Kesehatan Tubuh
Radiologi Gastrointestinal, Pemeriksaan Tepat untuk Gangguan Pencernaan

Table of Contents
Radiologi gastrointestinal adalah cabang dari radiologi yang berfokus pada pemeriksaan dan pencitraan saluran pencernaan, termasuk lambung, usus halus, dan usus besar. Radiologi gastrointestinal dapat dilakukan kepada pasien yang mengalami gejala seperti nyeri perut, kesulitan menelan, dan gangguan pencernaan berkepanjangan.
Apa saja penyakit yang dapat dideteksi dengan radiologi gastrointestinal? Pemeriksaan radiologi gastrointestinal apa yang cocok untuk jenis penyakit tertentu? Simak penjelasan dari Dr. Alvin Timothy, Sp.Rad dari MRCC Siloam Hospitals Semanggi pada kanal Youtube Siloam Hospitals berikut ini.
Apa Itu Radiologi Gastrointestinal?
Masalah pada saluran cerna biasanya memiliki gejala yang mirip. Maka dari itu, pada beberapa kondisi, diperlukan pemeriksaan radiologi lebih lanjut untuk menegakkan diagnosis. Terdapat beberapa modalitas pemeriksaan radiologi yang umum digunakan dan berfungsi untuk mendeteksi penyakit atau gejala tertentu. Setiap modalitas tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut penjelasannya:
1. X-Ray atau Rontgen Abdomen
Pemeriksaan ini menggunakan radiasi sinar-X untuk melihat struktur tulang dan jaringan lunak di area perut. X-ray biasanya digunakan untuk mendeteksi:
-
Obstruksi atau sumbatan usus.
-
Perforasi usus.
-
Batu di daerah abdomen.
2. Ultrasonografi (USG)
Ultrasonografi (USG) merupakan pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk melihat jaringan lunak di dalam perut. Pemeriksaan ini tidak menggunakan radiasi, sehingga aman untuk siapa saja, termasuk ibu hamil. USG bermanfaat untuk mendeteksi:
-
Pembesaran hati.
-
Batu pada saluran empedu.
-
Cairan pada rongga perut.
3. CT Scan
Pemeriksaan CT scan menggunakan radiasi sinar-X dengan teknologi pemindaian berbasis komputer yang memberikan gambaran potongan tubuh lebih detail, akurat, dan menyeluruh. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengidentifikasi:
-
Tumor.
-
Gangguan kompleks pada saluran cerna.
4. Magnetic Resonance Imaging (MRI)
MRI merupakan pemeriksaan dengan menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambaran yang lebih detail. Pemeriksaan ini tidak menggunakan radiasi, sehingga aman untuk anak-anak dan ibu hamil. MRI sangat berguna untuk mendeteksi:
-
Penyakit hati kronis.
-
Kelainan pankreas.
Pemeriksaan Radiologi Gastrointestinal Sesuai Jenis Penyakit
Beberapa kondisi gastrointestinal yang sering memerlukan pemeriksaan radiologi, di antaranya:
-
Esofagitis atau tukak lambung. Dapat dideteksi melalui X-ray dengan kontras atau fluoroskopi.
-
Batu saluran empedu. Bisa diperiksa dengan USG atau MRI untuk hasil yang lebih detail.
-
Apendisitis (radang usus buntu). Dideteksi menggunakan CT scan.
-
Tumor atau kanker. Umumnya diperiksa dengan CT scan atau MRI dengan kontras.
-
Obstruksi usus. Dapat diidentifikasi melalui X-ray atau CT scan.
Kapan Pemeriksaan Radiologi Gastrointestinal Diperlukan?
Terdapat tiga momen utama untuk melakukan pemeriksaan radiologi gastrointestinal, yaitu:
-
Saat medical check-up (MCU). Pemeriksaan USG sering dilakukan untuk melihat kondisi hati dan saluran empedu.
-
Ketika muncul gejala ringan. Seperti nyeri perut tanpa gejala berat, pemeriksaan awal menggunakan USG bisa menjadi pilihan tepat.
-
Untuk kasus yang lebih serius. Pemeriksaan seperti CT scan atau MRI dengan kontras memerlukan konsultasi dokter terlebih dahulu, terutama pada kasus kanker, peradangan berat, atau kondisi kronis seperti penyakit Crohn.
Masih banyak individu yang mengira bahwa semua prosedur radiologi berbahaya karena menggunakan radiasi. Padahal, tidak semua alat radiologi menggunakan radiasi. CT scan dan X-ray memang memanfaatkan radiasi, namun dengan dosis yang sangat terukur dan tetap aman.
Sementara itu, prosedur seperti USG tidak menggunakan radiasi sama sekali dan bekerja dengan gelombang suara berfrekuensi tinggi, sehingga aman digunakan oleh siapa saja, termasuk anak-anak dan ibu hamil.
Pemeriksaan MRI juga kerap dianggap berisiko, padahal sebenarnya MRI tidak melibatkan radiasi. Pemeriksaan ini menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar detail dari organ tubuh. Selain itu, pemeriksaan radiologi umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, prosesnya relatif cepat, dan aman untuk dilakukan.
Jika Anda mengalami nyeri perut berkepanjangan, gangguan makan, atau perubahan pada pola buang air besar, pemeriksaan radiologi dapat membantu menegakkan diagnosis. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter sangat disarankan untuk menentukan jenis pemeriksaan yang paling sesuai.
Perlu diingat juga bahwa informasi di dalam artikel ini hanya ditujukan untuk edukasi semata. Penanganan pada kondisi pasien dapat berbeda dan tergantung pada fasilitas kesehatan rumah sakit.
Karenanya, apabila Anda ingin memperoleh informasi dan melakukan konsultasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan radiologi gastrointestinal, segera kunjungi Dokter Spesialis Radiologi di Siloam Hospitals terdekat untuk menjalani pemeriksaan, mendapatkan diagnosis yang akurat, serta memperoleh penanganan yang tepat.
Untuk mempermudah akses, pasien dapat mengecek jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta melihat hasil pemeriksaan secara online melalui aplikasi MySiloam. Unduh MySiloam sekarang untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anna Celesta Nastasia Nalley, Sp.Rad, R.I(K)
Radiologi
Subspesialis Intervensional
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







