Sub-Spesialisasi dari Gizi Klinik
Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter spesialis gizi klinik dengan subspesialis kelainan metabolisme gizi membuat rencana perawatan terkait gangguan metabolisme yang berhubungan dengan gizi dan nutrisi.
Gangguan atau kelainan metabolisme gizi dapat memengaruhi tubuh dalam mencerna, memproses, dan mengoptimalkan penggunaan nutrisi dari makanan, mulai dari makronutrien (karbohidrat, lemak, dan protein) hingga mikronutrien (vitamin dan mineral).
Beberapa kondisi medis yang ditangani oleh subspesialis ini adalah fenilketonuria, galaktosemia, gangguan penyimpanan glikogen, gangguan metabolisme lemak, kelainan asam amino, dan lain-lain.
Pada tahun 1953, James Watson dan Francis Crick menemukan struktur DNA. Peristiwa ini berperan penting dalam perkembangan pemahaman genetika, untuk kemajuan ilmu tentang metabolisme gizi yang bersifat genetik.
Seiring berjalannya waktu, pada awal abad ke-21, pendidikan yang lebih spesifik mengenai kelainan metabolisme gizi semakin diminati. Institusi pendidikan pun mulai memfasilitasi program-program pendidikan lanjutan bagi dokter yang ingin mengkhususkan diri dalam bidang kelainan metabolisme gizi.
Keunggulan Subspesialisasi
Seorang dokter spesialis gizi klinik dengan subspesialis kelainan metabolisme gizi perlu lebih dulu menempuh pendidikan kedokteran umum selama 4 tahun untuk mendapat gelar S.Ked, yang dilanjutkan dengan profesi kedokteran umum untuk meraih gelar dokter umum (dr.).
Selanjutnya, seorang dokter umum akan menjalani pendidikan spesialis gizi klinik selama 3,5 tahun. Waktu tersebut bisa lebih cepat atau lambat, tergantung institusi dan perjalanan studi masing-masing dokter. Setelah lulus, dokter akan mendapat gelar dokter spesialis gizi klinik (Sp.GK). Setelah itu, dokter spesialis gizi klinik akan menjalani pendidikan lanjutan (fellowship) terkait kelainan metabolisme gizi selama 2 tahun, dan mendapat gelar Sp.GK, Subsp.KM.
Dalam menangani pasien, dokter spesialis gizi klinik dengan subspesialis kelainan metabolisme gizi akan membuat perencanaan diet yang sesuai dengan kondisi atau penyakit pasien. Dokter akan membuat jadwal kontrol agar dapat melakukan pemantauan rutin, guna memastikan pasien mematuhi diet dan memastikan tingkat nutrisi dalam tubuh tetap dalam batas aman.
Dokter spesialis gizi klinik dengan subspesialis kelainan metabolisme gizi akan sering berkolaborasi dengan tim medis lainnya, seperti ahli gizi, dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter spesialis lain yang masih berkaitan dengan penanganan penyakit atau kelainan metabolisme gizi.
Penyakit dan Prosedur Medis
Beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter spesialis gizi klinik dengan subspesialis kelainan metabolisme gizi, yaitu:
-
Diabetes.
-
Galaktosemia.
-
Penyakit Penyimpanan Glikogen.
-
Fenilketonuria.
-
Malabsorpsi Asam Empedu.
-
Penyakit Gaucher.
-
Penyakit Wilson.
-
Hemokromatosis.
Beberapa prosedur medis yang dilakukan oleh dokter spesialis gizi klinik dengan subspesialis kelainan metabolisme gizi, yaitu:
-
Diet Karbohidrat Spesifik.
-
Diet Cairan.
-
Uji Eliminasi dan Provokasi Makanan.
-
FODMAP Diet.
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)
Gizi Klinik
Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK (K)
Gizi Klinik
Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Selasa, 19 Mei 2026
Tersedia di
Lihat Semua





