Kesehatan Tubuh
Benarkah Jantung Berdebar Bisa Disebabkan Oleh Penyakit Asam Lambung?

Table of Contents
GERD (gastroesophageal reflux disease) adalah suatu kondisi yang ditandai dengan naiknya asam lambung kembali menuju kerongkongan. Kondisi ini terkadang menyebabkan penderitanya merasakan sensasi jantung berdebar sebagai salah satu gejalanya. Lantas, benarkah jantung berdebar bisa terjadi karena asam lambung? Mari fakta selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Mungkinkah Jantung Berdebar Karena Penyakit Asam Lambung?
Sensasi jantung berdebar yang terjadi saat GERD kambuh sering kali membuat orang beranggapan bahwa kedua kondisi tersebut saling berkaitan. Faktanya, penyakit asam lambung bukan salah satu penyebab umum jantung berdebar.
Hanya saja, satu gejala umum penyakit asam lambung, heartburn, dapat menimbulkan nyeri dan sensasi terbakar di ulu hati yang menyebabkan rasa sesak dan panas di dada yang menyerupai jantung berdebar. Namun, sekali lagi, kondisi ini tidak berkaitan dengan jantung.
Meski GERD tidak menjadi penyebab langsung jantung berdebar, kondisi ini mungkin dapat menyebabkannya secara tidak langsung. Misalnya, jika seseorang yang mengalami GERD merasa stres atau cemas tentang gejala-gejalanya, hal ini dapat menyebabkan jantung berdebar (palpitasi).
Selain itu, beberapa faktor juga dapat memicu refluks asam lambung dan palpitasi jantung secara bersamaan. Ketika ini terjadi, penyebabnya mungkin membingungkan. Misalnya, konsumsi minuman beralkohol dapat menyebabkan palpitasi pada beberapa orang sekaligus memicu gejala GERD.
Di samping itu, terlalu banyak kafein juga dapat dapat memicu gejala GERD. Makan terlalu banyak atau makan makanan yang sangat berat juga dapat menyebabkan palpitasi jantung dan naiknya asam lambung ke kerongkongan pada beberapa orang.
Namun, hasil penelitian dalam jurnal Cureus (2020) menduga bahwa GERD secara tidak langsung berkaitan dengan atrial fibrilasi, salah satu jenis gangguan irama jantung atau aritmia yang ditandai dengan detak jantung tidak teratur dan cepat. Kedua kondisi ini diduga berkaitan karena memiliki faktor pendukung yang serupa, di antaranya:
-
Proses peradangan di dalam tubuh yang mirip.
-
Adanya gangguan keseimbangan simpatovagal. Keseimbangan simpatovagal sendiri merupakan pengaruh saraf simpatis (berperan dalam mode fight or flight tubuh) dan parasimpatis (mengontrol aktivitas tubuh saat sedang beristirahat) di dalam tubuh.
Selain itu, penelitian lain dalam Turkish Journal of Gastroenterology (2019) menemukan bahwa GERD berkaitan dengan peningkatan risiko terjadinya ventricular arrhythmia (VA), yaitu detak jantung abnormal yang berasal dari dua bilik jantung bagian bawah (ventrikel). Kondisi ini bisa mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh dan dapat menimbulkan gejala berupa jantung berdebar.
Penyebab Umum Jantung Berdebar
Alih-alih refluks asam lambung, beberapa penyebab umum palpitasi jantung adalah sebagai berikut:
-
Kecemasan dan serangan panik.
-
Asupan kafein.
-
Demam tinggi.
-
Penggunaan nikotin.
-
Respons stres.
-
Kelelahan fisik.
-
Perubahan hormonal.
-
Efek samping obat.
Umumnya, palpitasi jantung yang terkait dengan penyebab-penyebab ini bersifat sporadis dan tidak berbahaya. Palpitasi dapat terjadi dan hilang dalam hitungan menit. Kendati demikian, palpitasi juga bisa disebabkan oleh kondisi jantung, seperti aritmia hingga penyakit jantung tertentu. Pada kondisi ini, palpitasi lebih sering terjadi dan disertai gejala lain yang berkaitan.
Pencegahan Penyakit Asam Lambung Kambuh Kembali
Langkah utama dalam mencegah kambuhnya penyakit asam lambung adalah menerapkan pola hidup sehat serta menghindari makanan dan minuman yang dapat menyebabkan asam lambung naik. Lebih jelasnya, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kambuhnya GERD adalah sebagai berikut:
-
Menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari asap rokok.
-
Mengonsumsi makanan dalam porsi sedikit, namun sering.
-
Menghindari atau membatasi makanan dan minuman yang dapat menyebabkan asam lambung naik, seperti:
-
Minuman beralkohol.
-
Kafein.
-
Makanan pedas.
-
Makanan asin.
-
Makanan tinggi lemak.
-
Menjaga berat badan ideal.
-
Mengelola stres.
-
Menghindari kebiasaan tidur setelah makan. Tunggu hingga 2–3 setelah makan jika ingin rebahan atau tidur.
-
Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi daripada tubuh.
-
Menghindari mengenakan pakaian yang terlalu ketat, terutama di area perut.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa penyakit asam lambung tidak berkaitan secara langsung dengan jantung berdebar. Namun, jantung berdebar karena penyakit asam lambung bisa terjadi jika disertai dengan faktor-faktor pendukung lainnya, seperti stres dan cemas berlebih.
Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Jika mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan masalah jantung, seperti jantung berdebar, jangan ragu untuk memperoleh diagnosis yang akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
WebMD. Acid Reflux Disease. Diakses pada 2024 | Very Well Health. Can GERD (Acid Reflux) Cause Heart Palpitations?. Diakses pada 2024 | Healthline. Can Acid Reflux and GERD Cause Heart Palpitations?. Diakses pada 2024 | Medical News Today. Is there a link between acid reflux and palpitations?. Diakses pada 2024 | Cureus. Gastroesophageal Reflux and Its Association With Atrial Fibrillation: A Traditional Review. Diakses pada 2024 | Turkish Journal of Gastroenterology. Gastroesophageal Reflux Disease is Associated with Abnormal Ventricular Repolarization Indices. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






