Mengenal Manfaat Computed Tomography Angiography (CTA)
Kesehatan Tubuh

Mengenal Manfaat Computed Tomography Angiography (CTA)

17 September 2025 5 menit waktu baca
Mengenal computed tomography angiography (CTA)

Computed tomography angiography atau CTA adalah salah satu jenis tes pencitraan yang dapat menunjukkan kondisi pembuluh darah secara detail. Prosedur ini menggabungkan teknologi CT scan dengan penggunaan zat kontras sehingga dokter dapat melihat aliran darah serta mendeteksi sumbatan, penyempitan, atau kelainan pada pembuluh secara lebih jelas. Mari simak penjelasan lebih lanjut mengenai computed tomography angiography melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu CTA (Computed Tomography Angiography)?

 

Computed tomography angiography atau CTA adalah jenis pemeriksaan medis yang menggabungkan CT scan dan suntikan zat pewarna khusus (zat kontras) untuk melihat kondisi pembuluh darah dan jaringan di bagian tubuh tertentu. Dokter akan menyuntikkan zat pewarna tersebut melalui infus yang di pasang di lengan atau tangan.

 

Sebagai informasi, CT scan adalah jenis pemeriksaan sinar-X yang menggunakan komputer untuk menunjukkan gambar penampang tubuh dari berbagai potongan. Ketika CT scan digabungkan dengan zat pewarna kontras, gambar yang dihasilkan bisa menjadi lebih jelas dan pembuluh darah akan tampak seperti “bersinar” sehingga dokter lebih mudah dalam melakukan pengamatan.

 

Tujuan Computed Tomography Angiography

 

Dokter sering kali menggunakan CTA untuk melihat apakah terdapat penyempitan atau sumbatan pada arteri koroner. Jika dilakukan untuk tujuan melihat arteri koroner, CTA sering disebut sebagai coronary CT angiogram (CCTA). Namun, tidak hanya untuk melihat penyempitan pada arteri koroner, beberapa tujuan lain CTA adalah sebagai berikut:

 

  • Menemukan atau memastikan ukuran aneurisma (kondisi ketika pembuluh darah yang membengkak membentuk gelembung dan berisiko pecah), seperti pada aneurisma aorta.

  • Melihat apakah terdapat pembuluh darah yang menyempit karena aterosklerosis (penumpukan lemak di dinding arteri).

  • Mendeteksi kelainan bentuk pembuluh darah di dalam otak.

  • Memantau diseksi (robekan di dinding pembuluh darah).

  • Menemukan pembekuan darah yang terbentuk di pembuluh darah kaki lalu berpindah ke paru-paru (embolisme).

  • Melihat aliran darah ke tumor.

  • Mendiagnosis penyakit arteri karotis (penumpukan plak di arteri yang mengalirkan darah ke otak).

  • Mendiagnosis spontaneous coronary artery dissection (SCAD) atau robekan pada lapisan dinding arteri koroner.

  • Memeriksa kerusakan pembuluh darah akibat trauma. Pada kondisi ini, pembuluh darah mungkin mengalami kerusakan karena benturan atau luka tembus, misalnya di dada, leher, atau kepala. 

  • Mendiagnosis malformasi arteri-vena, kondisi ketika arteri dan vena yang saling kusut di suatu area, misalnya di otak.

 

Selain beberapa alasan di atas, tenaga medis juga mungkin memiliki tujuan lain dalam melakukan pemeriksaan CTA, seperti pada kasus stroke iskemik akut. Pemeriksaan CTA yang dibarengi dengan CT scan biasa dapat membantu dokter mendeteksi sumbatan lebih cepat sehingga pengobatan yang tepat dapat diberikan pun dapat lebih cepat.

 

Cara Kerja Computed Tomography Angiography

 

Sebelum memahami cara kerja CTA, penting untuk mengetahui bagaimana cara kerja CT scan. CT scan dapat menghasilkan gambar detail secara 3D (dimensi) dari dalam tubuh dengan cara mengambil ratusan foto 2D, lalu komputer akan menyusunnya menjadi gambar 3D yang jelas. Bedanya, pemeriksaan CTA dilakukan dengan menggunakan zat kontras yang membuat pembuluh darah terlihat lebih jelas.

 

Dengan kombinasi CT scan dan zat kontras, pembuluh darah dapat divisualisasikan dalam bentuk 3D. Citra yang dihasilkan dapat diputar dari berbagai sudut, menyerupai model anatomis pembuluh darah yang nyata. Hal ini memungkinkan pemeriksaan lebih detail untuk mendeteksi kelainan dan merencanakan terapi yang tepat. Dibandingkan dengan prosedur angiografi konvensional, CTA bersifat minimal invasif dan memiliki risiko yang lebih rendah.

 

Prosedur Computed Tomography Angiography

 

Sebelum prosedur dilakukan, umumnya pasien perlu menyampaikan beberapa hal berikut ini kepada dokter:

 

  • Obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

  • Riwayat kesehatan lengkap, termasuk masalah jantung, gangguan ginjal, dan alergi.

  • Pernah atau tidak mengalami reaksi alergi terhadap cairan kontras pada pemeriksaan sebelumnya.

  • Jika sedang hamil atau menyusui.

 

Kemudian, dokter biasanya akan memberikan instruksi khusus, misalnya memberikan anjuran pada pasien untuk berpuasa sebelum pemeriksaan atau meminta pasien menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu sementara waktu sebelum pemeriksaan.

 

Ketika akan memulai prosedur, tim medis biasanya meminta pasien berganti dengan baju khusus dari rumah sakit. Selain itu, semua perhiasan dan benda logam yang dikenakan pasien perlu dilepas agar tidak  memengaruhi akurasi hasil pemeriksaan.

 

Prosedur CTA biasanya berlangsung singkat dan tidak menimbulkan rasa sakit pada pasien. Bahkan, prosedur ini tidak memerlukan pemerian obat anestesi (bius), melainkan pemasangan infus kecil di lengan untuk memasukkan cairan kontras. Saat pemeriksaan, pasien diminta berbaring di meja khusus yang perlahan bergerak melewati mesin CT scan.

 

Pasien diminta tetap diam agar gambar jelas atau menahan napas beberapa detik sesuai arahan petugas bila diperlukan. Selama pemeriksaan, tenaga medis akan memantau dari ruang terpisah dan tetap berkomunikasi melalui interkom.

 

Proses di ruang pemeriksaan umumnya memakan waktu 20–60 menit, namun di bagian pemindaian hanya berlangsung sekitar 1–2 menit. Setelah tim medis mendapatkan hasil gambar yang cukup, infus akan dilepas. Setelah pemeriksaan, pasien umumnya diperbolehkan beraktivitas kembali.

 

Risiko Efek Samping Computed Tomography Angiography

 

Pada dasarnya CTA adalah prosedur yang aman untuk dilakukan. Jumlah radiasi yang digunakan tergolong kecil sehingga risikonya pun rendah. Namun, seperti halnya prosedur medis lain, CTA dapat menimbulkan sejumlah risiko efek samping yang perlu diwaspadai, yaitu:

 

  • Reaksi alergi.

  • Iritasi jaringan (kondisi ini bisa terjadi jika zat kontras bocor ke jaringan sekitar area infus dan bisa menimbulkan rasa nyeri atau iritasi pada kulit, pembuluh darah, maupun saraf di sekitarnya).

  • Gangguan ginjal. Zat kontras umumnya aman bagi orang dengan fungsi ginjal normal atau sedikit terganggu, namun bisa berisiko pada penderita penyakit ginjal berat.

 

Itulah penjelasan mengenai computed tomography angiography (CTA) yang penting untuk dipahami. Perlu diketahui bahwa pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya, misalnya untuk mendiagnosis kondisi medis tertentu.

 

Dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. Oleh karena itu, hasil pemeriksaan akan dijelaskan secara langsung oleh dokter. Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai CTA atau informasi mengenai kondisi otak dan saraf, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Sumber

Johns Hopkins Medicine. Computed Tomography Angiography (CTA). Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. CT Angiogram. Diakses pada 2025 | National Cancer Institute. computed tomography angiography. Diakses pada 2025 | AHA|ASA Journals. CTA-for-All: Impact of Emergency Computed Tomographic Angiography for All Patients With Stroke Presenting Within 24 Hours of Onset. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail