Senam Kegel untuk Wanita Menopause dengan Inkontinensia Urine
Ibu dan Anak

Senam Kegel untuk Wanita Menopause dengan Inkontinensia Urine

29 Agustus 2025 4 menit waktu baca
senam kegel untuk wanita menopause

 

Menopause merupakan fase yang normal bagi setiap wanita. Ketika memasuki masa menopause, artinya sistem reproduksi wanita sudah tidak aktif lagi. Dengan kata lain, wanita tidak akan menstruasi ataupun hamil. Senam kegel sering kali disarankan guna mengatasi gejala-gejala yang timbul saat memasuki masa menopause, seperti inkontinensia urine. Mari simak ulasan selengkapnya mengenai senam kegel untuk wanita menopause di bawah ini. 

 

Senam Kegel untuk Wanita Menopause dengan Kondisi Inkontinensia Urine, Apakah Efektif?

 

Sebagai informasi, inkontinensia urine adalah salah satu masalah yang umum terjadi pada wanita menopause. Kondisi ini terjadi ketika kontrol otot dasar panggul terganggu sehingga penderitanya kesulitan menahan buang air kecil. Akibatnya, penderitanya sering kali ingin buang air kecil secara tiba-tiba dan terus-menerus, bahkan mengompol saat batuk atau bersin.

 

Inkontinensia urine bisa berdampak negatif pada kualitas hidup dalam banyak aspek, seperti aktivitas fisik, interaksi sosial, serta kesehatan seksual dan psikologis. Lantas, apakah melakukan senam kegel efektif untuk menangani inkontinensia urine pada wanita menopause?

 

Secara umum, senam kegel dinilai efektif untuk membantu mengurangi gejala inkontinensia urine. Berdasarkan jurnal berjudul The Effect of Eight-Week Kegel Exercise on Quality of Life in Postmenopausal Females with Urinary Incontinence menyebutkan bahwa senam kegel dapat memperkuat otot-otot dasar panggul, meningkatkan kontrol kandung kemih, dan mencegah kebocoran urine.

 

Jurnal lain berjudul Effect of Kegel's Exercise on Severity of Urinary Incontinence and Quality of Life among Menopausal Women juga menemukan bahwa wanita menopause dengan inkontinensia urine yang melakukan senam kegel menunjukkan tingkat keparahan gejala yang lebih rendah serta memiliki otot dasar panggul lebih kuat, dibandingkan dengan wanita yang tidak melakukan senam kegel.

 

Cara Melakukan Senam Kegel

 

Melihat manfaat senam kegel untuk wanita menopause dengan inkontinensia urine, tidak ada salahnya untuk mencoba aktivitas fisik ini di rumah. Senam kegel sendiri merupakan latihan yang bertujuan untuk memperkuat otot-otot dasar panggul yang menopang kandung kemih, usus, dan vagina. Selain itu, otot-otot ini juga membantu fungsi-fungsi tubuh, seperti buang air kecil, buang air besar, dan fungsi seksual.

 

Senam kegel melibatkan dilakukan dengan mengencangkan dan melepaskan otot-otot di dasar panggul untuk memperkuatnya. Latihan ini juga terbilang cukup praktis karena tidak perlu menggerakkan tubuh secara keseluruhan. Adapun langkah-langkah melakukan senam kegel adalah sebagai berikut:

 

  • Mengencangkan otot panggul seperti sedang menghentikan aliran urine saat buang air kecil. Tahan posisi ini selama 5 detik. Ketika dalam posisi ini, usahakan tetap bernapas dan hindari mengencangkan otot perut, paha, ataupun bokong.

  • Jika sudah terbiasa dengan gerakannya, tingkatkan durasi untuk mengencangkan otot panggul, setidaknya selama 5–10 detik.

  • Ulangi gerakan ini sebanyak 10 kali setiap sesi dan 3 kali sehari.

 

Gerakan ini umumnya tidak terasa menyakitkan. Bila merasakan nyeri pada perut, punggung bawah, atau kepala setelah melakukan senam kegel, Anda mungkin menahan napas atau mengepalkan otot yang salah. Jika terus merasakan sakit setelah melakukan beberapa percobaan, sebaiknya konsultasikan dengan ahli agar mendapatkan bantuan.

 

Cara Mengatasi Perubahan yang Terjadi Selama Menopause

 

Memasuki masa menopause, tubuh wanita akan mengalami perubahan hormon yang dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti hot flashes, vagina kering, dan nyeri saat berhubungan intim (dispareunia). Terapi hormon estrogen atau progesteron, baik secara tunggal maupun kombinasi, dapat membantu meredakan gejala-gejala tersebut.

 

Namun, terapi hormon cenderung memiliki efek samping sehingga mungkin tidak cocok untuk sebagian wanita. Penting untuk berdiskusi dengan dokter guna mengetahui manfaat dan efek samping terapi ini. Kemudian, untuk mengatasi masalah seperti hubungan seksual yang terasa nyeri, disarankan menggunakan pelumas saat berhubungan seksual.

 

Selanjutnya, guna mengatasi ketidaknyamanan pada vagina dan vulva akibat pengeringan jaringan, disarankan menggunakan pelembap vagina. Selain itu, mengoleskan estrogen topikal ke vagina juga dapat membantu meningkatkan kelembapan serta sensitivitas vagina.

 

Hal yang tidak kalah penting untuk dilakukan lainnya adalah menerapkan gaya hidup sehat, seperti berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan sehat, dan tetap terlibat dalam kegiatan bersama teman atau orang yang dicintai untuk menjaga suasana hati.

 

Itulah penjelasan mengenai senam kegel untuk wanita menopause yang perlu dipahami. Namun, informasi ini sekadar untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran dari dokter. Dokter mungkin perlu melakukan evaluasi apakah aktivitas ini tepat untuk pasien, terutama dengan kondisi medis tertentu.

 

Apabila ingin berkonsultasi terkait masalah menopause, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisi tubuh.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

MedlinePlus. Aging changes in the female reproductive system. Diakses pada 2024 | International Journal of Novel Research in Healthcare and Nursing. Effect of Kegel's Exercise on Severity of Urinary Incontinence and Quality of Life among Menopausal Women. Diakses pada 2024 | Elderly Health Journal. The Effect of Eight-Week Kegel Exercise on Quality of Life in Postmenopausal Females with Urinary Incontinence. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Kegel Exercises. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail