Sub-Spesialisasi dari Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi
Imunologi dan Penyakit Paru Interstisial
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter pulmonologi dan kedokteran respirasi dengan subspesialisasi imunologi dan penyakit paru interstisial berfokus menangani berbagai penyakit paru interstisial.
Selain penyakit paru interstisial (interstitial lung disease), subspesialis ini juga bertugas untuk menangani berbagai masalah saluran pernapasan bagian bawah, termasuk paru-paru, yang diakibatkan oleh gangguan kekebalan tubuh.
Interstitial lung disease menyebabkan penebalan pada jaringan interstisial, yaitu jaringan di sekitar alveoli (kantung udara di paru-paru). Kondisi ini menyebabkan elastisitas jaringan paru-paru menurun dan kapasitas paru berkurang.
Akibatnya, fungsi pernapasan menurun dan pasokan oksigen dalam darah berkurang. Kondisi ini dapat disebabkan oleh efek samping obat-obatan, paparan partikel berbahaya, dan penyakit autoimun, seperti vaskulitis, sarkoidosis, rheumatoid arthritis, lupus, dan lain-lain.
Pada tahun 1700, salah satu dokumen yang paling berpengaruh dalam dunia kedokteran yang ditulis oleh Bernardino Ramazzini da Capri (1633–1714), De morbis artificium diatriba, ditemukan di Padua.
Pada salah satu bab yang berjudul “Diseases of Sifters, Measurers, and Handlers of Grain”, Bernardino menggambarkan tentang terjadinya batuk kering, asma, dan cachexia pada pekerja. Ia berpendapat bahwa kelembapan dan cacing kecil (small worm) yang terdapat dalam debu gandum turut bertanggung jawab terhadap penyakit tersebut.
Keunggulan Subspesialisasi
Gelar untuk dokter pulmonologi dan kedokteran respirasi dengan subspesialisasi imunologi dan penyakit paru interstisial adalah (Sp.PKR, Subsp.IPPI). Untuk mendapatkan gelar tersebut dan bisa bekerja secara resmi, dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi perlu melanjutkan pendidikan dan pelatihan tambahan selama 2–3 tahun yang fokus pada subspesialisasi imunologi dan penyakit paru interstisial.
Dokter pulmonologi dan kedokteran respirasi dengan subspesialisasi imunologi dan penyakit paru interstisial memiliki kemampuan untuk memberikan diagnosis terhadap pasien yang mengalami gejala yang mengarah pada interstitial lung disease, seperti batuk kering, sesak napas, cepat lelah, dan lain-lain.
Subspesialis ini mungkin perlu melakukan diagnosis yang mendalam. Pasalnya, gejala interstitial lung disease mirip dengan berbagai penyakit pernapasan lainnya. Hal ini membuat penyakit tersebut lebih sulit terdeteksi.
Oleh karena itu, subspesialis ini perlu melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik secara mendalam, serta pemeriksaan penunjang. Guna mengatasi keluhan pasien, subspesialis ini dapat memberikan obat-obatan sesuai dengan kondisi pasien serta memberikan penanganan medis.
Penyakit dan Tindakan Medis
Beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter pulmonologi dan kedokteran respirasi dengan subspesialisasi imunologi dan penyakit paru interstisial adalah sebagai berikut:
-
Pneumonia interstisial nonspesifik.
-
Penyakit paru interstisial.
-
Fibrosis kistik.
-
Pleuritis.
-
Fibrosis paru.
-
Defisiensi Alfa-1 Antitripsin.
-
Pneumonitis hipersensitif.
-
Granulomatosis dengan poliangiitis.
Beberapa prosedur medis yang dilakukan oleh dokter pulmonologi dan kedokteran respirasi dengan subspesialisasi imunologi dan penyakit paru interstisial, di antaranya:
-
Tes keringat untuk fibrosis kistik.
-
Bronkoskopi.
-
Rontgen thorax.
-
Pemeriksaan fungsi paru.
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Fanny Fachrucha, SpP (K)
Pulmonologi (Paru)
Subspesialis Imunologi dan Penyakit Paru Interstisial
Siloam Hospitals Agora Cempaka Putih
Tersedia :
Rabu, 10 Juni 2026




