Sub-Spesialisasi dari Bedah Saraf
Neuro-Onkologi
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter spesialis bedah saraf dengan subspesialis neuro-onkologi mendalami ilmu terkait prosedur bedah untuk menangani tumor dan kanker pada otak atau sistem saraf pusat lainnya.
Dalam praktiknya, dokter dengan subspesialis ini memiliki tugas utama untuk memberikan perawatan kepada pasien dengan masalah tumor dan kanker pada sistem saraf, sehingga dapat meminimalkan gejala yang dirasakan sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien.
Beberapa penyakit yang sering kali terjadi dan dapat dibantu penanganannya oleh subspesialis ini termasuk glioma, meningioma, neurofibromatosis, medulloblastoma, tumor kraniospinal, atau tumor saraf perifer.
American Brain Tumor Association (ABTA) didirikan pada tahun 1973 dan menjadi organisasi yang meneliti dan mendukung pengembangan ilmu tumor otak. Konferensi pertama yang berfokus pada penelitian dan penanganan tumor otak diadakan di California, Amerika Serikat pada tahun 1975 dan diikuti oleh sebanyak 35 peserta.
Seiring berjalannya waktu, National Institutes of Neurological Disease and Stroke (NINDS) memberikan dukungannya dan menjalin kerja sama dengan ABTA dalam menyediakan program pelatihan pascasarjana bidang neuro-onkologi.
Keunggulan Subspesialisasi
Dokter spesialis bedah saraf yang ingin mengambil subspesialis neuro-onkologi wajib mengikuti pendidikan lanjutan selama 2–3 tahun, tergantung dari institusi atau universitas yang dipilih. Hal ini dikarenakan setiap institusi atau universitas memiliki perencanaan program pendidikan dan pelatihan atau kurikulum yang berbeda-beda. Program pendidikan mencakup pendalaman ilmu dan praktik medis yang berkaitan dengan masalah tumor atau kanker pada sistem saraf.
Dokter dengan subspesialis ini memiliki keahlian khusus dalam melakukan operasi pengangkatan tumor otak dan kondisi neuro-onkologi lainnya. Tidak hanya itu, dokter spesialis bedah saraf dengan subspesialis neuro-onkologi juga memiliki pengertian mendalam tentang anatomi otak dan sistem saraf serta cara mengaplikasikan teknik pembedahan yang dibutuhkan.
Dalam tugasnya, dokter dengan subspesialis ini melakukan peninjauan terhadap kondisi pasien untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Setelah itu, dokter dengan subspesialis ini akan merencanakan metode perawatan sesuai dengan kondisi pasien. Umumnya metode perawatan terdiri dari tindakan bedah, radioterapi, atau kemoterapi.
Karena penyakit yang ditangani tergolong kompleks, dokter spesialis bedah saraf dengan subspesialis neuro-onkologi juga telah dilatih secara khusus untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya komplikasi pascabedah.
Untuk meningkatkan pemahaman tentang kondisi neuro-onkologi dan pengembangan metode perawatan yang lebih modern, dokter dengan subspesialis ini juga sering terlibat dalam penelitian ilmiah.
Umumnya, dokter spesialis bedah saraf dengan subspesialis neuro-onkologi sering menjalin kerja sama dengan tim medis multidisiplin lain, seperti dokter spesialis neurologi, dokter spesialis anestesi, hingga dokter spesialis radiologi untuk mendapatkan perencanaan perawatan dan pengobatan yang tepat dan akurat.
Penyakit dan Prosedur Medis
Beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter spesialis bedah saraf dengan subspesialis neuro-onkologi, yaitu:
-
Neuroma akustik.
-
Astrositoma.
-
Tumor saraf perifer jinak.
-
Kraniofaringioma.
-
Ependymoma.
-
Glioblastoma.
-
Glioma.
-
Hemangioblastoma.
Beberapa prosedur medis yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf dengan subspesialis neuro-onkologi, yaitu:
-
Gamma knife.
-
Stereotactic thalamotomy.
-
Bedah Radiasi Stereotaktik Tulang Belakang.
-
EETS (endoscopic endonasal transsphenoidal surgery).
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Tersedia di
Lihat Semua




