Sub-Spesialisasi dari Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

Kardiorespirasi

info

Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.

Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi dengan subspesialis kardiorespirasi berfokus merawat pasien dengan gangguan kardiovaskular dan sistem pernapasan.  

 

Fokus utama dari subspesialis ini adalah merencanakan perawatan rehabilitasi medis untuk pasien yang mengalami gangguan pada jantung, pembuluh darah, dan sistem pernapasan, sehingga daya tahan fisik, kinerja jantung, dan fungsi paru-paru pasien menjadi optimal demi menunjang kualitas hidup yang lebih baik.  

 

Beberapa kondisi yang dapat dibantu perawatannya oleh subspesialis ini, termasuk penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), pneumonia, asma, gagal jantung, dan penyakit jantung koroner.  

 

Akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21 menjadi titik dimulainya terapi fisik dan rehabilitasi pada pasien dengan gangguan jantung dalam meningkatkan asupan oksigen. Program ini diketahui dapat menunjang kualitas hidup pasien, terutama dalam beraktivitas sehari-hari. 

 

Pentingnya terapi fisik dan rehabilitasi pada pasien dengan gangguan kardiovaskular dan sistem pernapasan membuat program ini lebih difokuskan. Untuk itu, pendidikan subspesialis kardiorespirasi diberlakukan untuk memastikan setiap dokter dapat memberikan perawatan dengan kompeten.

 

Keunggulan Subspesialisasi

 

Pendidikan dan pelatihan lanjutan untuk bidang ini bisa ditempuh dalam waktu 1–2 tahun. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pendidikan lanjutan ini bisa berbeda antar institusi atau universitas penyelenggara.

 

Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi dengan subspesialis kardiorespirasi memiliki beragam keunggulan dalam memberikan layanan kesehatan terhadap pasien dengan masalah kardiovaskular dan sistem pernapasan. Subspesialis ini dapat merencanakan program rehabilitasi yang sesuai dengan selalu mempertimbangkan kesiapan dan kebugaran fisik pasien. 

 

Tentu saja, program rehabilitasi yang diberikan bersifat aman dan efektif untuk memperbaiki gangguan yang dialami pasien. Subspesialis ini juga mengelola kondisi komorbiditas yang sering terjadi bersamaan dengan masalah kardiorespirasi, seperti diabetes dan obesitas.

 

Dalam bertugas, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi dengan subspesialis kardiorespirasi biasanya akan berkolaborasi dengan berbagai tim medis multidisiplin, seperti spesialis penyakit dalam, spesialis pulmonologi, fisioterapis, terapis okupasi, ahli gizi, dan lain sebagainya. 

 

Selain itu, subspesialis ini juga bertanggung jawab untuk memantau perkembangan pasien selama program rehabilitasi kardiorespirasi berlangsung sehingga analisa yang didapatkan dapat digunakan untuk rancangan perawatan selanjutnya. 

 

Penyakit dan Prosedur Medis 

 

Beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi dengan subspesialis kardiorespirasi, yaitu:

 

  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

  • Pneumonia.

  • Asma.

  • Central Sleep Apnea.

  • Gagal jantung kongestif.

  • Penyakit jantung koroner (PJK). 

  • Pernapasan Mulut.

  • Gangguan Pernapasan.

 

Beberapa prosedur medis yang dilakukan oleh dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi dengan subspesialis kardiorespirasi, yaitu:

 

  • Pursed Lip Breathing.

  • Cardiopulmonary Exercise Test (CPET).

  • Rehabilitasi Jantung.

  • Spirometri.

 

Baca Lebih Sedikit

Dokter Kami di

arrow_drop_down2
Tidak Ada Data

Temukan Dokter Terdekat

arrow_right
Dokter Tidak Ditemukan

message

coeSpecialistV2