Apa Itu VP Shunt? Inilah Tujuan hingga Prosedurnya!
Kesehatan Tubuh

Apa Itu VP Shunt? Inilah Tujuan hingga Prosedurnya!

31 Maret 2026 4 menit waktu baca
vp shunt adalah

VP shunt adalah alat medis yang digunakan untuk mengatasi penumpukan cairan di otak atau yang dikenal sebagai hidrosefalus. Penumpukan cairan ini dapat menyebabkan tekanan pada otak dan jika tidak ditangani dengan tepat, tekanan tersebut dapat mengganggu fungsi otak.

 

Oleh karena itu, pemasangan VP shunt sering menjadi salah satu pilihan terapi untuk membantu mengalirkan kelebihan cairan dari otak ke bagian tubuh lain agar tekanan di dalam otak dapat kembali stabil. Untuk informasi lebih lengkap, simak penjelasan berikut ini.

 

Apa Itu VP Shunt?

 

Ventriculoperitoneal atau VP shunt adalah alat medis yang digunakan untuk membantu mengalirkan kelebihan cairan dari otak ke bagian perut agar diserap secara alami. Alat ini dipasang melalui prosedur operasi dan berbentuk selang kecil yang dilengkapi katup sehingga cairan dapat mengalir dengan terkontrol.

 

Pada kondisi seperti hidrosefalus, cairan serebrospinal dapat menumpuk di dalam rongga otak dan meningkatkan tekanan di dalam kepala. Dengan adanya VP shunt, kelebihan cairan tersebut dialirkan keluar sehingga tekanan di otak dapat berkurang dan fungsi otak lebih terjaga.

 

Tujuan VP Shunt

 

Pemasangan VP shunt bertujuan untuk mengatasi penumpukan cairan serebrospinal pada pasien hidrosefalus. Pada kondisi normal, cairan ini akan mengalir dan diserap kembali secara seimbang. Namun, jika ada gangguan,cairan yang seharusnya mengalir dan diserap secara normal justru menumpuk di ventrikel otak sehingga meningkatkan tekanan di dalam tengkorak.

 

Melalui VP shunt, tekanan di dalam dapat otak berkurang dan gejala neurologis, seperti sakit kepala atau penglihatan kabur dapat membaik. Hal ini didukung oleh penelitian dari jurnal Frontiers in Surgery (2021) yang menemukan bahwa prosedur pengalihan cairan serebrospinal dari ventrikel otak ke rongga perut merupakan terapi standar yang dapat memperbaiki gejala pada banyak pasien dengan tingkat perbaikan berkisar antara 26–90% setelah operasi.

 

Cara Kerja VP Shunt

 

VP shunt bekerja dengan cara mengalirkan kelebihan cairan serebrospinal dari ventrikel otak ke rongga perut agar dapat diserap kembali oleh tubuh. Sistem ini terdiri dari saluran kateter dan katup shunt yang menghubungkan otak dengan rongga perut.

 

  • Ketika tekanan di dalam otak meningkat, cairan akan dialirkan melalui sistem shunt menjuju bagian tubuh lain.

  • Aliran ini diatur oleh katup agar jumlah cairan yang keluar tetap seimbang dan tidak berlebihan. Cairan yang dialirkan melalui selang dan akan diserap secara alami oleh tubuh melalui jaringan di dalam perut.

 

Prosedur Pemasangan VP Shunt

 

Pemasangan VP shunt adalah tindakan operasi yang umum dilakukan untuk menangani normal pressure hydrocephalus maupun beberapa jenis hidrosefalus lainnya. Prosedur ini umumnya berlangsung selama 1–2 jam. Secara garis besar, prosedurnya adalah sebagai berikut:

 

  • Pemasangan kateter di ventrikel otak: Dokter menempatkan bagian awal kateter shunt di dalam otak untuk mengalirkan cairan yang berlebih.

  • Pemasangan katup shunt: Kateter yang berada di ventrikel kemudian dihubungkan dengan katup shunt. Katup ini berfungsi mengatur tekanan dan jumlah cairan yang keluar dari otak.

  • Penyaluran selang ke rongga perut: Dokter membuat sayatan kecil di perut, lalu memasukkan selang panjang di bawah kulit dari kepala hingga mencapai rongga peritoneum (subcutaneous tunneling). Ujung selang ditempatkan di rongga perut agar cairan serebrospinal dapat diserap oleh tubuh.

  • Evaluasi aliran VP shunt: Setelah memastikan cairan dapat mengalir dengan baik melalui shunt.

 

Risiko Komplikasi Pemasangan VP Shunt

 

Seperti prosedur operasi lainnya, pemasangan VP shunt juga memiliki beberapa risiko dan kemungkinan komplikasi. Meskipun jarang terjadi, kondisi ini tetap perlu diwaspadai agar dapat segera ditangani. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

 

  • Infeksi pada shunt, otak, atau rongga perut.

  • Gangguan fungsi shunt, seperti penyumbatan, terlepasnya sambungan, atau kerusakan alat.

  • Penumpukan cairan serebrospinal di perut.

 

Demikian penjelasan mengenai VP shunt, mulai dari pengertian, tujuan, hingga risiko komplikasinya. Pemasangan VP shunt adalah prosedur yang hanya dapat dilakukan setelah melalui pertimbangan dan saran dari dokter. Ini karena setiap pasien memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda-beda sehingga informasi di atas tidak dapat dijadikan sebagai acuan diagnosis maupun pengobatan.

 

Sebelum mengambil keputusan medis, sebagian pasien mungkin merasa perlu mencari second opinion untuk memantapkan rencana pengobatannya dengan VP shunt. Dalam situasi ini, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis lain untuk memastikan bahwa terapi yang disarankan sudah sesuai dengan kondisinya. Namun, konsultasi second opinion sebaiknya dilakukan dalam kurun waktu yang aman, mengingat penanganan sangat bergantung pada kecepatan tindakan.

 

Tidak perlu jauh ke luar negeri, dengan teknologi medis yang canggih dan tim dokter berpengalaman, Anda dapat memperoleh second opinion yang lengkap di Indonesia. Jika Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang VP shunt, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Bedah Saraf di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan menilai dan mempertimbangkan apakah pemasangan VP shunt sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan penanganan dapat berbeda di setiap rumah sakit, tergantung pada fasilitas yang tersedia. Namun, dokter akan tetap memastikan bahwa Anda mendapatkan perawatan yang optimal dan aman sesuai dengan kondisi medis Anda.

 

Untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda, gunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini dapat membantu Anda mengecek jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, dan melihat hasil pemeriksaan secara online. Unduh MySiloam sekarang dan kelola kesehatan Anda dengan lebih praktis.

 

second opinion dokter spesialis

Sumber

Frontiers in Surgery. Outcomes of Ventriculoperitoneal Shunt in Patients With Idiopathic Normal-Pressure Hydrocephalus 2 Years After Surgery. Diakses pada 2026 | Egyptian Journal of Neurosurgery. Mechanical Shunt Failure in Hydrocephalus: A Common but Remediable Complication with Technical Nuances. Diakses pada 2026 | Medline Plus. Ventriculoperitoneal Shunting. Diakses pada 2026 | National Library of Medicine. Ventriculoperitoneal Shunt. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-donny-argie-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Donny Argie, SpBS, NVas, FINPS, FICS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ivanmorl-ruspanah-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivanmorl Ruspanah, SpBS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Ambon

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-bagus-sasongko-spbs

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Bagus Sasongko, SpBS, M.Kes, FN-TB, FINSS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail