Onkologi Ortopaedi dan Rekonstruksi

Sub-Spesialisasi dari Orthopaedi dan Traumatologi

Onkologi Ortopaedi dan Rekonstruksi

info

Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.

Dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi dengan subspesialis onkologi orthopaedi dan rekonstruksi menangani tumor dan memperbaiki bentuk sistem muskuloskeletal (otot dan rangka). 

 

Tugas utama dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi dengan subspesialis onkologi orthopaedi dan rekonstruksi adalah melakukan pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis tumor muskuloskeletal (otot dan rangka, serta jaringan sekitarnya). Umumnya, dokter dengan subspesialis ini akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengidentifikasi tumor, seperti rontgen, MRI, dan biopsi. 

 

Dari hasil pemeriksaan, dokter akan menilai jenis tumor, dan apakah tumor tersebut bersifat jinak atau ganas. Jika ganas, dokter akan menentukan tahapan tumor tersebut, yaitu menilai seberapa besar ukuran tumor dan seberapa jauh penyebarannya. Penilaian ini penting untuk menentukan tahapan pengobatan, yang salah satunya adalah rekonstruksi atau perbaikan kembali jaringan yang rusak.

 

Beberapa jenis tumor yang umum ditangani oleh dokter dengan subspesialis ini adalah osteosarkoma, chondrosarcoma, sarkoma Ewing, sarkoma jaringan lunak, tumor tulang jinak, dan masih banyak lagi.  

 

Pada tahun 1970-an hingga 1980-an, pemahaman tentang kanker muskuloskeletal semakin spesifik, sehingga ketersediaan program pendidikan dan pelatihan terkait onkologi orthopaedi dan rekonstruksi semakin meningkat.

 

Selain itu, banyaknya penelitian tentang onkologi orthopaedi dan rekonstruksi berhasil membuat terobosan baru dalam metode diagnostik dan teknik pengobatan dengan bedah rekonstruktif atau perbaikan kembali jaringan yang rusak. 

 

Keunggulan Subspesialisasi

 

Untuk memfokuskan diri dalam bidang onkologi orthopaedi dan rekonstruksi, seorang dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi perlu mengambil pendidikan lanjutan selama 2 tahun. Namun, durasi tersebut bisa lebih cepat atau lebih lambat, karena setiap universitas atau institusi memiliki peraturan dan metode pendidikan tersendiri. Lalu, setelah menyelesaikan pendidikan, dokter akan mendapat gelar Sp.OT, Subsp.Onk.Ort.R.

 

Dalam proses identifikasi tumor, dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi dengan subspesialis onkologi orthopaedi dan rekonstruksi akan bekerja sama dengan dokter spesialis lainnya, seperti dokter spesialis radiologi dalam proses MRI dan CT scan, serta dokter spesialis patologi anatomik untuk prosedur biopsi jarum halus. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat, agar rencana pengobatan dapat lebih efektif.

 

Salah satu tindakan pengobatan adalah teknik rekonstruksi atau perbaikan bentuk, yang bertujuan untuk memulihkan fungsi dan memperbaiki estetika anggota tubuh yang terdampak. Beberapa teknik rekonstruksi yang sering dilakukan oleh subspesialis ini adalah transplantasi tulang, atau penggunaan prostesis yang disesuaikan berdasarkan bentuk dan kondisi tubuh.  

 

Dalam menjalankan tugasnya, dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi dengan subspesialis onkologi orthopaedi dan rekonstruksi akan selalu memprioritaskan peningkatan kualitas hidup pasien, untuk meminimalkan gangguan aktivitas sehari-hari.

 

Penyakit dan Prosedur Medis 

 

Beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi dengan subspesialis onkologi ortopaedi dan rekonstruksi, yaitu:

 

  • Rhabdomyosarcoma (RMS).

  • Clear Cell Sarcoma.

  • Osteosarkoma.

  • Kondrosarkoma.

  • Giant Cell Tumors (GCT).

  • Sarkoma Ewing.

  • Tumor Tulang Belakang Metastasis.

  • Osteochondroma.

 

Beberapa prosedur medis yang dilakukan oleh dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi dengan subspesialis onkologi ortopaedi dan rekonstruksi, yaitu:

 

  • Amputasi.

  • Biopsi Tulang.

  • T-Bone KaeF.

  • Rekonstruksi Deformitas Kaki dan Pergelangan Kaki pada Dewasa.

 

Baca Lebih Sedikit

Dokter Kami di

arrow_drop_down2
Tidak Ada Data

Temukan Dokter Terdekat

arrow_right
dr-dr-yogi-prabowo-spot-subsp-onk-orth-r-k-spem

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Yogi Prabowo, SpOT, SubSp.Onk.Orth.R (K), SpEm

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Onkologi Ortopaedi dan Rekonstruksi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Selasa, 19 Mei 2026

message

coeSpecialistV2