Kesehatan Tubuh
Sindrom Kaki Gelisah - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

Table of Contents
Sindrom kaki gelisah atau restless legs syndrome (RLS) adalah suatu kondisi ketika seseorang mempunyai keinginan sangat kuat untuk menggerakkan kaki. Hal ini biasanya didorong oleh rasa tidak nyaman pada kaki. Lantas, apa penyebab sindrom kaki gelisah? Bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Sindrom Kaki Gelisah (Restless Legs Syndrome)?
Seperti yang sudah dijelaskan, sindrom kaki gelisah atau restless legs syndrome (RLS) adalah suatu kondisi ketika muncul keinginan yang kuat untuk menggerakkan kaki saat sedang beristirahat. Gejala RLS kerap muncul saat tubuh sedang beristirahat di malam hari. Tentunya, hal ini bisa memengaruhi kualitas tidur. Kondisi ini juga dapat bertambah buruk saat tertidur yang disebut dengan periodic leg movements of sleep.
RLS mungkin terjadi pada sekitar 5–15% populasi. Gejala sindrom ini bisa terjadi sebelum usia 45 tahun (early onset) dan berkembang secara perlahan. Namun, RLS juga dapat timbul ketika seseorang berusia di atas 45 tahun (late onset) dengan perkembangan penyakit yang cepat. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada perempuan dibandingkan laki-laki.
Penyebab Sindrom Kaki Gelisah
Terdapat dua jenis sindrom kaki gelisah, sindrom kaki gelisah primer dan sindrom kaki gelisah sekunder. RLS primer disebabkan karena adanya kelainan pada sistem saraf pusat. Pada sebagian besar kasus, tidak diketahui secara pasti apa penyebab dari sindrom kaki gelisah, disebut juga sebagai idiopatik. Namun, penyakit idiopatik ini mungkin bersifat diturunkan pada 25–75% pasien.
Pasien dengan RLS tipe familial (diturunkan dari orang tuanya) cenderung terjadi di usia awal (<45 tahun) dengan perkembangan penyakit yang lebih lambat. Faktor kejiwaan, stres, dan kelelahan juga dapat memperburuk gejala RLS.
Selain itu, terdapat dugaan bahwa kondisi ini juga dipengaruhi oleh ketidakseimbangan senyawa kimiawi dopamin di otak. Pasalnya, dopamin berperan sebagai pengirim pesan untuk mengontrol pergerakan otot.
Pada kasus sindrom kaki gelisah sekunder, terdapat kondisi lain yang mendasari terjadinya hal tersebut, yaitu:
-
Defisiensi zat besi.
-
Penggunaan obat-obatan, seperti antihistamin, antidepresan, dan antimual.
-
Kehamilan. Beberapa orang mengalami RLS saat hamil, terutama pada trimester terakhir.
-
Kondisi medis tertentu yang mendasari, seperti:
-
Peripheral neuropathy (kerusakan pada sistem saraf perifer atau sistem saraf tepi).
-
Gangguan tulang belakang.
-
Diabetes melitus.
Gejala Sindrom Kaki Gelisah
Keinginan yang kuat untuk menggerakkan kaki itu sendiri merupakan gejala utama dari sindrom kaki gelisah, umumnya dipicu oleh ketidaknyamanan dan tanpa adanya rasa sakit. Di samping itu, kondisi ini juga bisa disertai dengan berbagai gejala lain, di antaranya sebagai berikut:
-
Keinginan muncul ketika sedang berbaring atau duduk dalam waktu yang lama, misalnya saat di mobil, pesawat terbang, ruang rapat, atau bioskop.
-
Merasa lega setelah melakukan gerakan, seperti menggoyang-goyangkan kaki atau berjalan mondar-mandir.
-
Gejala semakin memburuk di malam hari.
-
Kaki berkedut di malam hari.
Orang dengan sindrom kaki gelisah menggambarkan gejala RLS sebagai perasaan yang tidak nyaman di tungkai atau kaki yang biasanya terjadi di kedua sisi tubuh. Namun, terkadang perasaan RLS sulit dijelaskan. Orang dengan RLS biasanya tidak menggambarkan kondisinya sebagai kram otot atau mati rasa.
Diagnosis Sindrom Kaki Gelisah
Dalam mendiagnosis sindrom kaki gelisah, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik guna meninjau gejala tersebut.
Dikarenakan tidak ada tes yang khusus digunakan untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter biasanya merekomendasikan pemeriksaan neurologi seperti pemeriksaan otot yaitu EMG (electromyography), serta pemeriksaan lainnya seperti tes darah dan kadar zat besi guna menyingkirkan kondisi lain dan memastikan penyebab dari RLS.
Dokter mungkin juga akan merekomendasikan pasien untuk menjalani overnight sleep study menggunakan polisomnografi untuk mengevaluasi frekuensi terjadinya gerakan kaki saat tidur dan melihat karakteristik pola tidur.
Untuk menegakkan diagnosis RLS, dokter juga akan mencocokkan gejala yang pasien alami dengan kriteria Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th edition (DSM-V), yaitu:
-
Pasien memiliki keinginan atau dorongan kuat dan mendesak untuk menggerakkan kaki, biasanya dipicu oleh sensasi tidak nyaman atau tidak menyenangkan.
-
Pasien merasakan kelegaan sebagian atau seluruhnya saat menggerakkan kaki.
-
Gejala menjadi lebih buruk atau hanya terjadi pada sore atau malam hari.
-
Gejala di atas terjadi paling tidak 3x seminggu selama 3 bulan berturut turut.
-
Gejala di atas tidak disebabkan oleh gangguan mental atau medis lain.
-
Gejala di atas tidak disebabkan oleh efek fisiologis dari penyalahgunaan obat atau pengobatan tertentu.
-
Gejala tersebut dapat mengganggu kualitas dan fungsi hidup pasien.
Cara Mengatasi Sindrom Kaki Gelisah
Pengobatan sindrom kaki gelisah biasanya mencakup obat-obatan yang bisa diminum di rumah untuk meredakan gejala. Bila terdapat kondisi lain yang mendasari munculnya keinginan untuk menggerakkan kaki, dokter akan menyarankan pasien menjalani pengobatan untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya terlebih dahulu.
Jika kondisi RLS tidak berkaitan dengan kondisi tertentu, pengobatan akan berfokus pada perubahan gaya hidup, seperti menghindari konsumsi kafein, antidepresan, antipsikotik, serta olahraga rutin dan fisioterapi untuk mengurangi gejala. Namun, bila cara tersebut tidak efektif, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan, seperti:
-
Obat yang membantu meningkatkan dopamin di otak, seperti rotigotine, pramipexole, dan ropinirole.
-
Obat-obatan yang memengaruhi saluran kalsium, seperti gabapentin, gabapentin enacarbil, dan pregabalin.
-
Obat-obatan untuk merilekskan otot dan membantu tidur lebih nyenyak di malam hari.
-
Obat opioid, untuk meredakan gejala serius.
Perlu diketahui, dalam penanganan sindrom kaki gelisah, mungkin akan diperlukan beberapa kali percobaan untuk menemukan obat yang tepat atau kombinasi obat yang paling cocok bagi masing-masing pasien.
Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili sindrom kaki gelisah. Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals agar mendapatkan diagnosis yang akurat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







