Kesehatan Tubuh
Ptosis (Kelopak Mata Turun) - Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Table of Contents
Blepharoptosis atau ptosis adalah kondisi yang ditandai dengan kelopak mata turun sehingga membuat mata terlihat seperti mengantuk. Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Meski demikian, ptosis adalah kondisi yang perlu diwaspadai karena bisa menjadi indikasi adanya penyakit serius. Mari kenali apa itu ptosis selengkapnya lewat artikel berikut ini.
Apa itu Ptosis (Kelopak Mata Turun)?
Blepharoptosis atau juga dikenal dengan ptosis adalah kondisi ketika kelopak mata atas turun karena berkurangnya kekuatan otot yang berfungsi untuk mengendalikan kelopak mata. Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu ataupun kedua kelopak mata. Dalam kasus yang tergolong parah, ptosis dapat menutupi sebagian besar atau bahkan seluruh pupil sehingga dapat mengganggu penglihatan.
Ptosis adalah kondisi yang dapat terjadi sejak lahir (congenital) ataupun di kemudian hari (acquired). Jika terjadi secara tiba-tiba, ptosis umumnya dikaitkan dengan kondisi medis serius seperti pada otak, saraf, atau rongga mata.
Penyebab Ptosis
Pada dasarnya, penyebab ptosis dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu akibat kondisi alami, kondisi medis tertentu, atau efek samping prosedur medis. Berikut penjelasan selengkapnya.
1. Ptosis Akibat Kondisi Alami
Dalam sebagian kasus, ptosis dapat terjadi karena proses penuaan sehingga kerap dialami oleh orang lanjut usia (lansia). Seiring bertambahnya usia, otot levator palpebra superior yang berfungsi untuk mengendalikan gerakan kelopak mata akan meregang dan melemah sehingga menyebabkan kelopak mata menurun.
Selain itu, ptosis juga bisa muncul akibat kelainan kongenital yang bisa dialami sejak bayi baru lahir. Belum diketahui secara pasti apa penyebab bayi mengalami ptosis bawaan. Namun, kondisi ini diduga terjadi akibat kelainan perkembangan otot levator palpebra superior selama di dalam kandungan.
2. Ptosis Akibat Kondisi Medis Tertentu
Ptosis juga bisa menjadi salah satu indikasi dari kondisi medis tertentu, terutama jika terjadi pada kedua kelopak mata. Adapun sejumlah kondisi medis yang dapat menyebabkan seseorang mengalami ptosis adalah sebagai berikut.
-
Cedera atau trauma pada mata.
-
Distrofi otot.
-
Kelainan pada otak, seperti aneurisma otak, stroke, atau tumor otak.
-
Sindrom Horner.
-
Infeksi atau tumor di sekitar kelopak mata atau rongga mata.
3. Ptosis Akibat Efek Samping Prosedur Medis
Meski jarang terjadi, ptosis juga bisa muncul akibat efek samping dari prosedur medis tertentu, seperti, operasi katarak, suntik botox di sekitar mata, atau Laser-Assisted In Situ Keratomileusis (LASIK), yaitu prosedur medis untuk mengurangi mata minus
Gejala Ptosis
Gejala utama ptosis adalah turunnya salah satu atau kedua kelopak mata yang menutup sebagian atau bahkan seluruh pupil sehingga turut mengganggu penglihatan. Selain itu, sejumlah gejala umum dari ptosis adalah sebagai berikut.
-
Lipatan pada kelopak mata atas terlihat tidak simetris.
-
Memiliki kebiasaan mengangkat dagu atau menaikkan alis agar dapat melihat dengan jelas.
-
Nyeri leher atau sakit kepala akibat terlalu sering mengangkat dagu.
-
Kelainan pergerakan bola mata.
Komplikasi Ptosis
Ptosis adalah kondisi yang perlu ditangani dengan tepat untuk menghindari risiko berbagai komplikasi, seperti:
-
Kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti membaca, berkendara, bekerja, dan lain sebagainya.
-
Menurunkan rasa percaya diri.
-
Nyeri kepala frontalis.
Diagnosis Ptosis
Dalam menegakkan diagnosis ptosis, terdapat sejumlah prosedur pemeriksaan yang umum dilakukan dokter, di antaranya sebagai berikut.
-
Anamnesis atau wawancara medis dengan pasien untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien.
-
Pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi kelopak mata dan fungsi penglihatan.
-
Pemeriksaan penunjang, berupa pemeriksaan slit-lamp, tes tensilon, tes lapang pandang, hingga prosedur pencitraan, seperti CT scan dan MRI otak untuk mencari tahu penyebab yang mendasari terjadinya ptosis.
Pengobatan Ptosis
Jika tidak membahayakan kesehatan dan tidak mengganggu penglihatan, ptosis biasanya tidak memerlukan prosedur pengobatan tertentu. Namun, jika telah memengaruhi kemampuan penglihatan, dokter dapat menyarankan pasien untuk menjalani sejumlah prosedur pengobatan, seperti:
A. Prosedur Operasi
Terdapat sejumlah metode pembedahan yang dapat dilakukan untuk menangani ptosis, di antaranya adalah frontalis sling, levator advancement, muller muscle conjunctival resection, fasanella servat ptosis procedure, dan fullthicness resection.
-
Frontalis sling: Prosedur pembedahan yang dilakukan dengan cara mengikat kelopak mata atas ke otot frontalis menggunakan bahan sintetis.
-
Levator advancement: Prosedur medis untuk memendekkan otot levator palpebra.
-
Muller muscle conjunctival resection: Tindakan pembedahan untuk memendekkan beberapa bagian mata, seperti konjungtiva dan otot Muller.
-
Fasanella servat ptosis procedure: Prosedur medis untuk memendekkan konjungtiva, tarsus, dan otot Muller.
-
Full thickness resection: Tindakan pembedahan untuk memendekkan kelopak mata.
B. Penggunaan Kacamata
Dokter dapat merekomendasikan penggunaan kacamata khusus untuk pasien yang tidak dapat atau tidak ingin menjalani prosedur operasi. Penggunaan kacamata khusus ini dapat membantu menahan kelopak mata agar tidak turun dan menutupi pupil mata sepenuhnya.
Pencegahan Ptosis
Ptosis adalah kondisi yang tidak dapat dicegah, terutama jika bersifat bawaan atau kongenital. Namun, terdapat sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya ptosis yang bersifat acquired, di antaranya sebagai berikut.
-
Membatasi penggunaan lensa kontak dalam jangka waktu lama.
-
Menghindari kebiasaan menggosok mata secara berlebihan yang dapat memengaruhi kerja otot levator palpebra superior.
-
Menjalani pengobatan secara rutin untuk menangani penyakit yang dapat memicu terjadinya ptosis.
Jika Anda mengeluhkan gejala tidak biasa terkait kondisi mata, sebaiknya segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dari dokter spesialis oftalmologi kami. Siloam Hospitals memiliki tim dokter berpengalaman dan fasilitas medis berteknologi canggih sehingga dapat mendiagnosis serta memberikan penanganan yang tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh Anda.
Untuk mengakses layanan kesehatan lebih cepat, Anda dapat membuat janji temu dengan dokter melalui fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam. Selain itu, aplikasi MySiloam juga dapat dimanfaatkan sebagai asisten virtual yang memungkinkan Anda untuk memesan paket kesehatan, cek hasil pemeriksaan, hingga konsultasi dengan dokter secara virtual. Unduh MySiloam sekarang dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini







