Kesehatan Tubuh
Transplantasi Ginjal pada Anak, Ini yang Penting Diketahui

Table of Contents
Transplantasi ginjal adalah salah satu solusi untuk anak-anak yang mengalami penyakit ginjal kronis. Prosedur ini memungkinkan anak untuk mendapatkan kembali ginjal yang berfungsi dengan sehat. Namun, prosedur ini memiliki tantangan yang besar sehingga memerlukan persiapan yang matang dan pemahaman yang baik dari orang tua dan keluarga. Ketahui selengkapnya mengenai transplantasi ginjal pada anak berikut.
Apa Itu Transplantasi Ginjal pada Anak?
Transplantasi ginjal pada anak adalah prosedur medis yang dilakukan untuk menggantikan ginjal yang rusak atau tidak lagi berfungsi secara normal dengan ginjal yang sehat dari pendonor. Dalam fungsi normal, ginjal adalah organ penting yang bertugas menyaring dan membuang limbah serta cairan berlebih dari tubuh.
Ginjal juga berfungsi untuk menyaring darah, mengatur tekanan darah, serta mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Ketika ginjal anak tidak lagi mampu menjalankan fungsi ini, transplantasi ginjal dapat menjadi salah satu pilihan pengobatan.
Pada anak-anak, penyebab kerusakan ginjal sering kali berbeda dengan orang dewasa. Sekitar 30% dari kasus penyakit ginjal kronis pada anak disebabkan oleh kelainan bawaan, seperti kelainan glomerulus yang memengaruhi fungsi ginjal. Ini termasuk gangguan genetik dan malformasi ginjal yang telah ada sejak lahir. Selain itu, penyakit ginjal pada anak-anak juga sering berhubungan dengan infeksi atau gangguan metabolik yang belum terdeteksi sejak dini.
Transplantasi ginjal tidak hanya memberikan harapan hidup, tetapi juga memungkinkan anak untuk menikmati masa kecilnya secara mandiri tanpa perlu bergantung pada terapi pengganti ginjal atau mengalami keterbatasan karena perawatan medis intensif.
Kendati demikian, terapi pengganti ginjal seperti cuci darah (hemodialisis) atau continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) tetap menjadi metode pengobatan alternatif untuk penyakit ginjal kronis meski kedua metode pengobatan tersebut tidak optimal dalam jangka panjang.
Tujuan Transplantasi Ginjal pada Anak
Transplantasi ginjal pada anak tidak hanya memberikan harapan untuk kelangsungan hidup, tetapi juga memungkinkan anak untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Selain itu, transplantasi ginjal juga dapat memberi manfaat seperti:
-
Hidup lebih sehat dan mandiri tanpa perlu bergantung pada terapi cuci darah (hemodialisis) maupun CAPD.
-
Memiliki kualitas hidup yang lebih baik, seperti dapat beraktivitas fisik, belajar, dan bermain seperti anak-anak pada umumnya.
-
Mengurangi risiko komplikasi kesehatan jangka panjang yang terkait dengan gagal ginjal kronis.
Bagi banyak anak dan keluarganya, transplantasi ginjal adalah salah satu solusi penting untuk memiliki masa depan yang lebih cerah.
Kriteria Pasien dan Pendonor untuk Transplantasi Ginjal pada Anak
Perlu diketahui, tidak semua anak dengan penyakit ginjal kronis dapat menjalani transplantasi ginjal dan tidak semua orang dapat menjadi pendonor transplantasi ginjal, sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1634/2023 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Ginjal Kronik.
Dalam peraturan ini dijelaskan bahwa rekomendasi kriteria pendonor transplantasi ginjal dan kontraindikasi resipien (penerima) anak pada transplantasi ginjal sebagai berikut:
Kriteria pendonor transplantasi ginjal anak:
-
Berusia 21 tahun atau lebih.
-
Memiliki fungsi ginjal normal dalam periode 6 bulan sebelumnya sampai saat masuk rumah sakit untuk operasi sebagai donor transplantasi ginjal.
Seseorang tidak dapat menjadi pendonor transplantasi ginjal jika memiliki kondisi sebagai berikut:
-
Menderita nefropati IgA.
-
Mempunyai kelainan genetik (penyakit genetik dengan alel dominan, baik autosomal atau X-linked, atau penyakit genetik di mana terbukti adanya mutasi gen mitokondria seperti sindrom MELAS).
-
Menderita diabetes melitus.
-
Menderita keganasan aktif.
-
Sedang hamil saat akan dilakukan operasi transplantasi ginjal.
Sementara itu, seorang anak penderita penyakit ginjal kronik tidak dapat menjalani operasi transplantasi ginjal jika memiliki kondisi sebagai berikut:
-
Sedang menderita infeksi aktif, terutama tuberkulosis.
-
Sedang menderita infeksi hepatitis aktif, terutama hepatitis B dan C.
-
Menderita penyakit hati kronik yang dapat berlanjut ke fibrosis atau sirosis.
-
Menderita keganasan aktif.
-
Menderita kelainan non-ginjal yang menyebabkan berkurangnya usia harapan hidup.
-
Pasien dan keluarganya tidak dapat melakukan perawatan pasca transplantasi yang tercermin dari riwayat ketidakpatuhan terhadap terapi penyakit ginjal kronik selama ini.
-
Mempunyai ketergantungan terhadap obat terlarang.
-
Kegagalan fungsi ginjal yang masih bersifat reversible.
-
Menderita gangguan psikiatri yang tidak terkendali.
-
Menderita penyakit sistemik yang tidak terkendali, terutama lupus eritematosus sistemik, antineutrophil cytoplasmic antibodies (ANCA)-associated vasculitis, circulating anti-glomerular basement membrane (GBM) antibodies, hiperoksaluria primer.
-
Menderita ulkus peptikum aktif.
Prosedur Transplantasi Ginjal pada Anak
Sebelum menjalani operasi transplantasi ginjal, baik pasien anak maupun calon pendonor akan menjalani serangkaian pemeriksaan seperti tes darah, pemeriksaan fungsi ginjal, pemeriksaan pencitraan organ, dan konsultasi dengan dokter spesialis. Di samping itu, calon pendonor juga perlu menjalani prosedur skrining donor oleh tim advokasi.
Prosedur skrining donor dilakukan oleh tim advokasi yang terdiri dari psikiater, medikolegal, etikolegal dan hukum, untuk menghindari terjadinya jual beli organ. Apabila calon pendonor telah lolos skrining dari tim advokasi, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan menyeluruh pada pendonor.
Pemeriksaan-pemeriksaan medis yang dilakukan bertujuan untuk memastikan bahwa ginjal pendonor cocok dan kondisi tubuh anak siap menjalani operasi. Orang tua juga akan mendapatkan edukasi mengenai apa yang harus dilakukan sebelum dan setelah operasi.
Proses transplantasi ginjal dilakukan di bawah anestesi umum (bius total). Dokter akan membuat sayatan kecil untuk menempatkan ginjal yang sehat ke dalam tubuh anak. Pembuluh darah dari ginjal baru ini akan dihubungkan dengan pembuluh darah di perut. Kemudian, ureter dari ginjal baru dihubungkan ke kandung kemih untuk memungkinkan urine keluar dari tubuh. Prosedur ini biasanya memakan waktu beberapa jam.
Perlu diketahui, Siloam Hospitals menggunakan metode laparoskopi intraperitoneal untuk pengambilan ginjal dari pendonor hidup, dan tidak pernah lagi menggunakan metode konvensional operasi terbuka (dengan sayatan besar).
Metode laparoskopi intraperitoneal hanya memerlukan sayatan kecil sepanjang 1–2 cm sebanyak 3–4 buah dan dapat mengurangi risiko komplikasi mencederai organ vital di sekitar ginjal. Waktu pemulihan pascaoperasi juga umumnya jauh lebih cepat (sekitar 2–3 hari) dan pendonor dapat beraktivitas normal kembali dalam waktu seminggu setelah operasi.
Setelah operasi transplantasi ginjal, pasien akan dirawat untuk pemantauan intensif. Dokter akan memastikan ginjal baru bekerja dengan baik dan memberikan obat imunosupresan untuk mencegah reaksi penolakan tubuh terhadap ginjal baru. Pemulihan awal bisa memakan waktu beberapa minggu, tetapi pemantauan medis harus dilakukan seumur hidup.
Risiko Komplikasi Transplantasi Ginjal pada Anak
Meskipun transplantasi ginjal umumnya memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, prosedur ini tetaplah memiliki sejumlah komplikasi yang mungkin dapat terjadi, seperti:
-
Penolakan ginjal baru. Sistem kekebalan tubuh anak mungkin menganggap ginjal baru sebagai benda asing dan menyerangnya. Obat imunosupresan diberikan untuk mencegah hal ini terjadi.
-
Infeksi. Karena anak harus mengonsumsi obat imunosupresan yang dapat menekan sistem kekebalan tubuhnya, hal tersebut dapat membuat mereka menjadi lebih rentan terhadap infeksi.
-
Komplikasi bedah. Seperti operasi besar lainnya, transplantasi ginjal berpotensi menyebabkan komplikasi seperti perdarahan, pembekuan darah, atau cedera pada organ lain dalam tubuh.
-
Efek samping obat imunosupresan lainnya. Obat imunosupresan yang diberikan jangka panjang dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti tekanan darah tinggi, peningkatan berat badan, diabetes onset baru, atau gangguan fungsi hati.
Transplantasi ginjal pada anak adalah prosedur medis yang kompleks namun memiliki potensi besar bagi anak-anak dengan penyakit ginjal kronis. Dengan persiapan yang tepat, prosedur ini dapat membantu anak menikmati masa kecilnya tanpa gangguan besar akibat kondisi medis. Keberhasilan ini selain dari hasil penerapan teknologi dan metode medis terkini, kolaborasi tim multidisiplin yang solid, serta standar prosedur medis yang tinggi.
Penting diingat bahwa prosedur transplantasi ginjal anak hanya direkomendasikan bagi pasien anak yang diagnosisnya telah dikonfirmasi dan tidak mempunyai kontraindikasi terhadap prosedur transplantasi ginjal.
Dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan dan mempertimbangkan dengan seluruh tim medis terkait kondisi pasien, untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani operasi ini. Hal yang sama juga berlaku untuk pendonor transplantasi ginjal.
Oleh karena itu, jika anak Anda memiliki gejala atau kondisi medis yang mungkin mengindikasikan penyakit ginjal pada anak, Anda dapat langsung mengunjungi Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi anak Anda.
Lebih lanjut, guna mengetahui informasi terkait prosedur transplantasi ginjal secara lebih mendalam, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals Asri sebagai pusat unggulan penanganan penyakit dalam bidang urologi dan nefrologi di Siloam Hospitals Group.
Dengan inovasi dan dedikasi, Siloam Hospitals Asri telah berhasil menangani lebih dari 400 kasus transplantasi ginjal, termasuk untuk pasien anak, memberi harapan baru bagi pasien gagal ginjal di Indonesia dan menunjukkan bahwa pelayanan medis berkualitas dapat tercapai di tanah air.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Mini
Skrining Lite
7 Service/Item
Rp449.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Basic
Skrining Ginjal, Skrining Lite
7 Service/Item
Rp400.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Prima
Skrining Lite
8 Service/Item
Rp700.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Sehat
Skrining Ginjal, Skrining Pria & Wanita
7 Service/Item
Rp3.000.000
TERPOPULER
Paket Cek Kesehatan Umum - Siloam Plus
Darah, Gula/ Diabetes
3 Service/Item
Rp447.500






