Kesehatan Tubuh
7 Perbedaan Tumor Payudara Jinak dan Kanker Payudara yang Perlu Dikenali

Table of Contents
Benjolan pada payudara kerap menjadi kekhawatiran bagi para wanita. Sebab, hal ini dapat mengindikasikan adanya kanker payudara. Namun, perlu diketahui bahwa benjolan pada payudara tidak selalu bersifat ganas. Perbedaan tumor payudara jinak dan kanker payudara dapat dilihat dari segi gejala, rasa nyeri, hingga prognosis. Mari simak apa bedanya tumor jinak dan kanker payudara lebih lanjut di artikel berikut.
Perbedaan Tumor Payudara Jinak dan Kanker Payudara
Sebagai informasi, tumor adalah benjolan yang muncul akibat adanya pertumbuhan jaringan abnormal di dalam tubuh. Tumor dapat bersifat jinak maupun ganas (kanker). Tumor payudara jinak dan kanker payudara memiliki berbagai perbedaan yang dapat dilihat melalui beberapa aspek, yaitu dari kecepatan pertumbuhan, karakteristik benjolan, serta tekstur kulit di sekitar payudara. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Gejala
Tumor payudara jinak (meliputi fibroadenoma mammae, kista payudara, serta fibrokistik) dan kanker payudara dapat dibedakan dari gejalanya. Selain teraba benjolan, tumor jinak payudara biasanya tidak menimbulkan gejala khusus, sehingga kerap tidak disadari oleh penderitanya. Bahkan, benjolan akibat tumor jinak ini juga dapat mengecil atau menghilang dengan sendirinya.
Di sisi lain, jurnal yang dipublikasikan di National Library of Medicine (2025) menyebutkan bahwa kanker payudara dapat menimbulkan gejala awal berupa benjolan dengan bentuk tidak teratur, perubahan ukuran, bentuk, dan tampilan payudara, dan keluarnya cairan dari puting.
2. Rasa Nyeri
Perbedaan tumor payudara jinak dan kanker payudara juga bisa dilihat dari ada atau tidaknya rasa nyeri saat benjolan tersebut dipegang. Umumnya, tumor jinak payudara menimbulkan rasa nyeri ketika diraba atau dipegang.
Berbeda dengan tumor jinak payudara, benjolan akibat kanker payudara sering kali tidak menimbulkan rasa nyeri. Namun, jika kanker payudara telah menyebar dan menekan jaringan di sekitarnya, maka kondisi tersebut bisa menimbulkan gejala nyeri.
3. Kecepatan Pertumbuhan
Kecepatan pertumbuhan juga merupakan salah satu faktor yang membedakan tumor payudara jinak dengan kanker payudara. Tumor adalah jaringan abnormal yang bersifat jinak sehingga tidak berkembang dengan cepat dan memiliki ukuran yang relatif sama dari waktu ke waktu. Berbeda dengan tumor jinak, kanker adalah tumor yang bersifat ganas sehingga dapat tumbuh secara agresif, bahkan bisa menyebar ke jaringan tubuh lainnya.
4. Karakteristik Benjolan
Umumnya, bentuk dan tepian dari benjolan tumor jinak pada payudara dapat diraba menggunakan tangan dan terasa dengan jelas. Benjolan tumor jinak juga memiliki tekstur yang kenyal atau lunak dan dapat digerakkan dengan mudah karena tidak melekat pada jaringan di sekitarnya.
Sementara itu, tepian dari benjolan akibat kanker payudara cenderung terasa tidak jelas dan memiliki permukaan yang tidak rata. Benjolan tersebut juga bertekstur lebih keras dan sulit digerakkan karena melekat erat pada jaringan payudara.
5. Tekstur Kulit di Sekitar Payudara
Perbedaan kanker dan tumor payudara jinak berikutnya terlihat dari struktur kulit di sekitar payudara. Tumor jinak pada payudara umumnya tidak menyebabkan perubahan bentuk ataupun tekstur kulit pada payudara.
Sebaliknya, kanker payudara dapat menyebabkan pori-pori kulit payudara melebar sehingga membuat teksturnya menyerupai kulit jeruk. Selain itu, gejala lainnya dari kanker payudara berupa luka di payudara yang tidak kunjung sembuh dan terdapat semacam cekungan atau tarikan di kulit payudara.
6. Prognosis
Perbedaan tumor payudara jinak dengan kanker payudara juga dapat dilihat dari prognosisnya. Prognosis adalah prediksi perkembangan suatu penyakit. Tumor payudara yang tidak ganas biasanya cenderung memiliki prognosis yang baik. Menurut jurnal yang dipublikasi di StatPearls, prognosis kanker payudara biasanya baik pada stadium awal dan semakin memburuk seiring dengan progresivitas penyakit jika tidak ditangani dengan baik.
7. Penanganan
Perbedaan selanjutnya dapat dilihat dari cara mengobati tumor payudara jinak dan kanker payudara. Pada pasien dengan tumor payudara jinak, dokter mungkin meresepkan obat atau menyarankan pasien untuk menjalani operasi pengangkatan tumor jika ditemukan kondisi tertentu yang dapat meningkatkan risiko kanker.
Sementara itu, penanganan kanker payudara biasanya disesuaikan dengan stadiumnya. Secara umum, cara mengobati kanker payudara meliputi tindakan bedah, terapi radiasi, kemoterapi, terapi hormon, terapi target, dan imunoterapi.
Itulah penjelasan mengenai perbedaan tumor dan kanker payudara yang perlu Anda ketahui. Namun, penting untuk dipahami bahwa informasi dalam artikel ini hanya bersifat edukatif sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter secara langsung.
Deteksi dini merupakan kunci untuk mewaspadai gejala kanker payudara. Karenanya, penting untuk melakukan pemeriksaan payudara secara mandiri (SADARI) maupun dengan melakukan ultrasonography (USG) Payudara/Mammae jika memiliki keluhan terkait payudara. Selain itu, wanita di atas 40 tahun sangat disarankan untuk menjalani pemeriksaan Mamografi secara rutin setiap tahunnya.
Apabila Anda atau kerabat Anda mengalami sejumlah gejala berupa benjolan pada payudara, perubahan tekstur kulit payudara, hingga perubahan kondisi puting, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Onkologi di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis dan saran penanganan yang tepat.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cancer.gov (National Cancer Institute). Breast Cancer Treatment (PDQ®)–Patient Version. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Benign Breast Disease. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Breast Cancer: Symptoms and Causes. Diakses pada 2025 | NCBI Bookshelf. Benign Breast Disease. Diakses pada 2025 | PubMed Central (PMC). Breast Cancer Screening: A Review With a Focus on the Eastern Mediterranean Region. Diakses pada 2025 |




