Kesehatan Tubuh
Ciri-Ciri Penyakit Usus Buntu yang Penting Diwaspadai

Table of Contents
Gangguan pada usus buntu, seperti radang usus buntu, dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang serius. Adapun ciri-ciri usus buntu yang paling umum adalah nyeri pada perut di sekitar pusar. Namun, bukan berarti setiap orang yang mengalami nyeri perut tersebut mengidap penyakit usus buntu.
Sejumlah fakta menarik terkait ciri-ciri usus buntu selengkapnya telah dibahas oleh dr. Yossi Andila, M.Ked(Surg), Sp.B, Subsp. BD (K) dalam kanal Youtube Siloam Hospitals. Mari simak penjelasannya dalam tayangan video berikut:
Pertanyaan Seputar Ciri-Ciri Penyakit Usus Buntu
Sebagai informasi, usus buntu, atau dikenal dalam bahasa medis sebagai apendiks, adalah bagian kecil dari sistem pencernaan yang fungsinya masih diperdebatkan. Beberapa teori menyebutkan bahwa usus buntu mungkin berfungsi sebagai tempat penyimpanan bakteri baik. Namun, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa usus buntu tidak memiliki peran penting dalam sistem pencernaan.
Kondisi seperti sakit perut sebelah kanan dan sakit betis pun sering kali dipahami sebagai ciri-ciri penyakit usus buntu yang pasti. Padahal faktanya, tidaklah selalu demikian. Berikut penjelasan mengenai fakta usus buntu.
1. Apakah Sakit Perut Sebelah Kanan Pasti Usus Buntu?
Perlu diketahui, sakit perut sebelah kanan pada dasarnya tidak selalu menunjukkan radang usus buntu. Meskipun usus buntu terletak di bagian perut sebelah kanan bawah, nyeri di bagian perut sebelah kanan juga dapat disebabkan oleh berbagai masalah lainnya.
Beberapa contoh masalah lain yang dapat menyebabkan nyeri di bagian perut sebelah kanan meliputi gangguan lambung, gangguan ginjal, gangguan hati, cedera otot atau tulang rusuk, serta masalah ginekologi pada wanita.
Infeksi pada usus buntu biasanya dimulai dengan nyeri di daerah ulu hati yang bermigrasi ke daerah pusar. Kemudian setelah kurun waktu 24 hingga 48 jam, nyeri pada daerah pusar tersebut akan berpindah ke bagian perut sebelah kanan bawah yang merupakan lokasi dari usus buntu.
Adapun karakteristik atau gejala penyakit usus buntu lainnya adalah sebagai berikut:
-
Nyeri di perut bersifat mendadak.
-
Nyeri di perut semakin bertambah parah ketika penderita batuk, bersin, atau saat bergerak.
-
Mual dan muntah.
-
Kehilangan nafsu makan.
-
Demam ringan.
-
Perut kembung (karena penumpukan gas dalam perut).
-
Malaise (rasa lelah dan tidak enak badan).
2. Apakah Nyeri di Betis Menandakan Usus Buntu?
Nyeri di area betis dapat menjadi salah satu ciri-ciri penyakit usus buntu. Ketika seseorang merasakan nyeri di daerah perut sebelah kanan bawah, penderita akan mengangkat kakinya sebagai refleks untuk meredakan rasa nyeri tersebut. Refleks ini dapat merangsang nyeri tersebut merambat hingga ke betis.
3. Apakah Berolahraga Setelah Makan Menyebabkan Usus Buntu?
Dapat dikatakan bahwa sangat jarang atau bahkan hampir tidak pernah ada kasus olahraga setelah makan menjadi penyebab langsung dari radang usus buntu. Selain itu, terjadinya radang usus buntu juga tidak berlangsung secara tiba-tiba.
4. Apakah Usus Buntu Disebabkan Karena Banyak Makan Cabai dan Biji-bijian?
Perlu diketahui, makan cabai dan biji-bijian tidak berhubungan dengan terjadinya radang usus buntu. Namun, makan cabai dalam jumlah berlebihan memang dapat menyebabkan beberapa masalah pencernaan, seperti perut mulas atau bahkan mual dan muntah, yang sering kali disalahpahami sebagai gejala penyakit usus buntu.
Risiko terjadinya radang usus buntu akibat mengonsumsi banyak biji-bijian pun sangatlah rendah, hanya sekitar 0,05%. Pasalnya biji-bijian tersebut akan dicerna oleh sistem pencernaan dan hancur sebelum mencapai usus buntu.
5. Apakah Radang Usus Buntu Dapat Sembuh Sendiri?
Radang usus buntu adalah kondisi medis serius yang memerlukan tindakan medis segera. Jika infeksi pada usus buntu terus berlanjut tanpa mendapatkan penanganan segera, hal ini berisiko mengakibatkan terjadinya usus buntu pecah karena lumen usus yang kian menipis akibat peradangan yang berkepanjangan.
Usus buntu yang pecah dapat mengakibatkan infeksi dan bakteri akan masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan sepsis. Ketika sudah terjadi sepsis, fungsi dari organ-organ tubuh lain seperti ginjal, hati, dan jantung pun dapat terganggu. Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan peradangan pada usus buntu, karena infeksi yang berkelanjutan dapat berakibat fatal bagi pasien.
Penting untuk diketahui bahwa ciri-ciri orang terkena usus buntu dapat berbeda dan gejalanya tidak spesifik mewakili seperti kondisi di atas. Maka dari itu, ketahui diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Bedah Digestif (Pencernaan) di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi radang usus buntu dapat berbeda sesuai fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, dan memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk bisa memanfaatkan fitur-fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Yossi Andila, M,Ked(Surg), SpB-KBD
Bedah Digestif
Spesialis Bedah Subspesialis Digestive
Siloam Hospitals Medan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, MMR., SpPD.,FINASIM.,AIFO-K
Penyakit Dalam
Spesialis Penyakit Dalam
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini







