Kesehatan Tubuh
Lempeng Epifisis dan Perannya dalam Pertumbuhan Tulang

Table of Contents
Lempeng epifisis (epiphyseal plate) atau lempeng pertumbuhan adalah struktur khusus pada tulang panjang yang berfungsi mengendalikan proses pertumbuhan. Struktur ini berperan penting dalam pengendalian pertumbuhan panjang tulang. Pada anak dan remaja, lempeng inilah yang menentukan tinggi badan hingga mencapai usia dewasa.
Seiring bertambahnya usia, lempeng epifisis akan menutup secara alami, yang menandakan berhentinya pertumbuhan tinggi badan. Mengingat sifatnya yang belum mengeras sempurna, bagian ini rentan terhadap gangguan ortopedi dan dapat memengaruhi postur tubuh. Mari pahami lebih lanjut tentang lempeng epifisis melalui ulasan di bawah ini.
Apa Itu Lempeng Epifisis (Lempeng Pertumbuhan)?
Lempeng epifisis adalah lapisan jaringan tulang rawan yang berada di ujung setiap tulang panjang, seperti tulang lengan atas dan bawah, kaki, jari tangan, serta jari kaki. Lempeng ini terletak di antara bagian batang tulang yang melebar (metafisis) dan ujung tulang (epifisis).
Lempeng epifisis memungkinkan tulang untuk tumbuh atau bertambah panjang hingga anak mencapai tinggi badan maksimalnya. Proses pertumbuhan ini akan selesai (biasanya pada usia 20-an) dan jaringan tulang rawan ini akan digantikan oleh tulang yang telah mengeras. Penelitian dalam Acta Paediatrica (2020) menunjukkan bahwa berhentinya aktivitas lempeng epifisis dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk hormon seksual, tahap pubertas, indeks massa tubuh, dan asupan nutrisi.
Anatomi Lempeng Epifisis
Penutupan lempeng epifisis mengikuti pola perkembangan pubertas yang spesifik gender. Estrogen berperan krusial dalam fusi lempeng ini, itulah sebabnya proses penutupan pada anak perempuan biasanya terjadi lebih awal.
Pada anak perempuan, sebagian besar lempeng pertumbuhan mulai menutup pada usia 14–17 tahun, sedangkan pada laki-laki terjadi sedikit lebih lambat, yaitu sekitar 15–18 hingga 17–20 tahun, tergantung lokasi tulang. Secara umum, seluruh lempeng pertumbuhan biasanya sudah tertutup sepenuhnya pada usia 19 tahun ke atas pada perempuan dan sekitar 21 tahun ke atas pada laki-laki, sehingga setelah itu tinggi badan tidak lagi bertambah.
Macam-Macam Gangguan pada Lempeng Epifisis
Lempeng epifisis merupakan bagian tulang yang masih berkembang pada anak, sehingga lebih rentan terhadap cedera bila dibandingkan dengan tulang yang sudah dewasa. Jika tidak ditangani dengan baik, fraktur lempeng epifisis dapat menyebabkan tulang tumbuh tidak lurus atau perbedaan panjang anggota gerak antara satu sisi dengan sisi lainnya. Adapun beberapa gangguan yang bisa terjadi pada lempeng epifisis adalah sebagai berikut:
1. Fraktur
Cedera yang paling umum terjadi pada lempeng epifisis adalah fraktur (patah tulang) yang dikenal juga sebagai fraktur Salter-Harris. Kondisi ini dapat terjadi akibat kecelakaan, jatuh, atau cedera saat berolahraga maupun melakukan aktivitas seperti bersepeda atau bermain skateboard. Cedera ini juga bisa terjadi akibat penggunaan yang berlebihan (overuse). Jika tidak ditangani secara presisi oleh dokter spesialis ortopedi, dapat menyebabkan growth arrest (pertumbuhan tulang terhenti) atau deformitas sudut.
2. Little League Elbow and Shoulder
Little League elbow dan Little League shoulder merupakan jenis cedera yang terjadi akibat penggunaan berlebihan pada siku atau bahu. Kondisi ini umumnya menimbulkan nyeri yang menetap dan bisa memburuk saat melakukan gerakan tertentu. Cedera ini umum ditemukan pada atlet remaja cabang olahraga lempar.
3. Penyakit Osgood-Schlatter
Penyakit Osgood-Schlatter adalah kondisi yang dapat menyebabkan rasa nyeri pada lutut dan tulang kering bagian atas. Kondisi ini terjadi ketika tendon di lutut (tendon patela) menarik area lempeng pertumbuhan pada tulang kering. Penyakit Osgood-Schlatter tidak hanya bisa menimbulkan nyeri tetapi juga benjolan keras di bawah lutut. Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan membaik seiring pertumbuhan dan penyesuaian aktivitas.
4. Penyakit Sever
Penyakit Sever adalah kondisi ketika lempeng pertumbuhan yang terdapat pada tumit mengalami pembengkakan atau iritasi. Kondisi ini ditandai dengan timbulnya rasa nyeri pada tumit dan bisa semakin parah jika digunakan untuk beraktivitas. Penyakit Sever sering kali terjadi pada remaja yang sering berolahraga yang melibatkan banyak lari atau lompat, seperti bola basket.
5. Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE)
SCFE adalah cedera atau fraktur pada lempeng epifisis yang berada di kepala tulang paha sehingga mengalami pergeseran. Kondisi ini dapat terjadi setelah jatuh atau trauma ringan di area panggul dan biasanya memerlukan tindakan operasi sesegera mungkin karena bisa menyebabkan kerusakan pada sendi panggul.
Cara Menjaga Kesehatan Lempeng Epifisis
Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah cedera dan menjaga kesehatan lempeng epifisis pada anak dan remaja, yaitu:
-
Menjaga kesehatan tulang dengan mencukupi kebutuhan nutrisi penting, seperti protein, vitamin D, dan kalsium.
-
Menggunakan perlengkapan pelindung pada area sendi, misalnya pelindung siku atau tulang kering, saat berolahraga.
-
Mengganti sepatu maupun alat olahraga yang sudah lama atau aus agar risiko cedera berkurang.
-
Melakukan pemanasan dan peregangan sebelum memulai aktivitas fisik guna menyiapkan otot dan sendi.
-
Menyesuaikan teknik latihan atlet dengan usia serta tahap pertumbuhan.
-
Menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan benturan keras atau trauma.
-
Menghentikan aktivitas dan beristirahat ketika tubuh mulai terasa lelah atau timbul nyeri.
Demikian informasi mengenai lempeng epifisis yang perlu Anda ketahui. Jaringan ini memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang tulang anak. Oleh karena itu, setiap keluhan seperti nyeri yang tidak kunjung membaik, pembengkakan di sekitar sendi, atau keterbatasan gerak, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Tulang Subspesialis Orthopaedi Anak di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ortopedi dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Healthline. Understanding Growth Plates and Their Role in Bone Development. Diakses pada 2026 | OrthoInfo. Growth Plate Fractures. Diakses pada 2026 | YaleMedicine. Growth Plate Injuries. Diakses pada 2026 | Wiley. A cross‐sectional magnetic resonance imaging study of factors influencing growth plate closure in adolescents and young adults. Diakses pada 2026 | StatPearls. Pediatric Physeal Injuries Overview. Diakses pada 2026 | EFORT Open Reviews. The growth plate: a physiologic overview. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini






