Mari Kenali Perbedaan Saraf Simpatik dan Parasimpatik
Kesehatan Tubuh

Mari Kenali Perbedaan Saraf Simpatik dan Parasimpatik

01 November 2025 4 menit waktu baca
perbedaan saraf simpatik dan parasimpatik

Di dalam tubuh, terdapat sistem saraf otonom yang bertanggung jawab atas pengaturan fungsi-fungsi tubuh yang tidak disadari, seperti detak jantung, pernapasan, dan pencernaan. Pada sistem saraf otonom, terdapat dua komponen utama yang bekerja secara berdampingan, namun memiliki peran yang berbeda, yaitu saraf simpatik dan parasimpatik. Pada artikel kali ini, akan dibahas tentang perbedaan saraf simpatik dan parasimpatik. Mari simak selengkapnya di sini.

 

Perbedaan Saraf Simpatik dan Parasimpatik

 

Perbedaan saraf simpatik dan parasimpatik dapat dilihat dari beberapa faktor, mulai dari pengertian, fungsi, lokasi, dan lain-lain. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Definisi

 

Perbedaan saraf simpatik dan parasimpatik yang pertama bisa dilihat dari definisinya. Sistem saraf simpatik (fight or flight) adalah bagian dari sistem saraf otonom yang berperan untuk menyiapkan tubuh dalam bereaksi dan mempertahankan diri menghadapi situasi atau sesuatu yang dianggap mengancam atau berbahaya. 

 

Ketika tubuh dalam keadaan genting, sistem saraf simpatik akan bekerja dengan memperlambat proses tubuh yang tidak begitu krusial, seperti sistem pencernaan. Saraf ini bekerja secara otomatis atau tanpa sadar. Saraf simpatik bekerjasama dengan parasimpatik untuk menjaga homeostasis tubuh, yakni keseimbangan mekanisme fisiologis agar tubuh tetap berfungsi secara normal.

 

Sementara itu, sistem saraf parasimpatik (rest and digest) adalah bagian dari sistem saraf otonom yang bekerja berlawanan dengan saraf simpatik. Yakni untuk mengontrol aktivitas tubuh ketika sedang beristirahat seperti fungsi pencernaan dan metabolisme, serta membuat tubuh menjadi tenang.

 

2. Fungsi

 

Perbedaan saraf simpatik dan parasimpatik berikutnya terletak pada fungsinya. Fungsi saraf simpatik adalah membantu tubuh menjalankan tindakan yang memerlukan respons cepat, di antaranya:

 

  • Menstimulasi produksi hormon adrenalin.
  • Memperlambat proses sistem pencernaan.
  • Meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan.
  • Pembesaran pupil.
  • Sekresi kelenjar keringat.
  • Relaksasi kandung kemih.
  • Peningkatan rasa cemas dan waspada.
  • Meningkatkan kontraksi otot jantung.
  • Menurunkan sekresi air liur.
  • Melebarkan bronkus.

 

Sementara itu, fungsi saraf parasimpatik lebih banyak mengatur proses-proses yang berkaitan dan penting untuk kehidupan normal sehari-hari, seperti:

 

  • Mengatur sistem pencernaan, termasuk buang air besar dan buang air kecil.
  • Mengontrol gairah seksual.
  • Menurunkan kontraksi otot jantung.
  • Memperlambat detak jantung dan laju pernapasan.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Mengecilkan pupil mata.
  • Melepaskan cairan empedu.
  • Merangsang kontraksi kandung kemih. 
  • Mengeluarkan air liur.

 

Tanpa adanya sistem saraf ini, maka proses-proses penting dalam tubuh tidak akan pernah terjadi. Perlu diketahui juga bahwa sistem saraf ini memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental, seperti menenangkan diri dari reaksi stres.

 

3. Lokasi

 

Lokasi saraf juga menjadi salah satu perbedaan saraf simpatik dan parasimpatik yang perlu diketahui. Saraf parasimpatik berada di area paru-paru, lambung, kandung kemih, dan jantung. Sedangkan area saraf simpatik berada di paru-paru, otot polos, jantung, endokrin, serta kelenjar eksokrin.

 

4. Kecepatan

 

Perbedaan saraf simpatik dan parasimpatik selanjutnya adalah kecepatannya. Saraf simpatik memiliki reaksi yang lebih cepat daripada parasimpatik. Pasalnya, neuron saraf simpatik mempunyai akson yang lebih pendek daripada saraf parasimpatik, sehingga reaksinya jauh lebih cepat, bahkan terjadi ketika seseorang belum benar-benar menyadari tindakannya.

 

Saraf simpatik dan parasimpatik merupakan antagonis bagi satu sama lain. Namun, keduanya bekerja sama untuk mempertahankan kondisi homeostasis supaya kondisi internal tubuh tetap stabil dan fungsinya berjalan dengan baik.

 

5. Jalur Neuron

 

Saraf simpatik dan parasimpatik memiliki jalur neuron yang mengaitkan neuron (sel saraf) satu sama lain. Akan tetapi, saraf simpatik mempunyai jalur neuron yang lebih pendek karena saraf ini dituntut untuk memberikan respons cepat dalam keadaan bahaya atau stres.

 

Di sisi lain, saraf parasimpatik mempunyai jalur neuron yang lebih panjang sehingga cara kerjanya lebih lambat. Hal ini dikarenakan saraf parasimpatik tidak harus bereaksi secara cepat. Sistem saraf ini juga membutuhkan waktu lebih lama untuk mengimbangi efek dari saraf simpatik.

 

6. Gerakan Usus dan Produksi Air Liur

 

Sistem saraf simpatik bekerja dengan menurunkan pergerakan usus dan produksi air liur karena kedua fungsi tersebut tidak dianggap penting ketika berada dalam kondisi darurat. Itulah sebabnya, ketika sedang stres, tubuh lebih sulit mencerna makanan karena pelepasan hormon stres (kortisol) yang berlebih.

 

7. Pengaruhnya pada Otot dan Detak Jantung

 

Perbedaan saraf simpatik dan parasimpatik juga bisa dilihat dari pengaruhnya terhadap otot tubuh dan detak jantung. Saraf simpatik bekerja dengan meningkatkan detak jantung dan mengencangkan otot supaya mampu merespons stres dan bahaya dengan cepat.

 

Sedangkan sistem parasimpatik bekerja dengan menurunkan detak jantung dan melemaskan otot-otot tubuh. Hal ini dilakukan agar tubuh mencapai homeostasis serta bisa berkonsentrasi pada fungsi-fungsi tubuh lainnya seperti fungsi reproduksi dan fungsi pencernaan.

 

Itulah penjelasan seputar perbedaan saraf simpatik dan parasimpatik yang penting untuk diketahui. Seperti yang sudah dipaparkan, fungsi kedua saraf ini sangatlah krusial bagi tubuh, sehingga kesehatannya perlu dijaga.

 

Maka dari itu, apabila Anda mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada adanya gangguan di sistem saraf, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter.


Anda pun dapat melihat informasi mengenai jadwal dokter dan membuat janji temu dengan dokter terkait melalui fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam yang dapat diunduh secara gratis. Mari download aplikasinya dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

My Siloam App

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail