Kesehatan Mental
Insomnia atau Susah Tidur, Berikut Mitos dan Faktanya

Table of Contents
Insomnia adalah kondisi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup tidur yang diperlukan. Menurut Cleveland Clinic, sekitar 10% populasi dunia mengalami susah tidur yang tergolong kondisi medis. Insomnia tidak tergolong gangguan yang berbahaya tetapi cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Ada banyak mitos dan fakta di tengah masyarakat terkait pengertian gangguan insomnia dan cara penanganannya. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait insomnia, simak penjelasan oleh dr. I Gusti Ngurah Agastya, SpKJ dari Siloam Hospitals - ASRI pada kanal Youtube Siloam Hospitals berikut ini.
Apa itu Insomnia?
Insomnia terjadi ketika penderita susah tidur, atau tidak dapat tidur di waktu yang seharusnya, sehingga tubuh tidak mendapat istirahat yang cukup pada saat malam hari. Gangguan ini dapat memengaruhi kualitas tidur dan menyebabkan kelelahan di siang hari.
Beberapa definisi tentang insomnia yang perlu diperhatikan, di antaranya sebagai berikut:
-
Penderita kesulitan memulai tidur di malam hari.
-
Penderita kesulitan sering terbangun di tengah malam dan kesulitan untuk mempertahankan tidur.
-
Penderita kesulitan untuk kembali tidur setelah terbangun di tengah malam.
Mitos dan Fakta Seputar Insomnia
Insomnia bisa ditangani dan disembuhkan, tetapi beberapa mitos yang sering kali dipercaya menyebabkan penanganan insomnia menjadi kurang tepat. Berikut adalah beberapa mitos dan fakta seputar insomnia yang perlu diketahui:
-
Gangguan Tidur Hanyalah Insomnia
Hal ini adalah mitos. Insomnia tidak hanya satu-satunya gangguan tidur. Ada berbagai jenis gangguan tidur lainnya, seperti:
-
Hipersomnia: Gangguan kelebihan tidur yang ekstrim.
-
Parasomnia: Gangguan perilaku yang terjadi pada saat tidur, seperti sleepwalking (berjalan sambil tidur) atau night terror.
-
Insomnia Disebabkan Karena Masalah Mental Health
Hal ini adalah fakta. Kesehatan mental mempunyai peran besar dalam pola tidur. Gejala-gejala masalah kesehatan mental yang muncul, seperti gejala stres, kecemasan, dan depresi, dapat membuat seseorang susah tertidur dan mengalami insomnia.
Namun, ada pula beberapa faktor lain selain kesehatan mental yang dapat menyebabkan insomnia, di antaranya:
-
Masalah kesehatan fisik, seperti penyakit kronis.
-
Aktivitas yang tidak seimbang, termasuk aktivitas fisik (olahraga), sosial, dan pola makan.
-
Insomnia Dapat Disembuhkan Hanya Dengan Minum Obat
Hal ini tergantung. Insomnia sering kali melibatkan ketidakseimbangan senyawa kimia atau neurotransmitter pada otak dan hormon yang mengatur pola tidur, sehingga menyebabkan perubahan pola tidur pada penderita. Obat-obatan bisa membantu mengatasi insomnia. Kendari demikian, ada pendekatan lain yang bisa dilakukan, seperti:
-
Penderita bisa mengubah gaya hidup yang lebih sehat dan seimbang dari pagi sampai malam hari, dinamakan sleep hygiene.
-
Tidur di ruangan yang sejuk, gelap, dan tenang.
-
Tidur di waktu yang sama setiap malam. Contohnya, tidur malam pada pukul 21.00 setiap harinya.
-
Perhatikan badan dan pikiran harus rileks sebelum tidur. Penderita dapat melakukan relaksasi dan meditasi sebelum tidur untuk meringankan jiwa dan raga. Hindari aktivitas yang membuat tubuh bersemangat sebelum tidur, seperti lari malam.
-
Jangan mengonsumsi makanan terlalu banyak sebelum tidur. Hindari mengonsumsi kopi dan teh terlalu malam.
-
Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur. Sebaiknya, tidak melakukan aktivitas lain di tempat tidur, seperti makan, menonton, dan bermain gadget.
-
Fokuskan waktu tidur hanya di malam hari saja. Tidur siang dapat membuat waktu tidur malam menjadi tidak maksimal.
-
Insomnia Dapat Terjadi Karena Faktor Genetik
Hal ini tergantung. Genetik memiliki peran penting yang membuat seseorang dalam garis keturunan yang sama dengan penderita lebih mudah terkena insomnia, walaupun belum pasti sepenuhnya. Insomnia dan penyakit kesehatan mental lainnya memiliki banyak aspek yang berpengaruh, seperti aspek biologis, psikologis, dan sosial, bukan hanya karena genetik.
-
Insomnia Lebih Sering Terjadi pada Perempuan
Hal ini fakta. Walau jumlah perempuan lebih banyak yang terkena insomnia, bukan berarti laki-laki memiliki risiko yang lebih kecil. Perempuan lebih banyak mengalami insomnia karena faktor hormonal, misalnya perubahan hormon saat menstruasi atau saat menopause.
-
Insomnia Bisa Berdampak Buruk pada Kesehatan
Hal ini fakta. Insomnia dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik. Pada kesehatan fisik, penderita insomnia lebih mudah mengidap peradangan atau penyakit kronis, seperti hipertensi, jantung, dan penyakit lainnya. Pada kesehatan mental, penderita insomnia memiliki proses berpikir yang lebih lambat, konsentrasi terganggu, dan mengarah pada gejala stres, cemas, dan depresi.
Tentunya, insomnia dapat disembuhkan dengan mengelola penyebab insomnia. Penderita dapat menerapkan sleep hygiene yang sehat dan pola hidup sehat yang seimbang. Apabila tidak berhasil, segera konsultasikan ke psikiater atau dokter terkait.
Perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala yang disebutkan di atas tidak dapat digunakan untuk memastikan seseorang benar-benar menderita insomnia. Pasalnya, segala informasi di atas tidak mewakili insomnia secara spesifik, sehingga mungkin saja juga terjadi pada kondisi medis lainnya.
Untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat terkait dengan insomnia, segera lakukan konseling dengan Psikiatri di Siloam Hospitals terdekat. Dengan begitu, dokter juga bisa merencanakan tindakan medis yang tepat dan sesuai dengan kondisi pasien.
Manfaatkan pula layanan Telekonsultasi yang tersedia di aplikasi MySiloam untuk melakukan konsultasi secara virtual dengan dokter terkait. Layanan tersebut memungkinkan dokter untuk meresepkan obat pasien dan memperolehnya tanpa keluar rumah. Jaga selalu kesehatan anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals ASRI
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini






