Kesehatan Mental
Konselor, Psikolog, atau Psikiater: Siapa yang Harus Anda Temui?

Table of Contents
Konselor, psikolog, dan psikiater merupakan profesi yang sama-sama dapat membantu orang dengan masalah mental secara profesional. Namun, perlu dipahami bahwa terdapat perbedaan antara konselor, psikolog, dan psikiater dari sisi peran dan wewenangnya dalam merawat pasien. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai perbedaan konselor, psikolog, dan psikiater melalui ulasan berikut.
Apa Perbedaan Konselor, Psikolog, dan Psikiater?
Perbedaan konselor, psikolog, dan psikiater dapat dilihat dari beberapa hal yaitu definisi masing-masing profesi, peran dan wewenangnya, hingga jenis kasus yang ditangani.
1. Perbedaan dari Sisi Definisi
Hal utama yang perlu diperhatikan untuk memahami perbedaan konselor, psikolog, dan psikiater adalah definisinya. Meski menangani bidang dan masalah yang cenderung sama, ketiganya memiliki definisi berbeda-beda.
a. Apa itu Psikolog?
Psikolog adalah sebutan yang disematkan pada seseorang yang mendalami ilmu psikologi melalui program magister profesi psikologi. Perlu diingat bahwa psikolog bukanlah dokter medis, melainkan tenaga profesional dalam bidang kesehatan mental.
Untuk menjadi psikolog, seseorang harus menempuh pendidikan program sarjana psikologi. Tidak sampai di situ, sarjana psikologi juga perlu menempuh pendidikan Magister Psikologi Profesi (Mapro) kurang lebih selama dua tahun untuk mendapatkan gelar magister psikologi dan psikolog.
Tugas psikolog adalah bertanggung jawab untuk mengidentifikasi tanda-tanda emosional yang berasal dari faktor sosial, budaya, dan lingkungan. Tugas psikolog juga melakukan pemeriksaan berdasarkan pola pikir pasien yang berpengaruh pada kinerja otak dan kesehatan mental.
b. Apa itu Psikiater?
Berbeda dengan psikolog, psikiater adalah pekerjaan dengan latar belakang pendidikan kedokteran sehingga psikiater termasuk dalam dokter medis. Psikiater merupakan lulusan sarjana kedokteran yang mengambil spesialis kedokteran jiwa dengan gelar Sp.KJ.
Agar mendapatkan gelar psikiater (Sp.KJ), seseorang harus menempuh pendidikan kedokteran umum, kemudian melanjutkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) selama kurang lebih empat tahun untuk mempelajari tentang diagnosis dan perawatan masalah kesehatan mental.
c. Apa itu Konselor?
Berbeda dengan psikolog maupun psikiater, sebenarnya seorang konselor tidak secara spesifik berasal dari pendidikan psikologi. Tugas utama konselor adalah mengidentifikasi tujuan dan aspirasi klien, serta memberikan solusi untuk mengatasi masalah klien.
Untuk menjadi konselor, seseorang perlu menempuh program pendidikan untuk mendapatkan gelar S.Pd atau M.Pd, kemudian melanjutkan spesialisasi di bidang konselor untuk memperoleh gelar M.K atau M.A. Gelar tersebut bisa didapatkan dengan menyelesaikan jurusan bimbingan dan konseling.
Konselor sifatnya lebih umum, sehingga tidak selalu menangani masalah kesehatan mental. Beberapa jenis konselor di antaranya adalah konselor mental, bimbingan, dan pernikahan. Meski begitu, tujuan utamanya satu, yaitu mengembangkan perilaku positif seseorang.
2. Perbedaan dari Sisi Peran dan Wewenangnya
Perbedaan konselor, psikolog, dan psikiater yang paling menonjol juga terletak pada peran dan wewenangnya. Seorang konselor bisa memberikan pendampingan mengenai berbagai masalah hidup, tetapi tidak dapat melakukan tes atau asesmen klinis untuk mendiagnosis masalah mental.
Sementara itu, psikolog dan psikiater umumnya lebih fokus terhadap masalah kepribadian dan mental seseorang. Baik psikolog maupun psikiater sama-sama memiliki wewenang untuk memberikan asesmen klinis untuk menilai karakteristik kepribadian dan memberikan diagnosis.
Meski begitu, terdapat perbedaan psikolog dan psikiater dalam memberikan penanganan kepada pasiennya. Berikut masing-masing penjelasannya.
a. Ruang Lingkup Praktik
Umumnya, psikolog berpraktik dalam ruang lingkup yang kecil, seperti klinik swasta. Meski tak menutup kemungkinan bahwa psikolog bisa melakukan praktik di rumah sakit. Sementara itu, psikiater yang memiliki latar belakang kedokteran cenderung bekerja di lingkungan rumah sakit atau klinik besar.
Hal ini berhubungan dengan tugas psikiater untuk mengobati pasien gangguan mental yang perlu perawatan medis intensif. Dalam merawat pasien, psikiater bisa mendapatkan bantuan dari dokter spesialis lain, tergantung dari kondisi pasien yang ditangani.
b. Diagnosis
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, psikolog dan psikiater sama-sama dapat memberikan diagnosis. Psikolog mendiagnosis gangguan pada pasien dengan mengamati kepribadian, pola perilaku dan kebiasaan, cara bicara, serta cerita yang disampaikan oleh pasien.
Sementara itu, psikiater menerapkan diagnosis berdasarkan proses anamnesis dan wawancara psikiatri untuk mengevaluasi pasien secara holistik dari segi mental, spiritual, dan fisik, seperti melihat pengaruh kerja otak dan gangguan sistem saraf terhadap masalah yang dialami pasien. Psikiater juga bisa melakukan pemeriksaan penunjang, seperti tes urine, CT scan, dan MRI scan.
c. Perawatan dan Pemberian Obat
Perbedaan psikolog dan psikiater lainnya adalah dalam melakukan perawatan dan pemberian obat. Selain dapat memberikan konsultasi dan terapi psikologis (psikoterapi), psikiater juga berwenang untuk memberikan resep obat-obatan sesuai kondisi pasiennya.
Sementara itu, psikolog tidak berwenang meresepkan obat mengingat bahwa psikolog tidak berasal dari latar belakang kedokteran. Adapun perawatan yang bisa dilakukan oleh psikolog adalah konsultasi serta terapi psikologis. Keduanya berfokus pada akar masalah dan perilaku yang perlu diubah oleh pasien untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
3. Perbedaan dari Sisi Kasus yang Ditangani
Persamaan konselor, psikolog, dan psikiater adalah memberikan solusi terhadap masalah yang berhubungan dengan emosional seseorang. Namun, berdasarkan penjelasan di atas, maka bisa dilihat bahwa baik konselor, psikolog, dan psikiater memiliki peran yang berbeda, terutama dalam metode yang digunakan untuk menangani pasien.
Apabila mengalami masalah pada kehidupan sehari-hari, seperti masalah keluarga, pasangan, dan karir, seseorang dapat mempertimbangkan untuk menemui konselor atau psikolog. Jika dibutuhkan penanganan lebih lanjut atau terapi, maka sebaiknya menemui psikolog.
Akan tetapi, jika merasakan keluhan gangguan kesehatan mental yang lebih rumit, seperti skizofrenia, bipolar, dan depresi mayor, maka disarankan untuk menemui psikiater. Dengan menemui psikiater, pasien akan mendapatkan perawatan medis untuk meringankan gejala yang dialami.
Perlu diingat, informasi yang dijelaskan di atas hanya digunakan untuk tujuan edukasi dan tidak bisa menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Apabila Anda memiliki keluhan, seperti perubahan suasana hati yang tak terkontrol hingga menurunnya motivasi hidup, jangan ragu dan malu untuk berkonsultasi dengan Psikiater di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani akan disesuaikan dengan fasilitas medis yang tersedia sehingga mungkin saja berbeda di setiap rumah sakit. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh prosedur medis yang dilakukan sudah sesuai dengan kondisi pasien.
Untuk memudahkan Anda, Siloam Hospitals juga menyediakan layanan Telekonsultasi yang memungkinkan pasien melakukan konsultasi virtual dengan dokter pilihan. Melalui layanan ini, pasien juga bisa mendapatkan resep obat-obatan yang diberikan oleh dokter tanpa harus keluar rumah. Namun, jika diresepkan obat tertentu, seperti antidepresan dan antipsikotik, pasien wajib mengambilnya secara langsung (self pick up).
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Sentosa
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
MENTAL - Skrining Mental health (MMPI)
Lainnya
2 Service/Item
Rp880.000
TERPOPULER
Paket Siloam Ruby
Skrining Umum
21 Service/Item
Rp1.000.000
TERPOPULER
Paket Siloam Silver
Skrining Umum
22 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Siloam Pearl
Skrining Umum
31 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000







