Malnutrisi pada Lansia: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Pola Hidup Sehat

Malnutrisi pada Lansia: Penyebab dan Cara Mengatasinya

16 September 2025 6 menit waktu baca
(rework) malnutrisi pada lansia

Malnutrisi pada lansia adalah kondisi di mana orang lanjut usia mengalami kekurangan gizi atau ketidakseimbangan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti perubahan fisiologis yang terkait dengan perubahan psikologis, pola makan, kondisi gigi, hingga faktor ekonomi.

 

Kondisi ini tergolong cukup serius karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada lansia, sehingga perlu mendapatkan penanganan dengan segera. Mari pahami lebih lanjut tentang penyebab dan cara mengatasi malnutrisi pada lansia di sini.

 

Apa itu Malnutrisi?

 

Malnutrisi adalah kondisi yang umum dialami oleh lansia. Kondisi ini terjadi ketika kebutuhan gizi lansia tidak terpenuhi dengan tepat karena asupan makanan yang tidak sesuai dan perubahan fisik akibat penuaan yang membuat lansia lebih sulit menyerap nutrisi dari makanan. 

 

Sebetulnya, malnutrisi bisa saja mengacu pada asupan gizi yang melebihi angka kecukupan gizi (AKG) harian, namun hal ini jarang terjadi. Malnutrisi yang terjadi pada lansia bisa berupa malnutrisi ringan, sedang, atau berat. 

 

Pada penderita malnutrisi ringan, biasanya penderita cukup ditangani dengan perawatan di rumah. Sementara itu, pada kasus yang lebih berat atau parah, perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan.

 

Penyebab Malnutrisi pada Lansia

 

Malnutrisi pada lansia tidak hanya bisa disebabkan oleh pola makan atau jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga karena beberapa faktor lain, seperti:

 

1. Perubahan Pola Makan

 

Pada umumnya, lansia memiliki beberapa pantangan makanan, misalnya tidak dianjurkan untuk mengonsumsi gula, garam, atau makanan berlemak. Di mana tujuan pantangan tersebut adalah untuk mencegah atau meredakan beberapa gejala penyakit seperti diabetes, hipertensi, gangguan jantung, dan lain-lain. 

 

Tetapi, pantangan tersebut juga berisiko menyebabkan lansia mengonsumsi makanan yang nilai nutrisinya kurang. Oleh karena itu, para lansia dianjurkan untuk secara rutin mengonsultasikan kesehatannya agar tetap terjaga asupan gizinya.

 

2. Kondisi Gigi

 

Permasalahan rongga mulut adalah hal yang umum terjadi pada seorang lansia, mulai dari gigi berlubang, gigi lepas, dan lainnya. Kondisi tersebut mengakibatkan mereka kesulitan dalam mengunyah makanan, sehingga nafsu makan berkurang. Akibatnya, asupan nutrisi yang seharusnya didapatkan dari makanan menjadi tidak optimal.

 

3. Kemampuan Menikmati Rasa Berkurang

 

Malnutrisi pada lansia bisa juga disebabkan oleh berkurangnya kemampuan atau sensitivitas indera pengecap dan penghirup untuk menikmati rasa dan aroma. Lagi-lagi, hal ini akan berpengaruh pada penurunan nafsu makan. Penurunan kemampuan ini dapat terjadi karena pengaruh dari beberapa penyakit atau obat yang dikonsumsi.

 

4. Depresi

 

Malnutrisi tidak hanya bisa terjadi karena kesehatan fisik, tetapi juga mental. Kondisi kesehatan yang menurun, rasa kesepian, hingga kecenderungan sulit bergerak tak jarang memicu depresi pada lansia. Ketika mengalami depresi, nafsu makan menurun bahkan hilang. Inilah yang menyebabkan lansia pada akhirnya mengalami malnutrisi.

 

5. Faktor Ekonomi

 

Kondisi ekonomi kerap dapat menyebabkan lansia kesulitan membeli bahan makanan yang layak, sehingga kebutuhan gizinya tidak terpenuhi. Karena keterbatasan fisik di usia lanjut, banyak lansia yang sudah tidak bisa bekerja, bahkan tidak memiliki dukungan finansial.

 

6. Menurunnya Aktivitas Fisik

 

Menurunnya aktivitas fisik pada lansia menyebabkan lansia mengalami kesulitan dalam mendapatkan dan mengolah bahan makanan tanpa bantuan. Alasan ini pada akhirnya berkontribusi pada menurunnya asupan gizi pada lansia. 

 

Gejala Malnutrisi pada Lansia

 

Gejala malnutrisi pada lansia yang cukup umum adalah penurunan berat badan atau memiliki berat badan berlebih. Apabila malnutrisi mengacu pada kurangnya asupan gizi, biasanya lansia akan mengalami penurunan berat badan sebanyak 5–10 kg dalam waktu 3–6 bulan. 

 

Sementara itu, bila malnutrisi mengacu pada kelebihan asupan gizi, maka berat badannya akan berlebihan. Adapun beberapa gejala lain yang menunjukkan malnutrisi pada lansia adalah sebagai berikut:

 

  • Penurunan nafsu makan dan minum.

  • Mudah kedinginan.

  • Suasana hati menjadi buruk dan depresi.

  • Proses penyembuhan luka lebih lama.

  • Merasa lelah terus-menerus.

  • Sering sakit dan memerlukan waktu lama untuk pulih.

 

Diagnosis Malnutrisi

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh kepada lansia terlebih dahulu. Biasanya, dokter juga bertanya mengenai perubahan perilaku dan pola makan kepada keluarga atau pendampingnya. 

 

Selanjutnya, dokter akan mengamati riwayat kesehatan dan meminta pasien lansia untuk menjalani beberapa pemeriksaan, salah satunya tes darah untuk mendeteksi kadar nutrisi dalam tubuh.

 

Komplikasi yang Bisa Terjadi

 

Apabila kondisi malnutrisi pada lansia tidak segera ditangani, maka beberapa komplikasi yang bisa terjadi adalah sebagai berikut:

 

1. Anemia

 

Salah satu penyakit yang bisa terjadi pada lansia akibat malnutrisi adalah anemia. Jenis anemia yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi yaitu anemia defisiensi besi serta anemia defisiensi vitamin B12 dan asam folat (B9).

 

2. Hipoalbuminemia

 

Malnutrisi juga dapat memicu penurunan kadar albumin dalam darah (hipoalbuminemia), di mana kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan berbagai jaringan tubuh.

 

3. Penurunan Fungsi Otak

 

Pada dasarnya, penuaan dapat membuat fungsi tubuh mengalami penurunan secara alami, termasuk otak. Namun, risiko ini diketahui dapat meningkat apabila terjadi kondisi malnutrisi pada lansia.

 

Pasalnya, otak memerlukan nutrisi yang cukup agar bisa berfungsi dengan baik. Apabila kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi, maka otak bisa berisiko mengalami gangguan fungsi otak dalam mengingat dan berpikir (demensia).

 

3. Kekuatan Otot Berkurang

 

Malnutrisi pada lansia juga dapat menyebabkan kekuatan otot berkurang secara signifikan. Pasalnya, otot memerlukan asupan nutrisi yang cukup, seperti protein untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Melemahnya otot tubuh tentu akan membahayakan lansia, karena dapat menyebabkan lansia mudah terjatuh.

 

4. Rentan Terserang Penyakit Kronik dan Infeksi 

 

Perlu diketahui bahwa usia yang semakin menua akan menyebabkan fungsi organ tubuh menurun. Apabila tidak diiringi dengan asupan nutrisi yang cukup, organ tersebut akan rentan mengalami gangguan dan berujung pada beberapa masalah kesehatan serius, seperti gagal ginjal, stroke, penyakit jantung, hingga kanker. 

 

Selain itu, malnutrisi pada lansia juga dapat meningkatkan risiko untuk  terkena dari serangan infeksi bakteri, virus, hingga jamur. Oleh karena itu, penting untuk memastikan lansia kesayangan Anda tidak mengalami malnutrisi..

 

Cara Mengatasi Malnutrisi pada Lansia

 

Pengobatan malnutrisi pada lansia tergantung dari kondisi dan gejalanya. Namun, pengobatan malnutrisi pada lansia yang umum dilakukan adalah:

 

  • Mengatasi masalah yang menjadi penyebab malnutrisi.

  • Menerapkan pola makan sehat dan berkonsultasi dengan dokter mengenai kebutuhan gizi yang dibutuhkan setiap harinya.

  • Dukungan keluarga untuk melakukan perawatan di rumah.

 

Cara Mencegah Malnutrisi pada Lansia

 

Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah malnutrisi pada lansia adalah sebagai berikut:

 

  • Memberikan makanan bergizi tinggi.

  • Memberikan camilan sehat di tengah-tengah waktu makan, misalnya buah dan jus.

  • Menyediakan suplemen nutrisi tambahan, namun pastikan sudah sesuai dengan anjuran dokter.

  • Olahraga ringan, misalnya jalan kaki di pagi hari.

  • Meningkatkan aktivitas bersosialisasi pada lansia, seperti bertemu dengan teman-teman.

 

Perlu diketahui bahwa orang berusia lanjut lebih rentan untuk terkena penyakit karena imun tubuhnya cenderung menurun. Karena itu, kebutuhan nutrisi lansia perlu dicukupi agar sistem imunnya tetap kuat dan terhindar dari penyakit.

 

Untuk itu, Anda dapat menggunakan Paket Nutrition-Healthy Meal Plus dari Siloam Hospitals. Paket ini bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan. Bahkan, sudah dilengkapi dengan sesi konsultasi gratis bersama ahli gizi kami.


Apabila ada lansia di sekitar Anda mengalami kesulitan makan, segera mengunjungi Siloam Hospital terdekat untuk mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan dengan berkonsultasi langsung dengan dokter yang akan memeriksa kondisi Anda secara langsung dan memberikan tindakan yang tepat kepada Anda. 

 

Anda juga dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.

 

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan secara mudah dan cepat. Segera miliki aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail