Mengenal Cedera Lateral Collateral Ligament (LCL) pada Lutut
Kesehatan Tubuh

Mengenal Cedera Lateral Collateral Ligament (LCL) pada Lutut

17 Oktober 2025 5 menit waktu baca
cedera lcl

Cedera LCL adalah kondisi ketika lateral collateral ligament (LCL) pada bagian luar lutut mengalami robekan atau peregangan. Cedera LCL dapat terjadi akibat benturan langsung di bagian dalam lutut atau ketika lutut terpelintir secara tiba-tiba, dan sering dialami oleh atlet atau orang yang aktif bergerak.

 

Meskipun terdengar ringan, cedera LCL dapat memengaruhi kemampuan berjalan dan melakukan aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat. Artikel ini akan membahas penyebab, gejala, cara penanganan, hingga langkah pencegahan cedera LCL. Simak penjelasannya di bawah ini.

 

Apa Itu Cedera LCL?

 

Cedera LCL adalah cedera yang terjadi pada ligamen lateral kolateral, yaitu jaringan ikat yang terletak di sisi luar lutut dan menghubungkan tulang paha dengan tulang betis. Ligamen ini berfungsi untuk menstabilkan lutut dan mencegah lutut bergerak keluar secara abnormal saat bergerak ke samping.

 

Cedera LCL dapat berupa robekan atau keseleo (sprain) dan biasanya terjadi ketika lutut bergerak terlalu jauh ke samping akibat benturan langsung, terkilir, atau kecelakaan. Risiko cedera ini lebih tinggi terjadi pada atlet, terutama yang bermain sepak bola, ski, atau olahraga kontak lainnya. Namun, dengan perawatan dan rehabilitasi yang tepat, fungsi lutut biasanya dapat kembali pulih.

 

Penyebab Cedera LCL

 

Cedera LCL terjadi ketika lutut terdorong ke arah luar yang biasanya diakibatkan oleh benturan di sisi dalam lutut atau gerakan mendadak yang memaksa lutut bergerak abnormal ke samping. Kondisi ini dapat terjadi akibat kecelakaan yang menyebabkan lutut bergeser ke samping, atau saat terjadi benturan dalam olahraga kontak. Cedera LCL juga dapat disebabkan oleh kegiatan sehari-hari yang memberi tekanan berlebih pada lutut, misalnya saat:

 

  • Membungkuk.

  • Mengubah arah secara tiba-tiba.

  • Memutar lutut.

  • Melompat.

  • Melakukan gerakan zig-zag.

  • Menghentikan dan memulai gerakan berulang.

 

Selain dipicu oleh gerakan atau benturan langsung, kemungkinan terjadinya cedera LCL juga dipengaruhi oleh faktor risiko tertentu. Dilansir dari National Library of Medicine (2024), faktor risiko terjadinya cedera LCL adalah sebagai berikut:

 

  • Jenis kelamin dan aktivitas fisik: Beberapa laporan menunjukkan bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami cedera LCL, terutama jika aktif dalam olahraga yang melibatkan kontak fisik atau pergerakan dengan kecepatan tinggi, seperti berputar (pivoting) dan melompat.

  • Jenis olahraga: Sepak bola dikenal sebagai olahraga dengan risiko paling tinggi menimbulkan cedera lutut. Namun, cedera LCL lebih sering dikaitkan dengan olahraga seperti tenis dan senam (gymnastics).

  • Riwayat cedera sebelumnya: Cedera lutut, pergelangan kaki, atau cedera pada struktur penunjang lutut sebelumnya dapat meningkatkan kerentanan terjadinya cedera LCL dan area posterolateral corner (PLC).

  • Olahraga kontak: Sekitar 40% kasus cedera LCL dan PLC disebabkan oleh olahraga kontak, seperti sepak bola atau rugby.

  • Trauma nonolahraga: Selain aktivitas olahraga, cedera LCL juga dapat dipicu oleh trauma lain, misalnya kecelakaan lalu lintas atau jatuh dengan posisi yang memberi tekanan berlebih pada lutut.

 

Gejala Cedera LCL

 

Ketika mengalami cedera LCL, penderita dapat mengeluhkan sejumlah gejala, antara lain:

 

  • Nyeri pada bagian luar lutut, terutama saat bergerak atau menahan beban, dan ketika disentuh.

  • Pembengkakan di area sekitar lutut.

  • Memar yang muncul akibat kerusakan jaringan di sekitar ligamen.

  • Rasa tidak stabil pada lutut, misalnya terasa seperti akan goyah, tertekuk tiba-tiba, atau bahkan terkunci.

 

Sensasi lutut terasa tidak stabil dapat terus berlanjut meskipun pasien sudah mulai berjalan kembali. Oleh karena itu, sangat penting untuk segera menyampaikan kondisi ini kepada tenaga medis agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mencegah terjadinya risiko cedera berulang.

 

Diagnosis Cedera LCL

 

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terlebih dahulu dengan menanyakan riwayat cedera serta memeriksa kondisi lutut pasien. Pemeriksaan biasanya mencakup hal-hal berikut:

 

  • Adanya nyeri tekan.

  • Pembengkakan.

  • Pergerakan lutut tidak bebas karena nyeri.

  • Pergerakan tungkai terbatas karena nyeri.

  • Cedera lain yang mungkin menyertai.

  • Varus stress test (menilai kestabilan lutut di sisi lateral).

  • Dial test atau pemeriksaan rotasi lutut untuk menyingkirkan cedera PLC.

 

Selain pemeriksaan fisik, dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan penunjang, seperti:

 

 

Pengobatan Cedera LCL

 

Pengobatan cedera lateral collateral ligament umumnya ditentukan berdasarkan tingkat keparahannya, yang dikategorikan menjadi:

 

  • Grade 1 (ringan): Cedera bersifat ringan karena LCL hanya mengalami peregangan tanpa robekan total. Penanganan biasanya cukup dengan perawatan di rumah, istirahat, penggunaan kruk, serta pemakaian penyangga lutut saat pasien mulai diperbolehkan menapak. Pemulihan umumnya berlangsung sekitar 3–4 minggu.

  • Grade 2 (sedang): Cedera ditandai dengan robekan sebagian pada LCL. Pasien biasanya membutuhkan kruk dan penyangga hingga lutut cukup stabil. Waktu pemulihan dapat memakan waktu sekitar 8–12 minggu.

  • Grade 3 (berat): Cedera berat terjadi ketika LCL robek total atau terlepas dari perlekatannya. Kondisi ini sering membutuhkan penggunaan penyangga selama beberapa bulan, dan pada kasus tertentu tindakan operasi dapat direkomendasikan, terutama bila cedera disertai kerusakan struktur lutut lainnya, seperti anterior cruciate ligament (ACL) atau meniskus.

 

Cedera berat memerlukan tindakan operasi terbuka. Dalam prosedur ini, dokter bedah dapat melakukan beberapa langkah berikut:

 

  1. Menjahit kembali LCL yang robek.

  2. Menyambungkan kembali LCL ke tulang.

  3. Merekonstruksi ligamen dengan menggunakan jaringan tendon atau ligamen lain.

 

Pencegahan Cedera LCL

 

Cedera LCL mungkin tidak selalu dapat dicegah, tetapi beberapa langkah berikut dapat membantu menurunkan risikonya:

 

  • Menggunakan penyangga lutut saat berolahraga.

  • Melakukan peregangan sebelum berolahraga atau beraktivitas fisik.

  • Menyisihkan waktu untuk latihan yang meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot.

  • Pastikan lutut dalam posisi yang benar saat berolahraga. Konsultasikan dengan tenaga medis mengenai cara menjaga lutut tetap sejajar selama beraktivitas.

 

Demikian penjelasan mengenai cedera LCL, mulai dari penyebab hingga langkah pencegahannya. Perlu diingat bahwa informasi yang disampaikan di atas bertujuan sebagai edukasi semata sehingga tidak dapat menggantikan saran maupun diagnosis langsung dari dokter.

 

Oleh karena itu, jika lutut Anda terasa nyeri, bengkak, atau terasa tidak stabil, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Panggul dan Lutut di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh serta penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda.

 

Perlu dipahami bahwa proses pemeriksaan dan penanganan medis dapat berbeda di setiap rumah sakit, menyesuaikan dengan fasilitas yang ada. Namun, dokter akan tetap menyesuaikan jenis pemeriksaan serta terapi yang paling tepat sesuai kondisi pasien untuk memperoleh hasil yang optimal dan pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.

 

Agar perjalanan kesehatan Anda lebih praktis, manfaatkan aplikasi MySiloam. Dengan aplikasi ini, Anda dapat dengan mudah mengakses berbagai layanan, mulai dari melihat jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Unduh aplikasi MySiloam sekarang dan rasakan kemudahan dalam mengelola kebutuhan kesehatan Anda.

 

Sumber

Cleveland Clinic. LCL Tears. Diakses pada 2025 | Penn Medicine. Lateral Collateral Ligament (LCL) Injury. Diakses pada 2025 | National Library of Medicine. Lateral Collateral Ligament Knee Injury. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail