Mengenal 5 Stadium Parkinson yang Perlu Diketahui
Kesehatan Tubuh

Mengenal 5 Stadium Parkinson yang Perlu Diketahui

04 Juni 2025 5 menit waktu baca
Stadium Parkinson

 

Penyakit Parkinson adalah gangguan neurologis progresif yang memengaruhi sistem gerak tubuh. Penyakit ini berkembang secara bertahap dan ditandai dengan gejala utama seperti tremor atau gerakan gemetar tanpa disadari, kekakuan otot, lambatnya gerakan (bradikinesia), serta gangguan keseimbangan.

 

Karena sifatnya yang progresif, penting bagi pasien, keluarga, dan tenaga medis untuk memahami stadium Parkinson agar dapat merencanakan penanganan yang tepat sesuai kondisi masing-masing pasien. Mari pahami tahapan atau stadium Parkinson dalam artikel berikut.

 

Apa Itu Stadium Penyakit Parkinson?

 

Stadium Parkinson adalah tahapan perkembangan penyakit Parkinson yang ditandai dengan gejala tertentu. Stadium Parkinson biasanya dijelaskan melalui sistem Hoehn and Yahr, yaitu skala klinis yang digunakan untuk mengukur tingkat keparahan gejala motorik. Skala ini membagi perkembangan penyakit menjadi lima stadium, mulai dari gejala ringan hingga kondisi yang memerlukan perawatan penuh. Berikut penjelasannya.

 

1. Stadium 1 – Gejala Ringan di Satu Sisi Tubuh

 

Pada tahap awal, gejala penyakit Parkinson biasanya masih sangat ringan dan hanya muncul di satu sisi tubuh (unilateral). Misalnya, tremor yang hanya terjadi di tangan kanan atau kiri saat beristirahat. Perubahan postur, gaya berjalan, dan ekspresi wajah yang menjadi datar juga mulai terlihat. 

 

Pada stadium Parkinson pertama ini, penderita umumnya masih bisa beraktivitas seperti biasa tanpa hambatan berarti, bahkan sering kali belum menyadari gejala tersebut sebagai tanda awal Parkinson.

 

2. Stadium 2 – Gejala di Kedua Sisi Tubuh

 

Memasuki stadium kedua, gejala penyakit Parkinson mulai dirasakan di kedua sisi tubuh (bilateral), seperti kekakuan otot dan tremor yang muncul di kedua tangan. Gerakan tubuh menjadi lebih lambat, dan ekspresi wajah semakin berkurang. 

 

Meskipun keseimbangan masih terjaga, penderita biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan aktivitas harian. Stadium kedua ini merupakan transisi penting karena gejala mulai memengaruhi rutinitas harian.

 

3. Stadium 3 – Gangguan Keseimbangan dan Risiko Jatuh

 

Stadium ketiga menandai fase menengah dari penyakit Parkinson. Pada tahap ini, umumnya gangguan keseimbangan mulai lebih terlihat. Contohnya, penderita bisa jadi lebih mudah terjatuh saat berdiri atau berbalik badan. 

 

Di tahap ini, refleks tubuh juga mulai menurun, meski pasien masih bisa hidup mandiri dengan beberapa penyesuaian. Selain itu, risiko kecelakaan dalam melakukan aktivitas sehari-hari pun meningkat, sehingga diperlukan pemantauan yang lebih intensif.

 

4. Stadium 4 – Kemampuan Bergerak Sangat Terbatas

 

Di tahap ini, gejala motorik sudah semakin memburuk secara signifikan. Pasien mulai membutuhkan bantuan dalam menjalani aktivitas harian, seperti mandi, berpakaian, atau makan. Tubuh cenderung membungkuk, dan gerakan tubuh menjadi sangat lambat.

 

Meskipun masih dapat berdiri atau berjalan, biasanya dibutuhkan alat bantu jalan seperti tongkat atau walker untuk menjaga keselamatan. Pada titik ini, pasien akan kesulitan untuk bisa hidup mandiri sepenuhnya.

 

Stadium 5 – Ketergantungan Penuh

 

Stadium kelima merupakan fase paling berat dalam perjalanan penyakit Parkinson. Pasien umumnya sudah tidak mampu berdiri atau berjalan tanpa bantuan, bahkan sering kali harus terbaring di tempat tidur atau duduk di kursi roda sepanjang waktu.

 

Kekakuan otot yang ekstrem serta kelemahan fisik membuat hidup penderita sangat bergantung pada caregiver (pengasuh), baik perawat maupun anggota keluarga. Pada tahapan akhir penyakit Parkinson ini, kualitas hidup pasien sangat membutuhkan perawatan suportif dan dukungan emosional.

 

Diagnosis Penyakit Parkinson

 

Diagnosis penyakit Parkinson dilakukan oleh dokter spesialis saraf (neurolog) melalui wawancara medis (anamnesis) dengan pasien, serta pemeriksaan fisik dan neurologis. Beberapa tes yang mungkin dilakukan untuk mendukung diagnosis Parkinson meliputi:

 

  • Pemeriksaan fisik dan neurologis: Untuk menilai fungsi koordinasi, refleks, dan kemampuan motorik dan kognitif.

  • Uji respons tubuh terhadap obat Parkinson dosis rendah: Jika gejala membaik setelah pemberian obat, hal ini dapat memperkuat diagnosis.

  • Tes darah: Untuk membantu menyingkirkan kemungkinan penyakit lain dengan gejala serupa.

  • Pencitraan otak: Seperti MRI, USG otak, dan PET scan untuk mengevaluasi struktur dan fungsi otak.

  • Pemindaian DAT (dopamine transporter SPECT scan): Guna melihat aktivitas dopamin di otak, serta membantu membedakan tipe Parkinson. Namun, sebagian besar pasien tidak memerlukan pemeriksaan DAT scan untuk memastikan diagnosis.

  • Tes alpha-synuclein: Mendeteksi keberadaan protein abnormal khas Parkinson pada cairan tulang belakang atau kulit. Kendati demikian, pemeriksaan ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. 

  • Tes genetik: Jika ada riwayat keluarga atau gejala muncul pada usia muda.

 

Penanganan dan Harapan Hidup

 

Hingga saat ini, belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit Parkinson sepenuhnya. Namun, berbagai metode penanganan mampu memperlambat perburukan gejala dan meningkatkan kualitas hidup seseorang dengan Parkinson.

 

Beberapa metode penanganan yang umum diberikan antara lain:

 

  • Obat-obatan, seperti levodopa, yang membantu menggantikan dopamin di otak dan meredakan gejala motorik, seperti tremor, kekakuan, dan gerakan yang melambat.

  • Terapi fisik, untuk menjaga kelenturan otot dan memperbaiki keseimbangan.

  • Terapi okupasi, membantu melatih pasien dalam menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

  • Terapi wicara, jika pasien mengalami gangguan dalam berbicara atau menelan.

  • Dukungan nutrisi dan psikologis, agar pasien tetap sehat secara fisik dan mental.

  • Prosedur bedah, seperti deep brain stimulation (DBS) dan gamma knife surgery pada kasus tertentu.

 

Penyakit Parkinson adalah kondisi yang berkembang secara bertahap dan memengaruhi banyak aspek kehidupan penderitanya. Dengan memahami tahapan-tahapan penyakit ini, baik pasien maupun keluarga bisa lebih siap menghadapi perubahan yang terjadi dan memilih perawatan yang paling sesuai.

 

Sebagai informasi, informasi yang terdapat dalam artikel hanya ditujukan sebagai edukasi dan tidak dapat menggantikan konfirmasi diagnosis dari tenaga medis profesional. Oleh karenanya, jika Anda atau orang terdekat mulai merasakan gejala seperti tremor, kekakuan otot, atau gangguan keseimbangan, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat

 

Diagnosis dan penanganan sejak dini sangat penting untuk memperlambat perburukan penyakit dan merencanakan perawatan yang tepat berdasarkan stadium Parkinson yang dialami.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu, serta memantau hasil pemeriksaan secara online. Unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati kemudahan dalam perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS). Parkinson’s Disesase. Diakses pada 2025 | Parkinson’s Foundation. Stages of Parkinson’s Disease. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Parkinson’s Disease - Diagnosis Treatment. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-frandy-susatia-sps-rvt

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Frandy Susatia, Sp.N, RVT, RPNI, FNIS, FMD, CIPS, COMSK, DABRM

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail