Kesehatan Tubuh
Waspadai Adenoiditis, Infeksi pada Saluran Hidung

Table of Contents
Adenoiditis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan adenoid. Jaringan adenoid berada pada tenggorokan, tepatnya di belakang hidung, dan pada ketinggian langit-langit lunak mulut. Lantas, apa yang terjadi ketika seseorang mengalami adenoiditis? Mari simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Adenoiditis?
Adenoiditis adalah peradangan pada jaringan adenoid yang umumnya disebabkan oleh infeksi, iritasi akibat asam lambung, dan alergi. Adenoid atau disebut juga tonsil faringeal merupakan jaringan limfoid yang berada di bagian belakang saluran hidung, tepatnya berada di ketinggian langit-langit lunak mulut, dan di persimpangan hidung dan tenggorokan (nasofaring).
Adenoid, bersama dengan tonsil palatina, tonsil lingual, dan tonsil tubal membentuk cincin Waldeyer yang berperan penting sebagai sistem kekebalan tubuh manusia, terutama dalam melawan infeksi.
Adenoid bersama dengan tonsil lainnya menangkap kuman atau patogen yang masuk bersama makanan, minuman, atau udara saat bernapas ke dalam saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Mereka bertugas menciptakan sel-sel kekebalan tubuh, menyimpan sel darah putih, dan membunuh kuman/patogen.
Adenoid sudah ada saat lahir dan membesar selama masa kanak-kanak hingga mencapai puncaknya pada usia 7 tahun. Namun, seiring bertambahnya usia, peran adenoid sebagai sistem kekebalan tubuh menjadi kurang penting karena tubuh telah mampu melawan infeksi dengan cara lain.
Oleh karena itu, sebagian besar individu mengalami penurunan ukuran adenoid selama masa pubertas dan mungkin hampir menghilang saat dewasa. Dikarenakan alasan ini, adenoiditis umumnya terjadi pada masa kanak-kanak dan remaja.
Penyebab Adenoiditis
Adenoiditis umumnya disebabkan oleh infeksi kuman, paling sering adalah virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas. Adapun virus yang paling sering menyebabkan adenoiditis adalah adenovirus dan rhinovirus. Infeksi bakteri juga dapat menyebabkan adenoiditis. Adapun jenis bakteri yang sering menyebabkan adenoiditis adalah haemophilus influenza, streptococcus pneumoniae, streptococcus pyogenes, dan staphylococcus aureus. Sementara itu, adenoiditis kronis dapat disebabkan oleh kombinasi dari infeksi virus, jamur, dan bakteri.
Selain infeksi, faktor lain yang dapat memicu terjadinya adenoiditis adalah alergi dan iritasi akibat asam lambung. Seseorang yang menghirup alergen (pemicu alergi) melalui hidung dapat mengalami peradangan pada jaringan adenoid akibat respons terhadap alergen dan memproduksi IgA (antibodi yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh). Di sisi lain, penyakit asam lambung naik yang kronis (GERD) atau gangguan lainnya juga sering kali menyebabkan adenoiditis, utamanya pada anak kecil dan bayi.
Dalam beberapa kasus, adenoiditis juga tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan terjadi akibat permasalahan medis lainnya seperti tonsilitis (pembengkakan dan peradangan tonsil/amandel), rhinosinusitis (peradangan pada mukosa/selaput lendir hidung dan sinus), tumor hidung atau sinus, HIV/AIDS, dan limfoma.
Seseorang juga akan semakin rentan terkena adenoiditis apabila memiliki faktor-faktor risiko, seperti:
-
Kebiasaan merokok atau sering terpapar asap rokok.
-
Paparan polusi udara.
-
Memiliki riwayat alergi atau asma.
Gejala Adenoiditis
Pembengkakan atau pembesaran adenoid merupakan gejala utama dari adenoiditis. Adenoid yang membengkak ini dapat menghambat atau menyumbat saluran udara yang dapat menimbulkan gejala kesulitan bernapas melalui hidung. Selain itu, sejumlah gejala adenoiditis lainnya yang perlu diperhatikan adalah:
-
Tenggorokan kering atau sakit karena bernapas melalui mulut.
-
Lebih cenderung merasa nyaman saat bernapas melalui mulut daripada hidung.
-
Berbicara terdengar sengau.
-
Hidung meler (rhinorrhea) yang mengeluarkan lendir berwarna hijau atau berwarna lainnya.
-
Bau mulut.
-
Mendengkur atau sleep apnea.
-
Demam.
-
Sakit telinga dan masalah telinga lainnya.
Diagnosis Adenoiditis
Untuk menegakkan diagnosis adenoiditis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu untuk mengetahui tentang riwayat medis serta gejala yang diderita pasien. Setelahnya, dokter akan menjalankan sejumlah pemeriksaan sebagai berikut:
-
Pemeriksaan fisik, utamanya pada area leher, mulut, tenggorokan, hidung, dan telinga.
-
Melakukan pemeriksaan laringoskopi indirek, yaitu memeriksa bagian dalam tenggorokan menggunakan cermin kecil yang dimasukkan ke dalam tenggorokan.
-
Melakukan pemeriksaan swab tenggorok untuk mendapatkan sampel dari tenggorokan. Ini dilakukan untuk mengidentifikasi bakteri dan organisme lain yang mungkin menyebabkan adenoiditis.
-
Melakukan prosedur nasofaringoskopi untuk melihat bagian belakang hidung dan tenggorokan menggunakan tabung fleksibel dengan kamera dan lampu di ujungnya.
-
Tes darah untuk mengetahui apakah terdapat tanda peradangan atau infeksi.
-
Melakukan tes pencitraan, seperti X-ray atau CT scan untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik dari sinus, saluran hidung, dan adenoid.
Pengobatan Adenoiditis
Pengobatan adenoiditis tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Biasanya, adenoiditis akibat batuk pilek (common cold) atau infeksi virus mungkin tidak membutuhkan penanganan karena bersifat self-limiting (bisa sembuh sendiri) dalam kurun waktu 5–7 hari. Namun, adenoiditis yang disebabkan oleh infeksi bakteri perlu diobati dengan obat antibiotik.
Sementara itu, adenoiditis yang disebabkan oleh alergi membutuhkan penanganan yang meliputi obat antihistamin dan steroid. Apabila adenoiditis disebabkan oleh penyakit asam lambung, maka pengobatannya dapat meliputi perubahan gaya hidup, diet sehat, dan konsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter.
Jika adenoiditis tidak bisa disembuhkan dengan metode pengobatan yang disebutkan di atas, maka langkah terakhir adalah adenoidektomi, yaitu prosedur pembedahan untuk mengangkat adenoid. Berikut kriteria dilakukannya adenoidektomi:
-
Kondisi tidak membaik meskipun sudah mengonsumsi obat antibiotik atau obat-obatan lainnya.
-
Infeksi terjadi secara berulang.
-
Kondisi telah menyebabkan masalah pernapasan dan menelan.
-
Kondisi terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti kanker atau tumor pada area tenggorokan dan leher.
Komplikasi Adenoiditis
Apabila adenoiditis tidak segera diobati, maka kondisi ini berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti:
-
Sinusitis: Peradangan atau pembengkakan pada sinus.
-
Obstructive sleep apnea (OSA): Gangguan tidur akibat pernapasan yang terganggu. OSA dapat menjadi kondisi yang mengancam nyawa jika tidak segera ditangan dan dapat mengganggu perkembangan kognitif, emosional, dan perilaku pada anak-anak
-
Otitis media: Infeksi telinga bagian tengah.
-
Infeksi pada area dada: Infeksi dari adenoiditis dapat menyebar ke paru-paru, bronkiolus, dan struktur lain dalam sistem pernapasan. Penderita mungkin dapat mengalami infeksi seperti pneumonia atau bronkitis.
Adenoiditis dapat ditangani sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Namun, perlu dicatat bahwa tanda atau gejala-gejala yang disebutkan di atas bisa saja mengindikasikan kondisi medis lainnya yang mempunyai tanda atau gejala serupa.
Apabila Anda atau anggota keluarga Anda menderita gejala atau tanda yang mungkin mengarah pada kecurigaan adenoiditis, maka Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis THT-BKL di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Tahapan pemeriksaan dan penanganan akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga langkah-langkahnya bisa berbeda-beda. Namun, dokter akan memastikan bahwa pemeriksaan dan penanganan yang dilakukan sesuai dengan kondisi pasien.
Jika ingin menjadwalkan konsultasi dengan dokter secara lebih mudah, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini dapat membantu Anda mengetahui jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk memanfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
National Library of Medicine. Adenoiditis. Diakses pada 2024 | MedicalNewsToday. What To Know About Adenoiditis. Diakses pada 2024 | Healthline. Adenoiditis: An Infection of Your Infection-Fighting Tissue. Diakses pada 2024 | WebMD. Adenoiditis. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Basic
Penawaran Spesial, Skrining Lite
11 Service/Item
Rp649.000
TERPOPULER
Skrining Hidup Sehat Mini
Skrining Lite
7 Service/Item
Rp449.000
TERPOPULER
Paket Hidup Sehat 1 - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
8 Service/Item
Rp1.025.000
Paket Hidup Sehat 2 - Homecare
Tes Laboratorium & Medical Check Up Homecare
6 Service/Item
Rp875.000






