Kesehatan Tubuh
Ini Prosedur Pemeriksaan MRI untuk Tulang dan Sendi

Table of Contents
Pemeriksaan MRI adalah suatu prosedur diagnostik yang menggunakan teknologi medan magnet, gelombang radio, dan komputer untuk menghasilkan suatu gambaran detail dari organ dan struktur di dalam tubuh.
Teknologi ini memudahkan dokter untuk menegakkan diagnosis yang tepat dan terperinci dari berbagai masalah kesehatan termasuk yang terkait dengan sistem muskuloskeletal atau tulang dan sendi. Mari ketahui lebih lanjut mengenai pemeriksaan MRI untuk tulang dan sendi dalam artikel ini.
Tujuan Pemeriksaan MRI untuk Tulang dan Sendi
MRI adalah metode diagnostik yang menggunakan teknologi gelombang radio dan medan magnet untuk menghasilkan gambaran internal tubuh dengan detail. Berbeda dengan radioterapi, MRI tidak memanfaatkan sinar radiasi, sehingga pemeriksaan ini dapat menjadi pilihan yang lebih aman, termasuk untuk ibu hamil.
Dalam bidang orthopaedi, pemeriksaan MRI untuk tulang dan sendi dapat digunakan untuk memeriksa tulang, sendi, dan jaringan lunak seperti tulang rawan, otot, dan tendon dan mengevaluasi kondisi-kondisi seperti cedera,kelainan struktural, dan lain-lain.
Adapun kondisi-kondisi tertentu yang dapat terjadi pada tulang dan sendi dan dapat dievaluasi menggunakan MRI meliputi:
-
Cedera, seperti patah tulang atau robekan pada tendon, ligamen, atau tulang rawan.
-
Kelainan struktural akibat proses penuaan.
-
Infeksi seperti osteomielitis.
-
Tumor tulang.
-
Kerusakan sendi akibat radang sendi.
-
Kelainan bawaan.
-
Osteonekrosis (kematian sel-sel tulang yang disebabkan oleh suplai darah yang buruk ke area yang terdampak).
-
Penyakit tulang belakang.
-
Penyakit sendi degeneratif, seperti osteoartritis.
-
Herniasi atau degenerasi cakram (diskus) tulang belakang.
-
Penilaian setelah prosedur bedah ortopedi korektif.
Persiapan MRI untuk Tulang dan Sendi
Sebelum menjalani MRI, pasien harus mengikuti beberapa persiapan. Berikut adalah beberapa langkah persiapan yang biasanya diperlukan:
-
Memberitahukan dokter tentang riwayat medis, termasuk penyakit atau kondisi kesehatan yang sedang atau pernah dialami, serta riwayat alergi atau reaksi terhadap obat-obatan tertentu.
-
Memberitahukan radiografer jika menggunakan pacemaker, alat bantu dengar, behel, maupun riwayat operasi yang melibatkan penempatan implan dalam tubuh.
-
Melepaskan benda logam yang ada pada tubuh, seperti perhiasan, kacamata, jam tangan, dan peniti. Pasalnya, logam dapat memengaruhi medan magnet MRI dan mengganggu hasil pemeriksaan.
-
Mengenakan pakaian yang telah disediakan oleh rumah sakit di mana pakaian tersebut tidak memiliki komponen metal.
Prosedur MRI untuk Tulang dan Sendi
Prosedur MRI tulang dan sendi adalah metode diagnostik non-invasif yang digunakan untuk mendapatkan gambaran rinci tentang struktur dan kondisi sistem muskuloskeletal. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam prosedur MRI untuk tulang dan sendi:
-
Radiografer akan memosisikan pasien untuk berbaring di atas meja pemeriksaan.
-
Apabila prosedur pemeriksaan MRI melibatkan penggunaan cairan kontras, maka dokter akan menyuntikkan zat kontras tersebut melalui jalur pembuluh darah vena di tangan atau lengan.
-
Pasien dapat mengenakan tali pengikat dan menggunakan bantal untuk mempertahankan posisi tubuh di meja selama pemeriksaan berlangsung.
-
Radiografer akan menaruh kumparan magnet pada area tubuh yang akan diperiksa untuk memberikan kualitas gambar lebih baik.
-
Pasien ditempatkan dalam unit MRI, kemudian radiografer akan mulai mengoperasikan komputer dari luar ruangan MRI untuk melakukan pemeriksaan.
-
Pemeriksaan mencakup beberapa putaran dan setiap putaran akan menghasilkan suara bising yang berbeda dari mesin MRI.
-
Prosedur pemeriksaan MRI dapat berlangsung selama 30–60 menit.
Proses Pemindaian MRI
Saat pemeriksaan berlangsung, mesin MRI akan menghasilkan medan magnet dan gelombang radio yang akan berinteraksi dengan inti atom dalam tubuh pasien. Sinyal-sinyal ini akan ditangkap oleh antena MRI dan diubah menjadi gambar 3D yang ditampilkan pada komputer.
Pasien mungkin akan merasa sedikit kurang nyaman karena tidak boleh bergerak selama pemeriksaan berlangsung dan mendengar suara MRI yang cenderung bising. Rasa tidak nyaman ini juga bisa terjadi apabila pasien menderita claustrophobia, yakni ketakutan berlebihan dalam ruangan sempit dan tertutup seperti ruang alat MRI scan.
Untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut, pasien dapat diberikan headphone atau penutup telinga serta disediakan bel alarm yang dapat ditekan oleh pasien apabila membutuhkan bantuan. Pasien pun tidak perlu khawatir, karena selama proses pemeriksaan tersebut, radiografer akan berkomunikasi dengan pasien menggunakan interkom dua arah.
Perawatan Setelah Prosedur Pemeriksaan MRI
Setelah proses pemindaian selesai, pasien disarankan untuk bergerak secara perlahan saat bangun dari meja pemeriksaan untuk menghindari rasa pusing atau sakit kepala ringan setelah berbaring selama pemeriksaan berlangsung. Selain itu, hal-hal yang perlu diperhatikan pascatindakan adalah:
-
Jika ada obat penenang yang diberikan oleh dokter untuk diminum sebelum pemeriksaan dilakukan, maka pasien akan diminta untuk beristirahat sejenak sampai efek dari obat penenang tersebut hilang.
-
Jika prosedur pemeriksaan menggunakan pewarna kontras, pasien akan dimonitor dalam jangka waktu tertentu guna melihat ada atau tidaknya efek samping MRI atau reaksi terhadap pewarna kontras, seperti rasa gatal, bengkak, ruam, atau kesulitan bernapas.
-
Jika terdapat rasa sakit, kemerahan, dan/atau bengkak di area tangan tempat dipasangnya selang infus setelah pasien kembali ke rumah, maka segera beritahukan kepada dokter karena kondisi ini dapat mengindikasikan adanya suatu infeksi atau jenis reaksi lain.
-
Jika pasien tidak merasakan gejala-gejala tertentu, maka tidak ada jenis perawatan khusus yang diperlukan setelah pemindaian MRI pada tulang dan sendi. Pasien dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa sesuai dengan petunjuk dokter.
Itulah informasi yang perlu diketahui tentang cara kerja MRI dan prosedur pemeriksaan MRI tulang dan sendi. Pastikan untuk mengikuti instruksi persiapan dari fasilitas atau rumah sakit tempat menjalani prosedur MRI. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran sebelum menjalani pemeriksaan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals terdekat dan buat janji temu melalui fitur Cari Dokter. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda dalam memesan paket kesehatan serta konsultasi virtual dengan dokter di mana pun dan kapan pun. Unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anna Celesta Nastasia Nalley, Sp.Rad, R.I(K)
Radiologi
Subspesialis Intervensional
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Vert. Cervicalis AP + Lateral / Rontgen Tulang Leher
Rontgen / X-Ray
Rp405.000
TERPOPULER
Ankle / Rontgen Pergelangan Kaki
Rontgen / X-Ray
Rp289.000
TERPOPULER
MRI 1.5T Whole Spine Non-CNTRS / MRI Seluruh Tulang Belakang
MRI / MRA, Tulang/ Ortopedi
Rp5.616.000
MRI Tulang Belakang Tengah/Punggung/Spine Thoracic (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI Tulang Leher/Spine Cervical (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
1.5T MRI KNEE NON CONTRAST (1 SIDE)
MRI / MRA, Tulang/ Ortopedi
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI Sendi Bahu/Shoulder Non-Kontras (1 Sisi)
MRI / MRA
Rp2.870.000







