Kesehatan Tubuh
Therapeutic Gastroscopy, Prosedur Diagnostik dan Pengobatan pada Saluran Pencernaan Atas

Table of Contents
Gastroskopi adalah prosedur medis yang memiliki peran penting dalam mendiagnosis dan mengobati berbagai masalah kesehatan pada saluran pencernaan bagian atas. Tak hanya sebagai alat diagnostik, gastroskopi juga dapat digunakan untuk intervensi langsung atau disebut therapeutic gastroscopy.
Tindakan ini mencakup pengangkatan polip, pemberian obat-obatan secara langsung ke dalam saluran cerna, atau hemostasis untuk menghentikan perdarahan. Mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Apa Itu Therapeutic Gastroscopy?
Therapeutic gastroscopy atau terapi gastroskopi adalah suatu prosedur medis untuk tujuan diagnostik dan pengobatan pada berbagai penyakit saluran pencernaan atas, seperti esofagus, lambung, dan bagian atas usus halus. Prosedur gastroskopi menggunakan alat bernama endoskop, yaitu tabung fleksibel yang dilengkapi dengan kamera di ujungnya, untuk dimasukkan ke dalam saluran pencernaan melalui mulut pasien.
Penelitian dalam World Journal of Gastrointestinal Endoscopy (2025) menyebutkan bahwa gastroskopi dalam terapeutik sejatinya memungkinkan dokter untuk melakukan intervensi langsung dengan teknik minimal invasif, sehingga waktu pemulihan kondisi pasien dapat lebih singkat. Bahkan dapat mengurangi kebutuhan operasi besar karena menggabungkan diagnosis dan terapi dalam satu prosedur.
Kondisi Medis yang Membutuhkan Therapeutic Gastroscopy
Beberapa kondisi yang dapat direkomendasikan untuk melakukan prosedur therapeutic gastroscopy di antaranya sebagai berikut.
-
Perdarahan saluran cerna atas.
-
Polip pada saluran cerna atas.
-
Penyempitan saluran cerna atas.
-
Lesi abnormal pada saluran cerna atas.
-
Benda asing yang masuk (tertelan) ke dalam saluran cerna.
Berbagai Prosedur Therapeutic Gastroscopy
Therapeutic gastroscopy mencakup berbagai jenis prosedur terapi yang dapat dilakukan pada saluran pencernaan bagian atas. Beberapa terapi gastroskopi melibatkan intervensi langsung untuk mengatasi masalah kesehatan tertentu, seperti:
1. Esophageal Variceal Ligation (EVL)
Ligasi varises esofagus adalah teknik untuk menghentikan perdarahan dan mencegah pecahnya pembuluh darah pada varises esofagus dengan mengencangkan atau mengikat pembuluh darah. Hal ini diperlukan karena varises di esofagus yang pecah dapat menjadi sangat berbahaya dan menyebabkan perdarahan internal yang serius.
2. Argon Plasma Coagulation
Terapi argon plasma coagulation dapat digunakan untuk mengatasi perdarahan atau lesi pada saluran pencernaan, terutama di esofagus, lambung, dan usus halus bagian atas. Teknik ini melibatkan penggunaan alat yang disebut argon plasma coagulator (APC) yang dapat menghasilkan aliran gas argon yang diaktifkan dengan arus listrik dalam tubuh.
3. Histoacryl Glue Injection
Histoacryl glue injection adalah suatu prosedur medis yang melibatkan penggunaan lem medis (histoacryl) untuk menutup atau menahan area tubuh tertentu, terutama pada bagian tubuh yang sulit dijangkau dengan tindakan konvensional seperti fistula gastrointestinal. Proses pengeringan lem umumnya berlangsung selama beberapa detik hingga menit setelah aplikasi, tergantung pada kondisi dan lokasi di mana lem tersebut digunakan.
4. Stent
Dalam bidang gastroenterologi, stent dapat ditempatkan di saluran pencernaan guna membantu membuka obstruksi atau penyempitan pada saluran tersebut.
5. Polypectomy
Polypectomy adalah suatu prosedur medis yang bertujuan untuk mengangkat polip dari dalam tubuh, khususnya pada dinding organ dalam seperti usus atau lambung. Prosedur ini dianggap sebagai tindakan pencegahan kanker yang efektif untuk menghindari adanya pertumbuhan polip yang mungkin bermutasi atau mengalami perubahan menjadi kanker.
Risiko Therapeutic Gastroscopy
Seperti prosedur medis lainnya, gastroskopi memiliki risiko yang perlu dipahami. Beberapa risiko yang mungkin terjadi selama atau setelah terapeutik gastroskopi antara lain:
-
Infeksi: Meskipun jarang terjadi, terdapat risiko terjadinya infeksi pada area yang diobati setelah prosedur.
-
Perdarahan: Penggunaan endoskop dalam gastroskopi berisiko menyebabkan perdarahan.
-
Iritasi atau nyeri: Beberapa orang mungkin mengalami iritasi atau rasa sakit di area dilakukannya tindakan.
-
Efek samping sistemik: Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, efek samping yang memengaruhi sistem tubuh secara keseluruhan dapat terjadi, seperti reaksi toksik (keracunan) atau kerusakan organ karena bahan yang digunakan selama pengobatan.
Persiapan Sebelum dan Setelah Prosedur
Persiapan sebelum menjalani terapeutik gastroskopi dapat bervariasi tergantung dari jenis terapi yang dilakukan. Namun, pada umumnya persiapan yang diperlukan sebagai berikut.
-
Evaluasi medis: Pasien akan menjalani evaluasi medis, termasuk riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang diperlukan.
-
Pemberian obat-obatan: Dokter akan memberikan obat-obatan yang dibutuhkan seperti obat pengencer darah.
-
Berpuasa: Pasien umumnya diminta untuk berpuasa selama 6–8 jam sebelum menjalani prosedur.
Setelah menjalani prosedur, pasien akan diawasi secara ketat untuk memantau komplikasi yang mungkin terjadi dan akan dievaluasi ulang untuk menentukan apakah terdapat tindakan lanjutan yang mungkin diperlukan.
Itulah penjelasan mengenai apa itu terapeutik gastroskopi yang perlu diketahui. Segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif di Siloam Hospitals terdekat apabila Anda maupun kerabat membutuhkan penanganan dengan menggunakan terapeutik gastroskopi, khususnya sebagai skrining dini penyakit kanker dan penyakit kronis lainnya.
Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi kanker dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
World Journal of Gastroscopy. Advances in gastrointestinal endoscopy: A comprehensive review of innovations in cancer diagnosis and management. Diakses pada 2025 | NHK. Gastroscopy. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini






