Kesehatan Tubuh
5 Gerakan dan Peregangan untuk Terapi Sindrom Piriformis

Table of Contents
Sindrom piriformis dapat menyebabkan rasa nyeri dan kesemutan di beberapa bagian tubuh. Namun, gejala ini bukan berarti membuat penderitanya harus berhenti bergerak atau tidak beraktivitas sama sekali. Justru, penderita disarankan untuk melakukan terapi sindrom piriformis melalui beberapa gerakan peregangan. Mari simak penjelasan selengkapnya tentang gerakan terapi sindrom piriformis di bawah ini.
Macam-Macam Gerakan untuk Terapi Sindrom Piriformis
Sindrom piriformis adalah kondisi ketika otot piriformis, otot yang terletak di area bokong dekat sendi panggul, menekan saraf skiatik (saraf yang membentang dari tulang punggung bagian bawah, bagian dalam otot piriformis, hingga ke paha dan betis kedua kaki) sehingga menyebabkan peradangan.
Sindrom ini sering kali menimbulkan beberapa gejala yang memengaruhi salah satu sisi tubuh bagian bawah, namun bisa juga di kedua sisi tubuh. Beberapa gejala tersebut, di antaranya nyeri di area kelamin, nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia), kesulitan duduk dalam waktu yang lama, kesemutan di area bokong hingga belakang tungkai, dan lain sebagainya.
Sindrom piriformis menjadi penyebab sekitar 0,3% hingga 6% dari semua kasus nyeri punggung bawah (low back pain). Kondisi ini biasanya dialami oleh orang dewasa yang sering duduk terlalu lama, terlebih dengan posisi salah, atau yang menjalani aktivitas olahraga secara berlebihan.
Sebagai langkah pengobatan sindrom piriformis, latihan peregangan yang menargetkan otot piriformis, paha belakang, dan ekstensor pinggul dapat membantu mengurangi gejala nyeri serta meningkatkan rentang gerak di punggung bawah dan daerah panggul.
Terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk meregangkan kelompok otot di atas. Berikut adalah uraian selengkapnya tentang gerakan dan peregangan sebagai terapi sindrom piriformis.
1. Knee-to-Shoulder Piriformis Stretch

Source: Cleveland Clinic
Gerakan terapi sindrom piriformis yang pertama adalah knee-to-shoulder piriformis stretch. Gerakan ini dilakukan dengan membaringkan tubuh secara telentang dengan posisi kaki yang lurus. Lalu, angkat kaki dan tekuk lutut. Kemudian, tarik lutut ke arah bahu menggunakan tangan yang berlawanan, tahan posisi ini selama 30 detik. Ulangi gerakan ini masing-masing tiga kali untuk setiap sisi tubuh dan lakukan dua kali sehari.
2. Ankle-Over-Knee Piriformis Stretch

Source: Cleveland Clinic
Gerakan terapi sindrom piriformis berikutnya adalah ankle-over-knee piriformis stretch. Gerakan ini dimulai dengan berbaring secara telentang dan menekuk kedua lutut. Lalu, silangkan pergelangan kaki di atas lutut yang berlawanan. Kemudian, pegang bagian belakang paha yang yang ditumpangi lutut yang berlawanan.
Selanjutnya, tarik paha secara perlahan ke arah dada, tahan posisi ini selama 30 detik. Ulangi gerakan tersebut di setiap sisinya sebanyak tiga kali. Gerakan peregangan ini dapat dilakukan dua kali sehari.
3. Bridge

Source: Cleveland Clinic
Gerakan terapi sindrom piriformis yang satu ini dilakukan dengan membaringkan tubuh secara telentang dan menekuk kedua lutut sembari mengencangkan otot inti serta mengangkat pinggul dari lantai. Kemudian, tekan bokong di bagian atas, lalu turunkan pinggul kembali ke lantai secara perlahan. Ulangi gerakan ini 10 kali setiap setnya. Lakukan terapi ini 1–2 kali sehari dengan masing-masing sesi sebanyak tiga set.
4. Side leg lifts

Source: Cleveland Clinic
Sama seperti gerakan lainnya, side leg lifts sebenarnya juga dilakukan dengan berbaring, namun dalam posisi miring. Kemudian, pergelangan kaki ditumpuk di atas satu sama lain. Sandarkan kepala di atas bantal atau lengan. Lalu, kencangkan paha bagian atas dan angkat kaki secara perlahan sembari menjaga posisi lutut tetap terkunci.
Setelah itu, turunkan kaki secara perlahan ke posisi semula. Ulangi gerakan ini sebanyak 10 kali per set untuk masing-masing sisi tubuh. Lakukan terapi ini 1–2 kali sehari sebanyak tiga set setiap sesinya.
5. Facedown Leg Raises

Source: Cleveland Clinic
Untuk melakukan terapi sindrom piriformis ini, berbaringlah tengkurap dengan kedua kaki direntangkan. Lalu, kencangkan otot paha dan angkat satu kaki dari lantai. Pastikan kedua lutut tetap terkunci. Kemudian, turunkan kaki secara perlahan ke posisi semula. Ulangi gerakan ini 10 kali di masing-masing sisi. Lakukan terapi ini 1–2 kali sehari sebanyak tiga set setiap sesinya.
Itulah beberapa gerakan terapi sindrom piriformis yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah. Namun penting untuk diketahui bahwa terapi ini dapat menimbulkan reaksi atau efek samping yang berbeda pada masing-masing pasien.
Oleh karenanya, jika memiliki gejala atau keluhan kondisi medis yang berkaitan dengan sindrom piriformis, Anda dapat langsung mengunjungi Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran terapi sindrom piriformis yang tepat sesuai kondisi Anda.
Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait sindrom piriformis dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







