Begini Tahapan Perkembangan Otak Anak & Cara Optimalkannya
Ibu dan Anak

Begini Tahapan Perkembangan Otak Anak & Cara Optimalkannya

22 Oktober 2025 5 menit waktu baca
perkembangan otak anak

Perkembangan otak manusia dimulai sejak dirinya berada dalam kandungan, tepatnya di minggu ke-3 hingga minggu ke-4 setelah terjadi pembuahan. Setelah bayi dilahirkan, otak akan terus mengalami perkembangan hingga usia remaja. Namun, seperti apa tahapan perkembangan otak anak dari masa ke masa? Untuk mengenal tahapan sekaligus cara mengoptimalkan perkembangan otak anak selengkapnya, mari simak artikel berikut ini.

 

Tahapan Perkembangan Otak Anak

 

Pada masa kanak-kanak, proses perkembangan otak akan terjadi melalui beberapa tahap, mulai dari saat janin masih berada di dalam kandungan, saat bayi lahir, usia 0–1 tahun, usia 2–3 tahun, usia 5 tahun, hingga usia remaja. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Janin di Dalam Kandungan

 

Otak pada dasarnya mulai terbentuk sejak janin masih berada di dalam kandungan. Pada tahapan ini, alur saraf akan mulai menutup menjadi tabung dan membentuk tiga bagian utama dari otak, yaitu otak belakang, tengah dan depan. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, volume otak akan semakin membesar dan terus berkembang untuk membentuk bagian-bagian otak lainnya.

 

Selama proses perkembangan otak, neuron atau sel-sel saraf yang memiliki peran penting dalam fungsi otak juga mulai terbentuk. Pada tahapan ini, diperkirakan ada sekitar 250.000 sel saraf/menit yang mulai terbentuk. Sebagai informasi, semua panca indra biasanya sudah mulai berfungsi sejak janin masih berada di dalam kandungan. Karena hal ini, semua rangsangan yang diterima dari luar juga dapat memengaruhi proses perkembangan otak janin.

 

2. Saat Bayi Lahir

 

Bayi baru lahir umumnya sudah memiliki sekitar 1 miliar sel saraf. Jumlah tersebut hampir mendekati total neuron otak yang dimiliki manusia selama hidupnya. Hal inilah yang membuat ukuran otak bayi baru lahir sudah mencapai sekitar 60% dari ukuran otak orang dewasa. Kendati demikian, sel-sel saraf di dalam otak bayi ini masih belum terhubung dengan baik.

 

Selain itu, otak bayi baru lahir juga masih memiliki kadar mielin yang sedikit. Mielin merupakan pembungkus yang menyelubungi akson (serat panjang), memberikan nutrisi ke akson, serta mendukung fungsi akson dalam menghantarkan impuls listrik atau rangsangan dari badan sel saraf ke sel saraf lainnya. Oleh karena mekanisme tersebut, proses pengolahan informasi di dalam otak bayi cenderung berjalan lebih lambat jika dibandingkan orang dewasa.

 

3. Usia 0–1 Tahun

 

Proses tumbuh kembang otak bayi kemudian dilanjutkan pada tahun pertama kehidupan atau saat berusia 0–1 tahun. Di tahap ini, korteks serebral akan membentuk koneksi antarsel saraf (sinaps) yang berfungsi untuk mengoptimalkan kemampuan fungsi penglihatan, motorik, dan komunikasi anak.

 

Di masa ini, ukuran serebelum (otak kecil) juga akan bertambah hingga mencapai tiga kali lipat jika dibandingkan dengan ukuran sebelumnya. Proses ini dapat membuat kemampuan motorik bayi berkembang semakin pesat. Lalu, pada usia 3 bulan, terjadi perkembangan bagian hippocampus yang berperan penting dalam memproses ingatan atau memori anak. 

 

Perkembangan hippocampus juga dapat membuat bayi semakin mengenal orang tua. Mereka juga akan mulai mengekspresikan perasaan mereka melalui berbagai macam gerakan dan suara, seperti berteriak, menangis, atau tersenyum. Ketika menginjak usia 6 bulan, otak bayi akan mulai mengalami perkembangan dengan membentuk hubungan antarpanca indra. Proses ini juga akan menjadi momen awal perkembangan kemampuan berbahasa anak.

 

4. Usia 2–3 Tahun

 

Dalam tahap perkembangan otak pada anak usia dini, yaitu sekitar usia 2–3 tahun, akan semakin banyak sinaps atau tempat penghubung sel-sel saraf yang terbentuk hingga mencapai 200%. Hal ini membuat anak mengenal dan memahami lebih banyak kosakata.

 

Ukuran otak anak usia 2–3 tahun juga semakin bertambah hingga mencapai 80% dari ukuran otak orang dewasa. Pada tahap ini, mielin yang membungkus akson di dalam otak juga semakin meningkat sehingga fungsi otak dan kemampuan kognitif anak lebih optimal.

 

5. Usia 5 Tahun

 

Ketika menginjak usia 5 tahun, otak anak memiliki ukuran yang hampir sama dengan ukuran otak orang dewasa. Proses perkembangan otak anak usia 5 tahun juga berjalan semakin pesat. Karena itu, pada tahap ini proses belajar merupakan momen penting yang dapat mendukung perkembangan otak anak.

 

Di samping itu, saat berusia 5 tahun otak anak akan menggunakan glukosa dua kali lebih banyak daripada orang dewasa. Oleh karenanya, penting bagi setiap orang tua untuk memenuhi asupan nutrisi anak sebaik mungkin di usia ini guna mendukung proses perkembangan otaknya.

 

6. Usia Remaja

 

Tahapan perkembangan otak anak selanjutnya dimulai pada usia remaja. Di masa ini, ukuran dan berat otak anak sudah tidak berbeda jauh dengan orang dewasa, meskipun belum matang sepenuhnya. Pada usia remaja, mielin yang membungkus akson juga sudah mencapai masa akhir perkembangannya.

 

Bagian lobus frontal pada otak, terutama korteks prefrontal, pun akan mulai berkembang di usia remaja. Korteks prefrontal merupakan bagian otak yang terakhir berkembang dan berfungsi untuk mengoptimalkan kemampuan fungsi kognitif, seperti mengingat, membuat rencana, memecahkan masalah, atau mengambil keputusan.

 

Namun, karena bagian lobus frontal otak tersebut masih berkembang, anak remaja cenderung mengandalkan bagian dari otak lainnya, yaitu amigdala untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah. Amigdala berkaitan dengan emosi. Hal inilah yang membuat anak remaja cenderung melibatkan emosi dalam mengambil keputusan.

 

Cara Mengoptimalkan Perkembangan Otak Anak

 

Pada dasarnya, tidak ada patokan khusus kapan otak manusia memasuki fase matang sempurna. Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa perkembangan otak telah sempurna pada usia 21–25 tahun. Untuk mengoptimalkan perkembangan otak pada usia tersebut, sangat penting untuk terus menstimulasi proses perkembangannya sejak dini. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu menstimulasi perkembangan otak anak:

 

  • Mengajak anak bermain dan bersosialisasi dengan orang di sekitar.

  • Mengenalkan berbagai jenis musik kepada anak.

  • Mengajak anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar dan wisata alam.

  • Mengajak anak untuk berbicara dan saling berbagi cerita.

  • Memastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup dan berkualitas.

  • Menyediakan menu makanan sehat dengan gizi seimbang untuk anak.

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas hanya bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Jika membutuhkan konsultasi lebih lanjut untuk mendapatkan arahan yang tepat dalam mengoptimalkan perkembangan otak anak, orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatri di Siloam Hospitals terdekat.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail