Kesehatan Tubuh
Beragam Perawatan Sklerosis Multipel yang Umum Dilakukan

Table of Contents
Sklerosis multipel atau multiple sclerosis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan sistem imun tubuh secara keliru menyerang lapisan lemak yang melindungi serabut saraf (mielin). Kondisi ini menyebabkan penderitanya mengalami gangguan saraf pada otak, mata, serta tulang belakang akibat komunikasi antara otak dan seluruh tubuh yang terganggu.
Pada dasarnya, sklerosis multipel tidak dapat disembuhkan. Namun, perawatan sklerosis multipel tetap diperlukan untuk meredakan gejala serta menghindari perburukan kondisi. Mari kenali beragam metode perawatan sklerosis multipel selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Beragam Metode Perawatan Sklerosis Multipel
Multiple sclerosis adalah gangguan saraf yang disebabkan oleh penyakit autoimun. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa tremor, mati rasa pada bagian tubuh tertentu, kesulitan berjalan, hingga gangguan penglihatan. Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, multiple sclerosis berisiko menyebabkan kerusakan saraf permanen dan lumpuh.
Untuk mencegah komplikasi tersebut, terdapat sejumlah perawatan sklerosis multipel yang umum dilakukan, seperti pemberian obat-obatan, fisioterapi, plasmapheresis, serta perawatan mandiri di rumah. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Pemberian Obat-obatan
Dokter dapat menangani multiple sclerosis dengan memberikan obat-obatan tertentu. Pemberian obat-obatan ini bertujuan untuk menghambat perburukan kondisi (disease modifying therapy) serta mengurangi gejala (terapi simtomatik).
Pengobatan dengan Metode Disease Modifying Therapy
Disease modifying therapy (DMT) adalah terapi multiple sclerosis yang dilakukan dengan memberikan obat-obatan untuk memodifikasi penyakit dan menghambat perburukan kondisi. Jenis obat-obatan yang umum digunakan untuk terapi DMT sklerosis multipel adalah obat golongan imunosupresan, seperti:
- Interferon beta 1b.
- Interferon beta 1a.
- Glatiramer acetate.
- Teriflunomide.
- Fingolimod.
- Alemtuzumab.
- Natalizumab.
- Dan lain-lain.
Pengobatan Simtomatik
Pengobatan simtomatik bertujuan untuk meredakan gejala sklerosis multipel yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien, seperti tremor, nyeri, rasa lelah berlebih, kaku otot, dan lain sebagainya. Beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengendalikan gejala sklerosis multipel adalah sebagai berikut:
- Obat kortikosteroid, seperti prednisone, dexamethasone, dan methylprednisolone untuk mengurangi peradangan pada saraf pada saat serangan akut.
- Muscle relaxant, seperti baclofen dan tizanidine untuk meredakan kaku otot (spastisitas).
- Obat analgesik, seperti obat golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk mengurangi rasa nyeri.
- Penghambat neuromuskular, seperti suntikan botulinum toxin (botox) untuk mengurangi kaku otot pada bagian atas tubuh dan meringankan gejala inkontinensia urine (kesulitan menahan buang air kecil akibat hilangnya kontrol otot kandung kemih).
- Obat antikonvulsan, seperti carbamazepine untuk mengurangi kaku otot, nyeri neuropatik, dan tremor.
- Obat golongan benzodiazepine, seperti diazepam untuk mengurangi kaku dan kram otot.
2. Fisioterapi
Fisioterapi adalah terapi rehabilitasi untuk meminimalisasi keterbatasan fisik serta meningkatkan kualitas hidup pasien sklerosis multipel. Terapi ini biasanya dilakukan dengan melatih kemampuan motorik, sensorik, serta keseimbangan tubuh pasien sklerosis multipel dalam kurun waktu tertentu.
3. Plasmapheresis
Therapeutic plasma exchange atau plasmapheresis adalah tindakan medis yang dilakukan dengan membuang plasma darah dan menggantinya dengan cairan khusus, seperti albumin. Tindakan ini bertujuan untuk membantu mengendalikan gejala serta meminimalisasi kambuhnya sklerosis multipel.
4. Perawatan Mandiri di Rumah
Selain tindakan medis, pengobatan sklerosis multipel juga dapat dioptimalkan dengan perawatan mandiri di rumah. Adapun sejumlah perawatan diri untuk sklerosis multipel yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
- Berolahraga secara rutin untuk membantu meningkatkan kekuatan otot dan koordinasi tubuh. Penderita multiple sclerosis disarankan untuk melakukan olahraga yang berintensitas ringan hingga sedang, seperti berenang, yoga, jalan kaki, senam aerobik, dan lain sebagainya.
- Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
- Mengelola stres sebaik mungkin untuk membantu mengendalikan gejala.
Itu dia sejumlah metode perawatan yang kerap digunakan untuk menangani multiple sclerosis. Untuk memperoleh perawatan sklerosis multipel tersebut, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda. segera jadwalkan pertemuan Anda dengan dokter Siloam Hospitals melalui fitur Cari Dokter yang dapat ditemukan pada aplikasi MySiloam.
Gunakan juga aplikasi MySiloam untuk melakukan pemesanan paket medical check up, cek hasil pemeriksaan, hingga konsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







