Kesehatan Tubuh
Ini Makanan Wajib & Pantangan yang Harus Dihindari Penderita Stroke!

Table of Contents
Selektif dalam memilih makanan untuk penderita stroke merupakan salah satu upaya perawatan yang penting untuk diterapkan. Pasalnya, pemilihan pola makan yang sehat dan tepat dapat membantu pengidapnya mengontrol tekanan darah, berat badan hingga potensi serangan stroke berulang. Mari simak daftar rekomendasi makanan yang baik dikonsumsi oleh penderita stroke melalui ulasan di bawah ini.
Rekomendasi Makanan untuk Penderita Stroke
Menjaga pola makan sehat bagi penderita stroke dapat menurunkan tiga faktor risiko penyebabnya, seperti kadar kolesterol, berat badan berlebih, dan tekanan darah tinggi. Guna mendukung pemulihan, berikut beberapa kumpulan menu makanan untuk penderita stroke yang aman dikonsumsi.
1. Sayur dan Buah
Jenis makanan untuk penderita stroke yang sangat disarankan adalah buah-buahan dan sayuran, khususnya sayuran hijau. Terdapat kandungan antioksidan tinggi dalam buah dan sayur yang bermanfaat bagi tubuh sebagai antiradang, sehingga dapat terhindar dari kerusakan pembuluh darah.
Tak hanya itu, kedua makanan tersebut memiliki kandungan serat yang tinggi, rendah kalori serta beberapa nutrisi penting, seperti mineral dan vitamin. Penelitian juga menunjukkan bahwa buah-buahan dan sayuran yang dikonsumsi secara rutin mampu menurunkan risiko stroke sebesar 11%. Beberapa contoh sayuran dan buah yang bisa dikonsumsi adalah asparagus, kentang, wortel, tomat, apel, pisang, jeruk dan melon.
2. Ikan
Ikan dikategorikan dalam makanan untuk penderita stroke karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Penelitian menyebutkan bahwa mengonsumsi ikan sebagai sumber protein disertai dengan sayuran yang rutin dapat membantu menurunkan risiko stroke dan penyakit jantung sebesar 13%.
Beberapa pilihan ikan yang kaya akan protein di antaranya salmon, makerel, tuna, dan ikan trout. Jenis ikan-ikan tersebut juga memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi sehingga dapat membantu tubuh mengendalikan tekanan darah serta menurunkan kolesterol untuk mengurangi risiko kambuhnya stroke.
3. Biji-bijian
Makanan dari biji-bijian mengandung tinggi serat, magnesium, zat besi serta vitamin B (asam folat dan thiamin). Kandungan-kandungan baik tersebut dapat menjaga kesehatan jantung sehingga mengurangi gejala stroke ringan muncul kembali.
Pengganti makanan pokok untuk penderita stroke disarankan biji-bijian utuh, seperti oatmeal, gandum, jagung, nasi merah, dan quinoa. Jenis makanan tersebut pun dilengkapi dengan zink, fosfor, dan tembaga yang baik bagi tubuh.
4. Olahan Susu Rendah Lemak
Kondisi stroke biasanya menyebabkan penderitanya kesulitan untuk bergerak, termasuk menelan makanan. Olahan susu rendah lemak dapat menjadi pilihan makanan untuk penderita stroke yang susah menelan.
Penderita stroke diperbolehkan mengonsumsi olahan produk susu, baik itu keju, yoghurt, atau susu selama mengandung lemak yang rendah. Makanan rendah lemak akan membantu penderita stroke menurunkan faktor risiko stroke sehingga dapat terhindar dari kekambuhan penyakit.
5. Makanan dengan Kalium
Rekomendasi makanan untuk penderita stroke selanjutnya yaitu makanan dengan kalium. Penelitian menunjukkan bahwa makanan untuk penderita stroke yang mengandung kalium dapat mengeluarkan kadar natrium dalam tubuh. Dengan begitu, tekanan darah pada penderita stroke dapat menurun. Adapun beberapa makanan yang mengandung kalium adalah kentang, bayam, ikan, kedelai, pisang, tomat, ubi jalar, dan melon.
Pantangan Makanan untuk Penderita Stroke
Setelah mengetahui apa saja rekomendasi makanan untuk penderita stroke yang aman dikonsumsi, ada pula sejumlah pantangan makanan yang sebaiknya dihindari atau dibatasi asupannya. Berbicara mengenai pantangan, hal ini sebenarnya bisa berbeda-beda, tergantung dari tingkat keparahan kondisinya. Namun, umumnya beberapa pantangan makanan untuk penderita stroke di antaranya sebagai berikut:
1. Makanan Tinggi Garam
Kandungan natrium yang ada pada garam berisiko menjadi pemicu lonjakan tekanan darah. Apabila tekanan darah tidak bisa dikendalikan, maka gejala stroke rentan menyerang kembali. Karena itu, penderita stroke perlu membatasi konsumsi garam dan natrium. Usahakan untuk tidak mengonsumsi kandungan natrium lebih dari 1.500 miligram per harinya, atau setara dengan 1 sdt garam.
2. Makanan Kemasan
Makanan yang harus dihindari penderita stroke selanjutnya yaitu makanan kemasan. Sebagian besar makanan instan kemungkinan mengandung natrium nitrat dan nitrit. Kedua bahan ini berfungsi sebagai zat pewarna dan pengawet.
Natrium nitrat dan nitrit dapat berdampak buruk pada penderita stroke karena berisiko merusak pembuluh darah dan membuat arteri mengeras atau menyempit. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kambuhnya penyakit stroke dan juga menyebabkan penyakit jantung.
3. Kandungan Lemak Trans dan Lemak Jenuh
Baik lemak jenuh maupun lemak trans, keduanya merupakan lemak jahat yang tidak baik bagi tubuh. Lemak jenuh dapat menyebabkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh meningkat. Kadar kolesterol jahat yang berlebihan di dalam tubuh dapat menghambat aliran darah ke otak dan jantung sehingga meningkatkan risiko serangan stroke. Sementara, lemak trans terbukti dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit, stroke menjadi salah satunya.
4. Makanan Tinggi Gula
Pantangan makanan untuk penderita stroke selanjutnya adalah jenis makanan tinggi gula. Mengonsumsi makanan yang mengandung gula berlebih dapat menyebabkan obesitas dan dapat merusak pembuluh darah. Kondisi tersebut berisiko membuat stroke kembali menyerang. Bagi penderita stroke, disarankan untuk membatasi konsumsi gula harian maksimal 4 sendok makan per hari.
5. Minuman Beralkohol
Alkohol merupakan kandungan yang dapat meningkatkan tekanan darah tinggi, sehingga berisiko memicu kekambuhan serangan stroke. Bagi penderita yang tengah dalam kondisi pascastroke, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu terkait hal ini.
Itulah rekomendasi kumpulan menu makanan untuk penderita stroke yang aman dikonsumsi sekaligus apa saja yang perlu dihindari. Perlu dipahami bahwa makanan-makanan tersebut tidak lantas dapat menyembuhkan penyakit stroke maupun menggantikan pengobatan yang disarankan oleh dokter.
Perlu dipahami bahwa informasi di atas hanya ditujukan sebagai edukasi dan tidak dapat menggantikan saran medis dari dokter. Pasalnya, beberapa individu dengan kondisi medis tertentu mungkin disarankan untuk membatasi beberapa jenis makanan guna menghindari risiko masalah kesehatan lainnya. Dalam hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat.
Anda juga bisa memesan Paket Katering Sehat dari Siloam Hospitals. Paket ini meliputi konsultasi dengan ahli gizi, kunjungan perawat, serta gratis pengantaran untuk jarak rumah maksimal 10 km. Pesan paket katering sehat dengan lebih mudah melalui aplikasi MySiloam.
Penting diingat, stroke dapat terjadi berulang. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala stroke berulang, segera hubungi emergensi stroke 1-500-911 dalam masa golden period atau 4,5 jam pertama untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat dari Siloam Stroke Ready Hospitals.
Siloam Stroke Ready Hospitals memiliki tim dokter spesialis multidisiplin yang berpengalaman dan siap siaga selama 24 jam. Layanan ini juga dilengkapi dengan teknologi medis yang canggih seperti CT scan dan MRI berakurasi tinggi untuk diagnosis yang cepat dan akurat.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







