Kenali Ciri-ciri Stroke pada Anak dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Kenali Ciri-ciri Stroke pada Anak dan Cara Mengatasinya

20 Januari 2026 5 menit waktu baca
ciri-ciri stroke pada anak

 

Memastikan si kecil selalu sehat adalah kewajiban utama para orang tua. Untuk itu, pemeriksaan kesehatan rutin perlu dilakukan pada usia-usia tertentu, sehingga jika ada sesuatu yang janggal dalam tumbuh kembangnya dapat segera ditangani sedini mungkin, termasuk gejala stroke pada anak. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai stroke pada anak, simak artikel berikut ini.

 

Stroke pada Anak

 

Tidak hanya pada orang dewasa, stroke juga dapat menyerang anak-anak, utamanya karena faktor keturunan atau karena adanya kelainan pada pembuluh darah atau cacat bawaan sejak lahir, misalnya aneurisma aorta. Memang tidak banyak kasus mengenai anak yang menderita stroke, namun mengenali ciri-ciri stroke pada anak dapat membantu orang tua menjadi siaga dan tidak bingung menanganinya jika mengalami kondisi tersebut. 

 

Pertolongan awal stroke yang segera diberikan juga bisa memberikan peluang lebih besar agar si kecil dapat diselamatkan atau mengurangi risiko tinggi terkena masalah kesehatan jangka panjang, misalnya kecacatan atau gangguan fungsi tubuh. Oleh karena itu, memahami tanda-tanda stroke pada anak dan mengetahui langkah pertolongan pertama sangatlah penting untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan medis secepat mungkin.

 

Ciri-Ciri Stroke pada Anak

 

Ciri-ciri stroke pada anak sebenarnya hampir sama dengan gejala pada orang dewasa. Namun, terkadang orang tua tidak menyadari bahwa gejala yang sedang dialami oleh si kecil merupakan gejala awal anak menderita stroke. Berikut beberapa gejala stroke pada anak yang umumnya terjadi: 

 

1. Wajah Tidak Simetris

 

Salah satu ciri yang paling terlihat adalah kondisi wajah tidak simetris. Anak jadi sulit untuk tersenyum atau menggerakkan salah satu sisi wajahnya karena terasa kaku atau mati rasa. Jika si kecil mengalami ciri seperti ini, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih awal agar tidak menjadi semakin parah dan juga dapat diketahui penyebab dari gejala tersebut.

 

2. Kejang

 

Ciri-ciri stroke pada anak selanjutnya adalah kejang yang terjadi secara tiba-tiba. Meskipun kondisi ini tidak selalu terjadi, orang tua wajib mewaspadai setiap episode kejang, terutama jika disertai dengan gejala lain seperti kelemahan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, atau perubahan kesadaran. Jika anak mengalami kejang tanpa riwayat epilepsi atau penyebab yang jelas, segera cari pertolongan medis untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

 

3. Hilang Keseimbangan Tubuh

 

Kondisi ini dapat dialami oleh penderita stroke, baik orang dewasa maupun anak-anak, yang biasanya ditandai dengan kesulitan berjalan akibat kehilangan keseimbangan atau ketidakmampuan untuk berdiri dengan stabil. 

 

Selain itu, anak yang mengalami stroke mungkin juga menunjukkan koordinasi tubuh yang buruk, sering terjatuh tanpa sebab yang jelas, atau mengalami kelemahan pada salah satu sisi tubuh. Jika gejala ini muncul secara tiba-tiba, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

 

4. Tumbuh Kembang Terhambat

 

Ciri-ciri stroke pada anak juga bisa ditandai dengan terhambatnya tumbuh kembang si kecil. Sebagai orang tua, Anda perlu memantau perkembangan anak secara rutin untuk dapat mengetahui apakah perkembangan si kecil berjalan dengan normal atau malah sebaliknya. Memeriksakan si kecil ke dokter secara rutin merupakan cara terbaik untuk mengetahui kondisi tubuhnya.

 

Efek Stroke pada Anak

 

Sama seperti orang dewasa, stroke pun memberikan efek untuk si kecil. Efek stroke pada anak atau remaja sebenarnya bisa hilang secara berangsur-angsur, tergantung dengan kondisi kesehatannya juga gejala awal yang diderita. Berikut adalah beberapa efek stroke pada anak yang dapat timbul.

 

  • Hemiparesis. Kondisi ketika salah satu sisi tubuh mengalami kesemutan atau sulit untuk digerakkan. Kondisi ini tentunya harus segera ditangani agar tidak ada gejala yang berkelanjutan. 

  • Afasia atau kondisi kesulitan berbicara.

  • Hemiplegia. Kondisi lumpuh di salah satu sisi tubuh.

  • Perubahan suasana hati. Ketika anak kehilangan kontrol emosionalnya, hal ini bisa saja berhubungan dengan kejadian stroke yang menyerang bagian otaknya.

 

Cara Mengatasi Stroke pada Anak

 

Penting bagi orang tua untuk mengetahui cara mengatasi stroke pada anak agar mereka bisa memberikan pertolongan pertama dengan baik bila si kecil mengalaminya.

 

1. Pemberian Oksigen

 

Saat terserang stroke, biasanya anak akan kesulitan bernapas. Berikan ruang di sekitarnya agar ia tidak sulit bernapas atau merasa sesak. Setelahnya, segera bawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan oksigen tambahan. Jika gejala stroke termasuk sering terjadi, sebaiknya sediakan tabung oksigen di rumah agar tidak kesulitan memberikan oksigen tambahan jika tidak sempat membawanya ke rumah sakit.

 

2. Transfusi Darah

 

Stroke bisa muncul dengan dimulainya gejala ringan hingga berat. Keparahan dapat terjadi jika pembuluh darah pecah. Kondisi ini membuat si kecil membutuhkan transfusi darah segera agar tidak kehabisan darah.

 

3. Pemberian Obat Sesuai Anjuran Dokter

 

Obat-obatan yang diberikan oleh dokter sebaiknya dikonsumsi secara rutin sesuai dengan anjuran untuk mencegah kekambuhan gejala stroke pada anak. Selain itu, orang tua perlu memastikan anak menjalani pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan seimbang, rutin beraktivitas fisik sesuai anjuran dokter, serta melakukan kontrol medis secara berkala. 

 

Penting untuk dipahami bahwa informasi yang disajikan dalam artikel ini hanya ditujukan sebagai edukasi dan tidak dapat menggantikan saran medis dari dokter. Mengenali ciri-ciri stroke pada anak dan melakukan penanganan dengan segera dapat membantu mengurangi risiko perburukan kondisi serta mencegah komplikasi lebih lanjut. 

 

Oleh karena itu, segera konsultasikan kondisinya dengan Dokter Spesialis Anak (Pediatrik) atau Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat. untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat. Ingat, penanganan stroke dalam 4,5 jam pertama (golden period) sangat penting untuk mencegah kerusakan otak yang lebih parah. Semakin cepat pasien mendapatkan perawatan medis, semakin besar pula pemulihan dicapai secara optimal.

 

Perlu diketahui, setiap pasien mungkin menjalani tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda, tergantung pada fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menyesuaikan langkah pemeriksaan dan perawatan berdasarkan kondisi medis setiap pasien guna memastikan penanganan yang efektif.

 

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala stroke, segera hubungi emergensi stroke di 1-500-911 untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Siloam Hospitals Group menyediakan layanan Stroke Ready Hospitals, yang siap siaga 24 jam untuk memberikan perawatan optimal.

 

Stroke Ready Article Banner

Dokter Kami
dr-rezy-sesareza-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rezy Sesareza Prakarsa, SpN

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Bekasi Timur

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail