Bronkiolitis Obliterans - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Bronkiolitis Obliterans - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

05 Mei 2025 4 menit waktu baca
bronkiolitis obliterans

Bronkiolitis obliterans adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada saluran udara terkecil di paru-paru (bronkiolus). Secara umum, kondisi ini bisa diobati, namun tidak dapat disembuhkan. Sebetulnya, apa penyebab bronkiolitis obliterans dan bagaimana cara mengobatinya? Mari simak informasi selengkapnya melalui pembahasan berikut ini.

 

Apa itu Bronkiolitis Obliterans (Popcorn Lung)?

 

Bronchiolitis obliterans atau bronkiolitis obliterans adalah gangguan pada paru-paru yang memengaruhi bronkiolus. Bronkiolus adalah saluran udara terkecil di dalam organ paru-paru yang bentuknya menyerupai ranting pohon.

 

Pada kondisi bronkiolitis obliterans ini, bronkiolus mengalami peradangan, rusak, dan terbentuk jaringan fibrosa (parut) sehingga menyebabkan penyempitan saluran udara secara permanen akibat menghirup zat berbahaya atau terkena infeksi tertentu. Perlu diinformasikan, penyakit ini merupakan penyakit yang termasuk langka.

 

Bronkiolitis obliterans juga dikenal dengan sebutan popcorn lung karena para peneliti pertama kali mengidentifikasi penyakit ini di antara para pekerja pada pabrik microwave popcorn. Para pekerja diketahui menghirup diacetyl secara berlebihan. Diacetyl sendiri merupakan bahan kimia yang kerap digunakan untuk membumbui popcorn.

 

Selain itu, gejala serupa juga ditemukan pada kelompok individu yang baru saja menjalani prosedur transplantasi paru atau transplantasi stem sel hematopoietik, dan dikenal sebagai bronchiolitis obliterans syndrome.

 

Penyebab Bronkiolitis Obliterans

 

Pada dasarnya, bronkiolitis obliterans merupakan penyakit tidak menular. Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang menghirup bahan kimia berbahaya, seperti diacetyl. Selain itu, paparan zat berbahaya penyebab kondisi ini juga bisa terjadi di tempat kerja ataupun saat menggunakan rokok elektrik (vape).

 

Di samping itu, beberapa jenis zat kimia berbahaya lainnya yang bisa memicu terjadinya popcorn lung apabila dihirup secara berlebihan adalah sebagai berikut:

 

  • Asetaldehida.

  • Amonia.

  • Klorin.

  • Formaldehida.

  • Asap dari proses oksida logam.

  • Hydrochloric acid.

  • Mustard gas atau sulfur mustard.

  • Nitrogen oksida.

  • Sulfur dioksida.

 

Di sisi lain, sejumlah kondisi medis yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami popcorn lung adalah sebagai berikut:

 

 

Pada anak, penyakit ini diketahui dapat terjadi setelah terkena infeksi virus seperti adenovirus dan respiratory syncytial virus (RSV). Sedangkan pada orang dewasa, penyakit ini sering dikaitkan dengan infeksi HIV, Human Herpes Virus (HHV)-8, serta infeksi bakteri dan jamur lainnya.

 

Gejala Bronkiolitis Obliterans

 

Secara umum, bronchiolitis obliterans tidak selalu menimbulkan gejala pada setiap penderitanya. Kendati demikian, kondisi ini biasanya menimbulkan gejala berupa gangguan pernapasan. Gejalanya bisa berkembang selama beberapa minggu atau bulan, serta dapat kambuh ketika penderitanya berolahraga atau melakukan pekerjaan fisik berat. Adapun beberapa gejala umum dari bronchiolitis obliterans adalah:

 

  • Batuk, terutama saat dan setelah berolahraga. Gejala ini terkadang juga menghasilkan dahak.

  • Sesak napas, terutama saat dan setelah berolahraga.

  • Mengi.

  • Kelelahan.

  • Demam.

  • Berkeringat di malam hari.

 

Jika disebabkan oleh paparan zat iritan tertentu, selain gangguan pernapasan, bronchiolitis obliterans juga dapat menimbulkan ruam pada kulit. Selain itu, gejala-gejala di atas dapat bersifat persisten (terus menerus) dan progresif (memburuk seiring waktu). 

 

Diagnosis Bronkiolitis Obliterans

 

Dalam menegakkan diagnosis bronkiolitis obliterans, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui tentang keluhan, riwayat kesehatan, serta kondisi lingkungan pasien. Gejala bronkiolitis obliterans cenderung mirip dengan penyakit paru-paru lainnya. Karena itu, dokter perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh guna menentukan apakah kondisi yang dialami pasien disebabkan oleh popcorn lung.

 

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik serta mendengarkan suara pernapasan pasien dengan meletakkan stetoskop di area dada dan melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital untuk mengetahui saturasi oksigen, tekanan darah, nadi, laju pernapasan, dan suhu. Untuk membantu menegakkan diagnosis, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, di antaranya:

 

  • Pemeriksaan darah, untuk mengetahui apakah terdapat kondisi medis tertentu yang memengaruhi jaringan paru-paru dan menyebabkan bronkiolitis obliterans.

  • Tes pencitraan, seperti rontgen dada atau CT scan.

  • Spirometri, untuk mengevaluasi fungsi paru-paru. Pada pemeriksaan ini mungkin dapat ditemukan tanda-tanda obstruksi (penyumbatan) saluran napas.

  • Bronkoskopi.

  • Biopsi jaringan paru-paru.

 

Pengobatan Bronkiolitis Obliterans

 

Pengobatan bronchiolitis obliterans bertujuan untuk memperlambat perkembangan penyakit serta mengurangi keparahan gejala. Apabila kondisi ini terjadi akibat menghirup bahan kimia berbahaya secara berlebihan, penting untuk menghindari paparan bahan kimia tersebut serta zat berbahaya lainnya. Di samping itu, beberapa metode yang dapat dilakukan oleh dokter untuk menangani popcorn lung adalah sebagai berikut:

 

  • Pemberian kortikosteroid, seperti prednisone untuk menangani peradangan.

  • Pemberian antibiotik, seperti azithromycin.

  • Penggunaan inhaler, seperti inhaler yang mengandung albuterol untuk melebarkan saluran bronkial sehingga dapat membantu meredakan gejala sesak napas dan mengi.

  • Terapi oksigen, untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah.

  • Transplantasi paru-paru, terutama pada kasus bronkiolitis obliterans yang tergolong parah dan tidak bisa ditangani dengan obat-obatan.

 

Pencegahan Bronkiolitis Obliterans

 

Pada dasarnya, pencegahan bronkiolitis obliterans dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan organ paru-paru sebaik mungkin. Adapun beberapa upaya yang dapat diterapkan dalam rangka menjaga kesehatan paru-paru dan meminimalkan risiko terjadinya kondisi ini adalah:

 

  • Tidak merokok, termasuk rokok elektrik, dan menghindari paparan asap rokok.

  • Menghindari risiko penyakit infeksi sebisa mungkin, misalnya dengan mengenakan masker saat keluar ruangan, rutin mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik dan air mengalir, rutin melakukan vaksinasi, dan lain sebagainya. Pasalnya, penyakit infeksi tertentu bisa merusak paru-paru.

  • Menggunakan alat pelindung diri dengan benar apabila sering bekerja di sekitar zat kimia berbahaya.

 

Dapat disimpulkan, popcorn lung bisa membuat seseorang lebih berisiko mengalami bronkitis dan pneumonia yang dapat menyebabkan seseorang kesulitan bernapas hingga mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Oleh karenanya, penting bagi penderita kondisi ini untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter terkait. Dalam hal ini, pasien bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pulmonologi (Paru) dari Siloam Hospitals.

 

Selain itu, manfaatkan juga aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda untuk mendapatkan layanan kesehatan secara praktis. Pasalnya, aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai fitur untuk mencari informasi jadwal praktik, membuat janji temu dengan dokter, hingga antre secara online.

 

Aplikasi My Siloam

 

message

ArticleDetail