Kesehatan Tubuh
Mengenal Fungsi Lensa Mata dan Gangguan yang Dapat Terjadi

Table of Contents
Lensa mata adalah bagian mata yang memiliki peran penting untuk membelokkan cahaya dan memfokuskannya pada retina. Pada dasarnya, fungsi lensa mata adalah untuk membantu seseorang agar dapat melihat dengan jelas.
Mari simak ulasan lengkap mengenai fungsi lensa mata beserta kondisi medis yang dapat memengaruhinya melalui artikel di bawah ini.
Apa itu Lensa Mata?
Lensa mata atau juga dikenal dengan kristalin (crystalline lens) adalah bagian penting dari anatomi mata yang memungkinkan mata untuk fokus pada suatu objek dengan jarak yang berbeda-beda. Bagian mata ini berwarna transparan yang terletak di belakang iris, tepatnya di depan badan vitreous.
Dalam keadaan normal, lensa mata berbentuk seperti bola memanjang (ellipsoid) atau cembung di kedua sisi. Secara umum, lensa mata terdiri dari empat bagian utama, yaitu kapsul, epitel, korteks, serta nukleus.
Fungsi Lensa Mata
Seperti yang sudah dijelaskan bahwa fungsi lensa mata adalah untuk membelokkan, memfokuskan, serta memantulkan cahaya ke retina (bagian mata yang terdapat saraf penglihatan) agar mata bisa melihat dengan jelas.
Lensa mata tidak memiliki pembuluh darah sehingga akan membutuhkan bantuan dari bagian mata lainnya, seperti aqueous humor dan otot siliaris untuk mendapatkan nutrisi agar dapat menjalankan fungsinya secara optimal. Aqueous humor adalah cairan bening di antara kornea dan lensa yang berfungsi untuk menjaga lensa mata agar tetap ternutrisi serta sehat.
Perlu diketahui, lensa memberikan sekitar sepertiga dari kekuatan fokus penglihatan mata. Bagian mata yang satu ini bersifat fleksibel, di mana kelengkungannya dapat berubah karena pengaruh badan atau otot siliaris. Adapun otot siliaris bertugas untuk mengontrol ukuran dan bentuk lensa sesuai dengan letak suatu objek yang sedang dilihat.
Misalnya, saat mata sedang melihat objek dengan jarak dekat, otot siliaris akan membuat lensa mata memendek, menebal, serta menjadi berbentuk cembung, begitu pula sebaliknya. Kemampuan otot-otot siliaris untuk mengubah fokus penglihatan pada objek berjarak dekat dan jauh dikenal dengan istilah akomodasi.
Kondisi Medis yang Memengaruhi Fungsi Lensa Mata
Terdapat sejumlah kondisi medis yang bisa memengaruhi fungsi lensa mata, di antaranya adalah rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi), presbiopi, dan katarak. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Rabun Jauh (Miopi)
Rabun jauh atau miopi adalah kondisi yang terjadi ketika cahaya yang difokuskan oleh lensa mata jatuh di depan retina. Hal ini dapat membuat seseorang tidak dapat melihat suatu objek dari jarak jauh dengan jelas.
2. Rabun Dekat (Hipermetropi)
Kebalikan dari miopi, hipermetropi atau rabun dekat merupakan kondisi yang terjadi ketika cahaya yang difokuskan oleh lensa mata jatuh di belakang retina. Karena itu, kondisi ini menyebabkan seseorang kesulitan untuk melihat objek dari jarak dekat dengan jelas.
3. Presbiopi
Kelainan pada lensa mata selanjutnya adalah presbiopi atau mata tua. Kondisi ini terjadi ketika mata kehilangan kemampuannya untuk fokus melihat suatu objek dari jarak dekat secara perlahan.
Meski sama-sama membuat penderitanya tidak biasa melihat dari jarak dekat, presbiopi adalah kondisi yang berbeda dengan hipermetropi. Pada dasarnya, hipermetropi diakibatkan oleh bentuk lensa mata atau kornea yang tidak normal. Sementara presbiopi terjadi karena otot-otot di sekitar lensa mata menjadi kaku karena faktor penuaan.
Seiring dengan bertambahnya usia, kandungan protein pada lensa mata dapat berubah sehingga menyebabkan lensa menebal dan menjadi tidak fleksibel. Hal ini juga turut memengaruhi serabut otot siliaris yang berfungsi menjaga lensa mata agar tetap pada tempatnya.
4. Katarak
Salah satu gangguan pada lensa mata yang cukup umum terjadi adalah katarak. Kondisi ini terjadi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Serupa dengan presbiopi, katarak sering terjadi karena faktor penuaan.
Pasalnya, pertambahan usia dapat membuat protein yang membentuk lensa mata menggumpal sehingga dapat membentuk lapisan putih di area lensa. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya kehilangan kemampuan penglihatan.
Cara Menjaga Kesehatan Lensa Mata
Agar lensa mata dapat berfungsi dengan optimal, sangat penting untuk menjaga kesehatan mata secara menyeluruh. Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata sekaligus mengoptimalkan fungsi lensa mata adalah sebagai berikut.
-
Memperbanyak konsumsi makanan yang baik untuk kesehatan mata, seperti sayuran hijau, wortel, telur, ikan, kacang-kacangan, dan lain sebagainya.
-
Menggunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari.
-
Mengistirahatkan mata secara rutin, terutama jika sering menggunakan dan menatap layar gadget.
-
Menghindari membaca di ruangan gelap terlalu lama.
-
Melakukan pemeriksaan mata secara rutin.
Itulah informasi lengkap mengenai fungsi lensa mata serta berbagai kondisi medis yang dapat terjadi. Jika Anda memiliki keluhan terkait dengan fungsi lensa mata, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan tindakan medis yang tepat.
Jika ingin membuat janji temu secara praktis, Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam. Selain itu, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda dalam memesan paket kesehatan, cek hasil pemeriksaan, hingga check in mandiri. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Basic
Penawaran Spesial, Skrining Lite
11 Service/Item
Rp649.000
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Mini
Skrining Lite
7 Service/Item
Rp449.000
TERPOPULER
Kunjungan Dokter Umum - Homecare
Kunjungan Dokter Umum
Rp650.000
Paket Hidup Sehat 2 - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
6 Service/Item
Rp875.000
TERPOPULER
Kunjungan Dokter Umum dan Perawat - Homecare
Kunjungan Dokter Umum
Rp1.100.000







