Mengenal Trigeminal Neuralgia, Ini Penyebab dan Gejalanya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Trigeminal Neuralgia, Ini Penyebab dan Gejalanya

22 Oktober 2025 6 menit waktu baca
Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, SpBS - Trigeminal Neuralgia

Trigeminal neuralgia adalah kondisi nyeri wajah akibat gangguan pada saraf trigeminal atau saraf nomor lima dari 12 pasang saraf yang berasal dari saraf kranial. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa detik atau menit dan dapat muncul berulang kali.

 

Meski trigeminal neuralgia tidak mengancam nyawa, kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup penderitanya dan membutuhkan penanganan medis yang tepat. Untuk itu, mari kenali trigeminal neuralgia selengkapnya melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu Trigeminal Neuralgia?

 

Trigeminal neuralgia adalah kondisi yang ditandai dengan gejala nyeri pada wajah yang muncul secara tiba-tiba dan terasa seperti tertusuk atau tersengat listrik. Gejala ini terjadi sebagai akibat dari hipersensitivitas pada saraf nomor lima atau saraf trigeminal. Saraf trigeminal adalah saraf yang bertanggung jawab atas sensasi di sekitar wajah.

 

Trigeminal neuralgia termasuk kondisi yang jarang terjadi dan membutuhkan pemeriksaan mendalam. Tak jarang, penderita trigeminal neuralgia biasanya lebih dulu berkonsultasi dengan dokter gigi, dokter THT, dan dokter saraf karena gejala yang dialami biasanya menyerupai gejala dari infeksi karies gigi, sinusitis, dan migrain.

 

Penyebab Trigeminal Neuralgia

 

Penyebab trigeminal neuralgia utamanya berkaitan dengan adanya penekanan dari pembuluh darah atau massa tumor pada saraf trigeminal. Selain itu, trigeminal neuralgia juga bisa disebabkan oleh adanya perubahan pada morfologi saraf trigeminal seperti terjadinya distorsi, dislokasi, distensi, ataupun atrofi saraf. Beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya trigeminal neuralgia meliputi:

 

  • Hipertensi yang memengaruhi sirkulasi darah, termasuk aliran darah ke saraf trigeminal.

  • Kolesterol tinggi yang menyebabkan pembuluh darah arteri menjadi keras dan sempit akibat penumpukan plak lemak (aterosklerosis). Aterosklerosis dapat memberikan tekanan atau iritasi pada saraf trigeminal.

  • Sinusitis yang menyebar ke daerah di sekitar saraf trigeminal.

  • Migrain, terutama tipe migrain dengan aura, diketahui dapat meningkatkan risiko trigeminal neuralgia.

  • Aktivitas fisik berlebihan serta trauma pada kepala dan wajah seperti olahraga ekstrim, yoga dengan posisi kepala di bawah, atau high impact pada rahim. Meski begitu, aktivitas fisik tidaklah secara langsung berhubungan dengan kejadian trigeminal neuralgia. 

  • Komplikasi dari prosedur pembedahan.

  • Memiliki riwayat stroke. 

  • Memiliki riwayat penyakit multiple sclerosis.

  • Berjenis kelamin wanita. Wanita memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena trigeminal neuralgia.

 

Gejala Trigeminal Neuralgia

 

Gejala trigeminal neuralgia dapat bervariasi, tetapi ciri khasnya adalah nyeri wajah tanpa aura yang datang secara tiba-tiba seperti stroke. Berikut adalah beberapa gejala umum terkait trigeminal neuralgia:

 

  • Nyeri wajah intens yang terasa seperti sengatan listrik, tusukan, atau rasa terbakar. Serangan nyeri ini biasanya berlangsung dalam waktu singkat, dari beberapa detik hingga beberapa menit, tetapi serangan tersebut dapat berulang secara berkala.

  • Biasanya terjadi pada satu sisi wajah, seperti area dahi, pipi, dan dagu. Meski demikian, pada beberapa kasus dapat terjadi pada kedua sisi wajah.

  • Biasanya terjadi saat dipicu oleh suatu rangsangan, seperti menyentuh wajah, menyikat gigi, berbicara, makan, minum, atau bahkan gerakan ringan pada wajah.

  • Bersifat episodik yakni muncul secara tidak terduga dan kemudian menghilang untuk beberapa waktu sebelum serangan berikutnya terjadi. Periode tanpa gejala ini dapat berlangsung selama beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan.

 

Diagnosis Trigeminal Neuralgia

 

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan yang dialami serta riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Kemudian, dokter juga dapat melakukan sejumlah pemeriksaan, seperti:

 

  • Pemeriksaan klinis. Pemeriksaan ini perlu dilakukan secara teliti untuk memastikan bahwa nyeri wajah merupakan nyeri tipikal yang berasal dari gangguan pada saraf nomor lima dan bukan disebabkan oleh kondisi lainnya.

  • Pemeriksaan radiologis. Pemeriksaan juga meliputi tes MRI (magnetic resonance imaging) kepala. Meski demikian, tes ini tidak bisa menjamin terlihatnya suatu massa tumor atau perdarahan yang menekan saraf nomor lima karena mungkin terlalu kecil atau pada potongannya tidak tampak.

 

Komplikasi Trigeminal Neuralgia

 

Trigeminal neuralgia yang tidak ditangani dengan tepat berisiko menyebabkan sejumlah komplikasi yang dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Berikut adalah beberapa komplikasi yang mungkin terjadi karena trigeminal neuralgia:

 

  • Nyeri berkepanjangan.

  • Insomnia.

  • Asam lambung.

  • Terganggunya psikologis hingga terdapat kecenderungan untuk bunuh diri.

  • Lumpuh saraf.

  • Gangguan mengunyah.

  • Gangguan pendengaran.

  • Gangguan penglihatan.

 

Pengobatan Trigeminal Neuralgia

 

Pengobatan trigeminal neuralgia tergantung pada keparahan gejala dan respons terhadap pengobatan. Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan yang umum direkomendasikan oleh dokter:

 

1. Obat-obatan

 

Obat antikonvulsan sering digunakan sebagai pengobatan pertama untuk trigeminal neuralgia. Antikonvulsan juga dapat membantu mengurangi kepekaan saraf dan mengendalikan serangan nyeri. Selain itu, terdapat obat antispasmodik untuk membantu mengurangi kejang otot yang dapat memicu serangan nyeri trigeminal.

 

2. Intervensi Injeksi atau Blok Saraf

 

Intervensi injeksi atau blok saraf dapat memberikan bantuan sementara untuk meringankan nyeri trigeminal. Efeknya dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada respons individu. Prosedur ini dapat dilakukan beberapa kali jika diperlukan.

 

3. Operasi

 

Operasi merupakan salah satu opsi pengobatan untuk kasus trigeminal neuralgia yang tidak merespons pada metode pengobatan lainnya secara optimal. Pilihan operasi bergantung pada sejumlah faktor, seperti tingkat keparahan gejala, respons terhadap pengobatan sebelumnya, dan kondisi kesehatan pasien.

 

Namun, saraf yang sudah terlalu lama tertekan oleh pembuluh darah atau massa tumor dapat menjadi sangat hipersensitif. Akibatnya, meski pembuluh darah atau massa tumor sudah dilepas atau dihilangkan melalui tindakan operasi, cacat saraf mungkin tetap ada dan bisa menyebabkan nyeri berkepanjangan.

 

4. Gamma Knife Radiosurgery

 

Gamma knife adalah prosedur noninvasif menggunakan sinar gamma untuk menghancurkan serabut saraf trigeminal yang menyebabkan nyeri. Radiosurgery dapat dilakukan tanpa sayatan atau pembedahan terbuka. Prosedur ini menghasilkan luka kecil pada saraf trigeminal yang bisa menghentikan impuls nyeri.

 

Pencegahan Trigeminal Neuralgia

 

Trigeminal neuralgia sulit untuk dicegah secara spesifik karena utamanya disebabkan oleh faktor yang sulit dikendalikan, seperti penekanan oleh pembuluh darah atau massa tumor. Namun, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko mengalami trigeminal neuralgia, seperti:

 

  • Menghindari semua faktor risiko yang dapat memicu trigeminal neuralgia.

  • Menghindari olahraga ekstrem.

  • Menjaga kesehatan gigi dan mulut.

  • Mengelola stres dengan baik.

  • Menerapkan pola makan yang sehat dan bergizi seimbang.

 

Lebih lanjut, tidak ada makanan atau minuman yang menjadi pantangan trigeminal neuralgia secara spesifik. Namun, ada baiknya untuk mengurangi makanan atau minuman seperti makanan pedas, makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin, makanan tinggi gula, dan makanan tinggi lemak untuk menghindari efek stimulasi dan iritasi pada saraf trigeminal.

 

Penting untuk diketahui bahwa artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Berbagai gejala yang disebutkan pun tidak secara spesifik mewakili kondisi trigeminal neuralgia dan mungkin mengindikasikan kondisi medis lainnya.

 

Apabila Anda mengalami gejala yang merujuk pada kondisi ini, seperti nyeri pada salah satu sisi wajah yang terjadi secara tiba-tiba namun sering, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Saraf di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat dan cepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang akan dijalani terkait trigeminal neuralgia akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia sehingga mungkin berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

My Siloam App (1)

Dokter Kami
dr-made-agus-mahendra-inggas-spbs

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Made Agus Mahendra Inggas, SpBS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail