Kesehatan Tubuh
Mengenal Ciri Nyeri Dada Terkait Penyakit Jantung Koroner

Table of Contents
Munculnya rasa nyeri di bagian dada seringkali memicu kekhawatiran akan adanya gangguan pada organ jantung. Meski tidak semua nyeri dada berkaitan dengan jantung, mengabaikan gejala ini dapat berisiko fatal jika ternyata merupakan tanda awal dari penyakit jantung koroner.
Memahami perbedaan antara nyeri dada biasa dengan gejala serangan jantung sangat krusial untuk memastikan penanganan medis dilakukan secepat mungkin. Bagaimana cara membedakannya? Simak penjelasan dr. Muhammad Barri Fahmi, SpJP(K), FIHA, FAPSIC di kanal YouTube Siloam Hospitals ini.
Apakah Nyeri Dada Selalu Menandakan Sakit Jantung?
Tidak semua rasa ketidaknyamanan di dada berkaitan dengan gangguan jantung. Nyeri di dada bisa juga dipicu oleh masalah lambung, paru-paru, hingga ketegangan otot dada. Lantas, bagaimana cara membedakan nyeri dada yang berasal dari jantung?
Ciri utama nyeri dada jantung adalah terasa dada seperti tertekan, terhimpit beban berat, atau dada terasa tertindih dalam durasi 15–20 menit. Nyeri ini sering menjalar ke lengan kiri atau ke leher dan rahang seperti tercekik. Selain itu, umumnya muncul saat tubuh sedang beraktivitas fisik berat atau mengalami stres emosional, dan cenderung membaik ketika pasien beristirahat.
Sebaliknya, nyeri dada yang bersifat tajam seperti ditusuk-tusuk atau disayat, umumnya tidak berhubungan dengan gangguan jantung koroner. Keluhan ini dapat muncul dan bervariasi pada beberapa orang. Oleh karena itu, nyeri dada apa pun yang mencurigakan tetap perlu dievaluasi oleh dokter.
Apa Itu Penyakit Jantung Koroner?
Salah satu penyebab nyeri dada yang berkaitan dengan jantung adalah penyakit jantung koroner. Kondisi ini dipicu oleh adanya plak pada pembuluh darah yang disebut aterosklerosis. Penumpukan plak ini terjadi akibat peradangan pembuluh darah yang dipicu oleh kondisi diabetes, kolesterol tinggi, hingga tekanan darah tinggi.
Faktor risiko utama yang mempercepat pengerasan pembuluh darah karena plak meliputi kebiasaan merokok, pola makan tidak sehat, serta kurangnya aktivitas fisik secara rutin. Untuk memastikan apakah nyeri di dada disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah, diperlukan rangkaian prosedur diagnostik medis yang akurat.
Diagnosis Penyakit Jantung Koroner
Diagnosis medis yang tepat dapat menghilangkan rasa gelisah sekaligus menjadi panduan pasien dalam menjalani aktivitas sehari-hari tanpa ketakutan berlebih. Pemeriksaan apakah nyeri menandakan penyakit jantung koroner meliputi pemeriksaan tekanan darah, rekam jantung (EKG) saat istirahat, hingga treadmill test untuk menguji kemampuan jantung saat beraktivitas berat.
Apabila dicurigai terjadi serangan jantung, pasien memerlukan penanganan darurat dan harus segera mendapatkan pertolongan medis. Sambil menunggu bantuan, pasien dianjurkan berada dalam posisi setengah duduk dengan pakaian yang dilonggarkan untuk membantu pernapasan. Sangat disarankan untuk tidak membiarkan pasien tidur dengan posisi terlentang agar aliran darah tidak memberatkan kerja paru-paru yang bisa memicu sesak napas.
Pencegahan Penyakit Jantung Koroner
Pencegahan penyakit jantung koroner dapat dimulai dengan membangun stamina melalui olahraga rutin dan menjaga asupan nutrisi. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kualitas hidup guna mencegah penyakit jantung koroner:
-
WHO (World Health Organization) menyarankan untuk melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu, yang mencakup olahraga aerobik dengan target detak jantung tertentu (rumus: 220 - usia x 85%) serta latihan beban (strength training).
-
Menghindari makanan yang digoreng rendam (deep fried) karena asam lemaknya memicu peradangan pembuluh darah dan penempelan kolesterol.
-
Memantau kualitas istirahat melalui resting heart rate atau detak jantung saat istirahat. Detak jantung yang stabil atau cenderung turun menandakan kondisi istirahat yang baik. Kualitas istirahat juga dapat dilihat dari durasi tidur yang cukup dan keteraturan jam istirahat.
Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas ditujukan sebagai edukasi. Setiap individu dapat memiliki kondisi, gejala, serta risiko yang berbeda, tergantung pada keadaan kesehatan masing-masing. Karenanya, jika Anda mengalami gejala yang menyerupai ciri penyakit jantung koroner, segera konsultasikan ke Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mempermudah dalam menentukan jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter yang bersangkutan, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Muhammad Barri Fahmi, SpJP(K), FIHA, FAPSIC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Heart Hospital
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini






