Kesehatan Tubuh
Ini Pertolongan Pertama Epilepsi yang Perlu Dilakukan

Table of Contents
Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat akibat adanya aktivitas listrik berlebihan pada otak. Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami kejang pada seluruh atau sebagian tubuh secara berulang dan tiba-tiba. Apabila kejang terjadi secara tiba-tiba, terdapat prosedur pertolongan pertama epilepsi yang penting untuk dilakukan. Apa saja itu? Mari simak ulasan mengenai pertolongan pertama epilepsi selengkapnya melalui artikel di bawah ini.
Pertolongan Pertama Epilepsi yang Perlu Dilakukan
Epilepsi adalah kondisi medis yang dapat menimbulkan kejang berulang pada seluruh atau sebagian tubuh. Bahkan, kejang epilepsi dapat muncul secara mendadak tanpa ada pemicu yang jelas. Kejang epilepsi perlu ditangani dengan tepat dan segera agar terhindar dari kondisi yang dapat membahayakan penderitanya, seperti cedera akibat terjatuh, kecelakaan, tenggelam, atau bahkan kematian mendadak.
Untuk menghindari kondisi tersebut, terdapat prosedur pertolongan pertama saat epilepsi kambuh yang bisa dilakukan, yaitu:
1. Memindahkan Penderita Epilepsi ke Tempat yang Aman
Apabila menemukan penderita epilepsi yang mengalami kejang pada tempat berbahaya, seperti di tengah jalan raya, usahakan untuk tetap tenang dan segera pindahkan tubuhnya ke tempat yang aman secara perlahan.
Perhatikan pula benda-benda yang berada di sekitar penderita epilepsi, segera singkirkan benda tajam yang berbahaya atau berpotensi melukai penderita epilepsi untuk menghindari risiko cedera serius. Selain itu, minta orang-orang di sekitar untuk menjauh agar penderita epilepsi memiliki ruang untuk bernapas yang cukup.
2. Melindungi Kepala
Salah satu prosedur pertolongan pertama epilepsi yang penting dilakukan adalah melindungi kepala penderita epilepsi dari benturan agar terhindar dari risiko cedera kepala. Cara ini bisa dilakukan dengan meletakkan bantal atau tumpukan pakaian pada kepala penderita epilepsi.
Selain itu, baringkan tubuh penderita epilepsi dalam posisi miring secara perlahan. Hal ini bertujuan untuk membantu membuka jalan napas serta menghindari risiko tersedak air liur atau muntah.
3. Melonggarkan Pakaian
Melonggarkan pakaian, terutama pada bagian leher, juga menjadi salah satu upaya pertolongan pertama pada pasien epilepsi yang penting untuk dilakukan. Cara ini dilakukan agar penderita epilepsi dapat bernapas dengan mudah saat mengalami kejang.
4. Memperhatikan Durasi Kejang
Pertolongan pertama epilepsi berikutnya adalah dengan memperhatikan durasi kejang. Hal ini penting dilakukan untuk membantu menentukan apakah penderita epilepsi tersebut memerlukan bantuan tambahan segera atau tidak.
Apabila kejang terjadi pada anak-anak berlangsung lebih dari 5 menit, kejang terjadi lagi setelah kejang pertama, penderita tetap tidak sadar setelah kejang berhenti, dan terjadi cedera saat kejang berlangsung, segera hubungi tenaga medis terdekat guna memperoleh penanganan epilepsi yang tepat.
5. Tidak Memasukkan Benda Asing ke Dalam Mulut Penderita Epilepsi
Hindari memasukkan makanan, minuman, obat, atau benda apapun ke dalam mulut penderita epilepsi saat mengalami kejang. Pasalnya, hal tersebut justru berisiko menyebabkan kerusakan gigi dan gusi hingga mengakibatkan tersedak yang dapat memicu gagal napas.
Penting pula untuk tidak menahan atau mengekang tubuh penderita epilepsi selama kejang berlangsung. Sebab, hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya cedera yang dapat berakibat fatal, seperti perdarahan hingga patah tulang.
Tindakan Medis untuk Menangani Epilepsi
Setelah melakukan prosedur pertolongan pertama epilepsi, disarankan untuk segera membawa penderita epilepsi ke rumah sakit terdekat guna memperoleh diagnosis dan penanganan medis yang tepat. Umumnya, dokter dapat menindaklanjuti pasien epilepsi melalui sejumlah tindakan medis, seperti:
1. Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu tindakan medis yang penting dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis epilepsi. Apabila pasien epilepsi dalam keadaan sadar, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui keluhan, obat-obatan yang sedang atau sebelumnya dikonsumsi, serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga.
Selain itu, untuk memastikan diagnosis epilepsi, dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti:
- Tes darah.
- Electroencephalogram (EEG), yaitu prosedur pemeriksaan untuk memeriksa aktivitas listrik pada otak.
- Magnetic Resonance Imaging atau MRI otak.
- CT Scan otak.
2. Pemberian Obat-obatan
Apabila pasien telah didiagnosis menderita epilepsi, dokter dapat memberikan obat antikejang untuk mengendalikan atau mengurangi frekuensi kejang. Jenis obat-obatan yang kerap digunakan untuk menangani epilepsi adalah:
- Asam valproate.
- Levetiracetam.
- Carbamazepine.
- Lamotrigine.
- Dan lain-lain.
Pasien yang sedang hamil, merencanakan kehamilan, memiliki riwayat penyakit ginjal dan hati, memiliki riwayat alergi terhadap obat-obatan tertentu, dan sebagainya wajib memberitahukan kondisi-kondisi tersebut pada dokter.
3. Tindakan Operasi
Apabila obat-obatan tidak efektif untuk meredakan kejang epilepsi, dokter dapat menindaklanjutinya dengan prosedur operasi, seperti:
- Deep brain stimulation (DBS), yaitu tindakan medis yang dilakukan dengan memasang alat khusus (elektroda) di otak untuk menyeimbangkan aktivitas listrik di dalam otak.
- Tindakan pembedahan untuk mengangkat bagian otak yang menyebabkan kejang. Namun, sebelum melakukan tindakan pembedahan ini, perlu dipastikan bahwa pengangkatan bagian otak tersebut tidak akan mengganggu fungsi vital, seperti fungsi penglihatan, pendengaran, atau kemampuan berbicara atau berkomunikasi.
Itu dia sejumlah prosedur pertolongan pertama epilepsi yang dapat dilakukan. Untuk penanganan lebih lanjut, segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh tindakan medis yang tepat dan sesuai kondisi tubuh.
Praktis, Anda dapat menemukan informasi jadwal serta buat janji temu dengan dokter Siloam Hospitals melalui fitur Cari Dokter. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda untuk mengakses semua layanan kesehatan dari Siloam Hospitals. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. I G A M Riantarini, Sp.N
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Subspesialis Epilepsi dan Neurofisiologi Klinis
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini






