Perawatan Pascaserangan Jantung yang Penting untuk Dipahami
Kesehatan Tubuh

Perawatan Pascaserangan Jantung yang Penting untuk Dipahami

02 Mei 2025 4 menit waktu baca
perawatan serangan jantung

 

Serangan jantung (infark miokard) adalah suatu kondisi berbahaya, bahkan bisa mengancam nyawa. Ketika seseorang pernah mengalami serangan jantung, mereka mungkin merasa khawatir bahwa kondisi tersebut akan datang kembali. Namun, dengan melakukan perawatan yang tepat, risiko itu bisa diminimalkan. Lantas, apa saja perawatan pascaserangan jantung yang bisa dilakukan? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Perawatan yang Harus Dilakukan Pascaserangan Jantung

Melakukan perawatan serangan jantung (infark miokard) penting untuk mencegah kekambuhan maupun timbulnya komplikasi. Selain itu, perawatan yang tepat juga dapat membantu penderita pulih dan bisa beraktivitas secara normal lebih cepat. Berikut uraian selengkapnya tentang perawatan serangan jantung.

1. Mengonsumsi Obat yang Tepat dan Sesuai Saran Dokter

Setelah mengalami serangan jantung, seseorang biasanya akan dirawat di rumah sakit sampai kondisi membaik. Rata-rata waktu perawatan adalah 2–7 hari. Namun, pada pasien yang mengalami komplikasi atau perlu menjalani prosedur tertentu, seperti operasi bypass, mungkin perlu menjalani rawat inap lebih lama.

 

Hal yang perlu diperhatikan saat di rumah sakit adalah rutinitas pengobatan yang berubah. Dokter mungkin menyesuaikan kembali dosis atau jumlah obat yang perlu diminum oleh pasien atau memberikan jenis obat baru. Obat-obatan tersebut akan mengobati dan mengendalikan gejala serta faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan serangan jantung.

 

Terkadang, obat yang diberikan dapat berjumlah banyak sehingga beberapa pasien mengalami kesulitan dalam mengonsumsinya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan tips dalam mengonsumsi obat-obatan untuk serangan jantung adalah:

 

  • Mengetahui nama-nama semua obat yang dikonsumsi. Pelajari warna dan bentuk setiap obat. Jika menerima isi ulang resep dengan pil warna atau bentuk baru, konsultasikan dengan dokter, apoteker, atau penyedia layanan kesehatan untuk memastikan pil mana yang menggantikan pil lama.

  • Membuat daftar obat-obatan yang dikonsumsi.

  • Mempelajari cara kerja setiap obat yang diminum dan kenapa obat tersebut harus diminum.

  • Mengetahui dengan jelas bagaimana dan kapan harus meminumnya.

  • Menanyakan kepada dokter mengenai efek samping obat.

  • Mencatat daftar kemungkinan efek samping dan bertanya ke dokter jika obat tidak boleh dikonsumsi dengan obat atau makanan tertentu lainnya.

  • Beberapa orang mengalami kesulitan minum obat beberapa kali sehari. Jika ini menjadi masalah, tanyakan kepada dokter apakah ada cara untuk mengurangi frekuensi minum pil dalam sehari. 

2. Jangan Abaikan Emosi

Emosi yang muncul setelah seseorang mengalami serangan jantung, seperti ketakutan, depresi, penyangkalan, dan kecemasan, merupakan hal yang normal. Emosi ini dapat berlangsung selama 2–6 bulan, namun dapat lebih cepat atau lebih lambat, tergantung dari masing-masing penderita. Tentunya, hal ini akan berpengaruh pada:

 

  • Kemampuan untuk berolahraga.

  • Kehidupan keluarga dan pekerjaan.

  • Proses pemulihan secara keseluruhan.

 

Kendati demikian, jangan mengabaikan emosi-emosi tersebut dan membiarkannya berlarut-larut. Jika diperlukan, pasien bisa meluangkan waktu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kesehatan jiwa guna mengatasi perasaan negatif yang muncul. Langkah ini juga menjadi salah satu perawatan pascaserangan jantung yang bisa dipertimbangkan untuk mengoptimalkan proses pemulihan dengan menjaga kesehatan mental tetap stabil.

3. Rehabilitasi Jantung

Tidak sedikit fasilitas kesehatan yang memiliki program rehabilitasi rawat jalan sebagai salah satu bentuk perawatan serangan jantung. Perawatan ini dapat membantu pasien serangan jantung dalam banyak hal, di antaranya:

 

  • Membantu mempercepat pemulihan.

  • Mendapatkan pendampingan dari orang-orang yang berspesialisasi dalam kesehatan jantung.

  • Mengetahui langkah-langkah yang dapat melindungi dan memperkuat jantung dari staf medis profesional.

  • Melakukan aktivitas yang bisa meningkatkan fungsi jantung.

  • Menurunkan risiko komplikasi dan kematian akibat penyakit jantung.

 

Program ini biasanya meliputi:

  • Olahraga yang dipimpin oleh spesialis olahraga bersertifikat, karena intensitas dan durasi olahraga tergantung pada tingkat keparahan penyakit jantung dan dapat dinilai dengan melakukan tes latihan di treadmill

Intensitas dan durasi latihan tergantung pada tingkat keparahan jantung. Beberapa olahraga yang direkomendasikan yaitu berjalan kaki, joging, berenang, bersepeda, mendayung, dan menaiki tangga. Frekuensi olahraga yang disarankan adalah 3–5 kali seminggu.

  • Program  pengendalian faktor risiko terjadinya serangan jantung. Beberapa contohnya adalah berhenti merokok, mengontrol penyakit darah tinggi, kadar kolesterol, dan diabetes melitus serta konsultasi gizi.

  • Dukungan untuk mengatasi stres, kecemasan, dan depresi.

4. Perubahan Gaya Hidup

Perawatan pascaserangan jantung juga melibatkan perubahan gaya hidup yang perlu dipatuhi oleh orang dengan kondisi ini. Secara umum, gaya hidup yang perlu diterapkan adalah:

 

  • Berhenti merokok. Ini merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh penderita penyakit jantung. Konsultasikan dengan dokter mengenai cara yang tepat untuk menghentikan kebiasaan merokok. Mengingat hal ini tentu tidak mudah, terutama bagi orang yang sudah merokok selama bertahun-tahun.

  • Mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol dalam darah.

  • Mengendalikan kadar gula darah.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Olahraga teratur sesuai rekomendasi dokter.

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, serta mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol.

  • Mengelola stres sebaik mungkin.

 

Itu dia penjelasan mengenai perawatan serangan jantung yang perlu diperhatikan guna meminimalkan risiko kambuhnya kondisi ini. Namun, perlu dipahami bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif. Saran ini tidak dapat menggantikan saran dari dokter mengenai perawatan serangan jantung yang tepat sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

 

Oleh karena itu, jangan ragu untuk menemui Dokter Spesialis Kardiologi di Siloam Hospitals terdekat bila ingin berkonsultasi tentang perawatan sakit jantung atau merasakan gejala-gejala yang tidak biasa yang berkaitan dengan kesehatan jantung.

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter atau tenaga medis lainnya terkait dengan kondisi ini juga bisa berbeda-beda setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Bila disarankan oleh dokter, Anda dapat menggunakan paket Skrining Jantung yang bisa untuk melakukan pemeriksaan jantung yang bisa dipesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

Sumber

WebMD. What You Should Do After a Heart Attack. Diakses pada 2024 | NHS UK. Recovery Heart Attack. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. What To Do After a Heart Attack. Diakses pada 2024 | UpToDate. Patient education: Heart attack recovery (Beyond the Basics). Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail