Sub-Spesialisasi dari Radiologi

Abdomen

info

Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.

Dokter spesialis radiologi dengan subspesialis abdomen berfokus pada pemanfaatan teknologi radiasi untuk menunjang diagnosis dan pengobatan gangguan pada rongga perut. 

 

Secara umum, dokter dengan subspesialis radiologi abdomen memiliki beberapa tugas pokok, di antaranya adalah menentukan metode tes pencitraan yang efektif dan aman bagi pasien, melaksanakan pemeriksaan radiologi bersama dengan teknisi radiologi, serta menganalisis dan mengevaluasi hasil pemeriksaan radiologi pasien. 

 

Beberapa kondisi medis yang dapat dideteksi oleh dokter subspesialis radiologi klinik dengan subspesialis abdomen adalah tukak lambung, penyakit ginjal, obstruksi usus, inflammatory bowel disease, dan penyakit liver. 

 

Radiologi abdomen pertama kali dilakukan oleh E. Lindemann untuk mendemonstrasikan gastroptosis, yaitu kondisi ketika organ lambung bergeser ke bawah. Lalu, 3 tahun setelah ditemukannya sinar-X oleh Wilhelm Rontgen pada tahun 1895, Walter Bradford Cannon menjelaskan fisiologi dasar saluran cerna, terutama mekanisme menelan, gerak peristaltik, dan kerja pilorus. 

 

Kemudian, Herman Rieder, seorang dokter asal Jerman, menggunakan teknologi radiografi setelah pasien mengonsumsi bismut dalam jumlah besar untuk memperoleh gambaran usus kecil dan usus besar. 

 

Keunggulan Subspesialisasi

 

Dokter dengan subspesialis radiologi abdomen perlu menempuh serangkaian pendidikan dan pelatihan tambahan. Setelah menempuh pendidikan untuk menjadi seorang dokter umum selama kurang lebih 6 tahun, pendidikan dapat dilanjutkan ke spesialisasi radiologi selama kurang lebih 3–4 tahun.  

 

Kemudian, dokter spesialis radiologi akan menempuh pelatihan tambahan selama sekitar 2–3 tahun untuk mendapatkan sertifikasi subspesialis abdomen dan akan mendapatkan gelar Sp.Rad., Subsp. Abd (K). 

 

Pada dasarnya, dokter spesialis ini dilatih agar mampu menentukan metode tes pencitraan yang efektif dan aman bagi pasien. Dokter spesialis radiologi dengan subspesialis abdomen juga mampu menganalisis, mengevaluasi, serta menginterpretasi hasil pemeriksaan pasien secara komprehensif. 

 

Jika dibutuhkan, dokter dengan subspesialis ini juga dapat menyarankan pasien untuk menjalani pemeriksaan lanjutan atau prosedur pengobatan yang tepat dan sesuai kebutuhan pasien. Dalam hal ini, dokter spesialis radiologi dengan subspesialis abdomen juga dapat bekerja sama dengan dokter spesialis penyakit dalam dan ahli bedah digestif selama menjalani tugasnya. 

 

Dokter spesialis radiologi dengan subspesialis abdomen memiliki keahlian khusus dalam menggunakan berbagai alat dan prosedur medis untuk keperluan diagnosis dan menunjang metode pengobatan, seperti CT scan, barium meal, rontgen perut, MRI saluran cerna, dan lain-lain. 

 

Penyakit dan Prosedur Medis

 

Beberapa jenis penyakit yang dapat dideteksi oleh dokter spesialis radiologi klinik dengan subspesialis abdomen, yaitu: 

 

  • Tukak lambung.

  • Penyakit ginjal.

  • Obstruksi usus.

  • Penyakit radang usus (IBD).

  • Penyakit hati. 

  • Kanker pankreas.

  • Kanker usus besar.

  • Malrotasi.

 

Sementara itu, beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan oleh dokter spesialis radiologi dengan subspesialis abdomen, di antaranya: 

 

  • Barium enema.

  • USG abdomen.

  • Endoscopic retrograde cholangiopacreatography (ERCP).

  • Skrining aneurisma aorta abdominalis.

 

Baca Lebih Sedikit

Dokter Kami di

arrow_drop_down2
Tidak Ada Data

Temukan Dokter Terdekat

arrow_right
Dokter Tidak Ditemukan

message

coeSpecialistV2