4. Melakukan Pijat Refleksi
Luka operasi biasanya akan kering dalam waktu 1–2 minggu pascaoperasi pengangkatan kanker payudara. Jangan mulai melakukan pijatan pada bekas luka operasi jika luka operasi belum benar-benar sembuh. Oleh karena itu, pasien perlu mendiskusikan kondisinya terlebih dahulu dengan dokter atau perawat untuk mengonfirmasi keamanannya.
Bila luka sudah dirasa benar-benar membaik, pasien bisa melakukan pijat refleksi payudara untuk membantu jaringan payudara kembali ke bentuk semula. Menggerakan kulit dengan pijatan akan membantu melancarkan aliran darah dan melembutkan konsistensi jaringan.
Area bekas luka mungkin akan terasa mati rasa atau sangat sensitif pada awalnya. Namun, kedua keluhan ini normal dialami setelah operasi. Perlu diketahui, pijat refleksi payudara ini juga termasuk dalam upaya melawan kekambuhan kanker payudara. Namun, sebaiknya tetap diskusikan dengan dokter apakah pasien sudah bisa melakukan pijat refleksi.
5. Memilih Jenis Bra yang Tepat
Pemilihan jenis bra yang tepat juga termasuk dalam perawatan pascamastektomi yang penting untuk diperhatikan. Sebenarnya, setelah operasi, pasien tidak perlu menggunakan bra karena harus merawat luka operasi. Namun, jika luka operasi sudah kering, pasien dapat diperbolehkan kembali memakai bra.
Masa pemulihan kanker payudara bisa memakan waktu hingga 1 tahun sampai saraf dan kulit di area operasi benar-benar pulih. Karena itu, pasien perlu memperhatikan pemilihan bra yang tepat untuk 1 tahun pertama setelah operasi. Adapun kriteria bra yang disarankan adalah sebagai berikut:
-
Bra berbahan katun dan lembut.
-
Ukuran lingkar dada bra yang lebar.
-
Penyokong samping bra yang lebar.
-
Cup bra penuh.
-
Pemisah cup yang nyaman.
-
Tidak memiliki banyak aksesori bra.
-
Tidak berkawat.
Perawatan luka operasi pascamastektomi perlu dilakukan secara hati-hati. Untuk itu, bila memerlukan bantuan untuk merawat luka operasi pascamastektomi, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Bedah Onkologi (Kanker) di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan penanganan dan saran perawatan yang tepat.
Sebagai upaya lebih lanjut dalam mencegah dan mendeteksi dini kanker payudara, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan payudara secara rutin menggunakan layanan Skrining Kanker Payudara Complete dari Siloam Hospitals yang sudah dilengkapi dengan pemeriksaan mamografi atau USG payudara (disesuaikan dengan kondisi pasien).
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







