Sub-Spesialisasi dari Oftalmologi
Refraksi dan Optimasi Visual
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter spesialis ilmu kesehatan mata dengan subspesialis refraksi dan optimasi visual berfokus untuk menegakkan diagnosis, memberi perawatan, dan menangani gangguan refraksi.
Gangguan refraksi adalah kondisi ketika mata tidak dapat memfokuskan cahaya yang masuk tepat pada retina, sehingga penglihatan menjadi kurang jelas. Sementara optimasi visual adalah upaya untuk meningkatkan atau memaksimalkan fungsi penglihatan seseorang.
Beberapa jenis gangguan refraksi yang memerlukan optimasi visual adalah miopi (rabun jauh atau mata minus), hipermetropi (rabun dekat atau mata plus), dan astigmatisme (mata silinder). Dokter dengan subspesialis ini akan merekomendasikan penggunaan lensa atau kacamata untuk membantu memaksimalkan penglihatan.
Sejarah bidang ilmu kesehatan mata dimulai sejak ditemukannya kacamata pada abad ke-13 di Italia. Pada saat itu, kacamata lebih umum digunakan oleh kalangan cendekiawan dan orang kaya untuk membaca, menulis, dan melakukan pekerjaan lainnya.
Pengembangan teknologi dalam refraksi dan kacamata sangat membantu pasien-pasien dengan gangguan refraksi untuk mendapatkan penglihatan yang lebih optimal. Ditemukannya lensa kontak juga memberikan alternatif baru bagi pasien dengan gangguan refraksi.
Keunggulan Subspesialisasi
Untuk memfokuskan diri dalam bidang refraksi dan optimasi visual, seorang dokter spesialis ilmu kesehatan mata perlu mengambil pendidikan lanjutan selama 2 tahun. Namun, durasi tersebut bisa berbeda-beda karena setiap universitas atau institusi memiliki peraturan dan metode pendidikan tersendiri.
Dokter spesialis ilmu kesehatan mata dengan subspesialis refraksi dan optimasi visual (Sp.M, Subsp.ROV) memiliki kemampuan untuk menegakkan diagnosis gangguan refraksi secara akurat, seperti miopi, hipermetropi, atau astigmatisme.
Setelah penegakan diagnosis, dokter dengan subspesialis ini akan merekomendasikan kacamata yang sesuai agar penglihatan pasien menjadi optimal. Dokter juga akan merencanakan kontrol berkala, karena kondisi mata seseorang dapat berubah seiring berjalannya waktu. Jika ada perubahan, dokter akan melakukan penyesuaian kacamata atau lensa kontak, agar penglihatan tetap optimal.
Dokter dengan subspesialis ini juga akan memberikan saran atau rekomendasi kepada pasien agar kesehatan mata tetap terjaga, mulai dari gaya hidup, cara melindungi mata dari paparan sinar UV yang berlebihan, hingga nutrisi yang baik untuk mata.
Penyakit dan Prosedur Medis
Beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter spesialis ilmu kesehatan mata dengan subspesialis refraksi dan optimasi visual, yaitu:
-
Rabun Jauh.
-
Rabun Dekat.
-
Astigmatisme.
-
Presbiopia.
-
Mata Malas.
-
Penglihatan Kabur.
-
Anisometropia.
-
Penglihatan 20/20.
Beberapa prosedur medis yang dilakukan oleh dokter spesialis ilmu kesehatan mata dengan subspesialis refraksi dan optimasi visual, yaitu:
-
Tes Visus Mata.
-
Pemeriksaan Mata.
-
Pemeriksaan Lapang Pandang.
-
Tes Buta Warna.
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
Tersedia di
Lihat Semua



