Mengenal Apa itu Anosmia, Penyebab, Gejala & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Apa itu Anosmia, Penyebab, Gejala & Pengobatannya

18 November 2025 4 menit waktu baca
anosmia adalah

Anosmia adalah gangguan pada indra penciuman yang cukup mengganggu. Pasalnya, indra penciuman merupakan salah satu indra utama yang sangat penting dimiliki manusia. 

 

Ketika indra penciuman tidak berfungsi sebagaimana mestinya, tentu saja hal tersebut dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari seperti saat kita mengalami anosmia.

 

Lantas, apa itu anosmia sebenarnya? Seperti apa gejala anosmia yang kerap terjadi? Yuk baca informasinya di bawah ini!

 

Apa itu Anosmia?

 

Anosmia adalah kondisi di mana indra pencium tidak mampu mencium atau mengenali bau.

 

Kehilangan indra penciuman atau anosmia bisa menyebabkan banyak dampak buruk bagi kesehatan, mulai dari kehilangan nafsu makan hingga dapat berpotensi menyebabkan depresi.

 

Dalam banyak kasus, anosmia adalah kondisi yang bersifat sementara dan akan menghilang dengan sendirinya saat penyakit penyebabnya sembuh. 

 

Namun dalam beberapa kasus, khususnya yang disebabkan karena penyakit kronis, kondisi hilang indra penciuman ini bisa terjadi dalam waktu yang sangat lama.

 

Penyebab Anosmia

 

Secara sederhana, proses penciuman dimulai dari hidung yang akan mencium aroma tertentu, yang kemudian diproses oleh sel saraf pembau (sel olfaktori). 

 

Dari sini, aroma tersebut akan diteruskan menuju otak untuk diidentifikasi dan kita pun akan langsung mengenali aroma tersebut.

 

Bagi mereka yang mengalami anosmia, proses tersebut tidak berjalan lancar atau bahkan terhambat oleh kondisi tertentu.

 

Dalam kebanyakan kasus, aroma tersebut gagal direspons oleh sel-sel saraf pembau yang menyebabkan otak tidak bisa mengidentifikasi aroma tersebut.

 

Beberapa faktor dan penyebab anosmia adalah:

 

  • Flu
  • Pilek
  • Sinusitis
  • Rhinitis alergi
  • Rhinitis non alergi
  • Kebiasaan merokok

 

Selain kebiasaan yang disebabkan oleh peradangan, penyebab anosmia juga bisa dikarenakan oleh penyumbatan di rongga hidung yang terkait dengan:

 

  • Tumor
  • Polip hidung
  • Kelainan tulang hidung

 

Dalam kasus yang lebih parah, anosmia adalah kondisi yang bisa terjadi akibat kerusakan pada sistem saraf dan otak, baik yang bersifat sementara maupun permanen. Kondisi ini umumnya terkait dengan:

 

  • Diabetes
  • Bedah otak
  • Tumor otak
  • Cedera kepala
  • Proses penuaan
  • Aneurisma otak
  • Sindrom Kallmann
  • Sindrom Klinefelter
  • Penyakit Alzheimer
  • Penyakit Parkinson
  • Penyakit Huntington
  • Kekurangan nutrisi, seperti zinc
  • Efek samping obat-obatan
  • Sindrom Wernicke-Korsakoff
  • Paparan racun atau insektisida
  • Radioterapi di kepala dan leher 

 

Selain itu, anosmia yang berkaitan dengan kerusakan di sistem saraf dan otak bisa juga disebabkan oleh penyakit paget, sindrom sjogren, multiple sclerosis, skizofrenia, hingga infeksi virus corona atau COVID-19. Khusus untuk COVID-19, kondisi ini umumnya hanya bersifat sementara.

 

Gejala Anosmia

 

Anosmia adalah kondisi yang membuat penderitanya tidak mampu atau tidak peka terhadap aroma tertentu. 

 

Dalam kondisi yang lebih parah, Anda mungkin tidak akan mampu lagi mencium aroma yang sangat kuat, seperti parfum, bau kotoran, bau gas, dan lainnya.

 

Jika Anda mengalami kondisi ini dan tidak sedang mengalami flu atau pilek, sebaiknya segera hubungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan. 

 

Terlebih jika Anda mengalami gejala penyerta seperti kepala pusing, bicara tidak jelas, kehilangan indra perasa, dan tubuh terasa lemas.

 

Dokter biasanya akan memberikan beberapa pertanyaan terkait gejala anosmia tersebut dan riwayat kesehatan Anda.

 

Tidak hanya itu, dokter kemungkinan akan bertanya terkait bau apa saja yang tidak bisa dicium dan gejala penyerta, seperti gangguan indra perasa atau pengecap, gangguan pernapasan, dan lainnya.

 

Dokter juga dapat merekomendasikan untuk melakukan beberapa pemeriksaan pendukung, di antaranya:

 

  • CT Scan, pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi gangguan tumor, sinus, patah tulang hidung. dan kondisi lainnya.
  • MRI, bertujuan untuk melihat penyakit yang terkait dengan fungsi otak. Pemeriksaan ini umumnya akan dilakukan jika Anda tidak mengalami gangguan pada sinus dan hidung.
  • Pemeriksaan terkait COVID-19, mulai dari rapid test sebagai deteksi dini, dan (jika reaktif rapid test), pemeriksaan dilanjutkan ke RT-PCR.

 

Selama masa pandemi virus corona, kemungkinan besar rapid test dan RT-PCR akan lebih didahulukan ketimbang pemeriksaan lainnya.

 

Cara Mengobati Anosmia 

 

Upaya pengobatan anosmia akan sepenuhnya difokuskan kepada penyakit yang jadi penyebab utamanya.

 

Jika terkait dengan infeksi bakteri, cara mengobati anosmia biasanya meliputi pemberian obat-obatan oleh dokter yang berhubungan dengan infeksi, peningkatan sistem kekebalan tubuh, dan lainnya.

 

Jika disebabkan alergi, anosmia bisa sembuh sendiri sehingga dokter hanya akan menyarankan Anda untuk menjauhi penyebab munculnya alergi tersebut.

 

Berdasarkan penyebabnya, terdapat beberapa metode pengobatan anosmia, antara lain:

 

  • Anosmia yang disebabkan oleh kelainan tulang hidung, polip hidung, atau tumor hidung, kemungkinan akan dilakukan prosedur pembedahan.
  • Anosmia yang berkaitan dengan efek samping konsumsi obat-obatan, solusinya adalah dengan menghentikan atau mengganti obat-obatan tersebut.
  • Anosmia yang disebabkan karena hidung tersumbat, dokter akan memberikan dekongestan. Umumnya masalah hidung tersumbat ini terkait dengan penyakit flu dan pilek.

 

Sebagai catatan, beberapa orang mengalami anosmia karena kelainan sejak lahir. Kondisi ini umumnya sulit untuk disembuhkan dan bersifat permanen.

 

Untuk upaya pencegahannya, fokus Anda hanya perlu melakukan pencegahan terhadap penyebab utamanya.

 

Misalnya untuk infeksi bakteri dan virus, anosmia bisa dicegah dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, istirahat yang cukup, dan konsumsi makanan sehat.

 

Selain itu, penting juga untuk menjauhi rokok, konsumsi minuman beralkohol, dan kelola stres dengan baik. Hal-hal tersebut berisiko tinggi menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh, yang berujung kepada peningkatan risiko anosmia.

 

Akhir kata, segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila Anda merasakan gejala anosmia. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter-dokter Siloam Hospital terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis secara tepat.

 

Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 5

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail