Kesehatan Tubuh
Meningitis Aseptik, Ketahui Gejala dan Penanganannya

Table of Contents
Meningitis aseptik adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang yang tidak disebabkan oleh infeksi bakteri, melainkan karena adanya infeksi virus, efek samping obat, atau kondisi medis tertentu. Pemahaman mengenai penyebab, gejala, serta penanganan yang tepat menjadi langkah penting dalam mencegah komplikasi dan mendukung proses pemulihan. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Meningitis Aseptik?
Secara umum, meningitis adalah kondisi ketika selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang (meninges) mengalami peradangan. Meningitis aseptik adalah peradangan pada meninges yang tidak disebabkan oleh infeksi bakteri, melainkan infeksi virus.
Gejala meningitis aseptik mirip dengan meningitis bakteri karena sama-sama melibatkan peradangan meninges, namun keluhannya lebih ringan dan umumnya tidak mengancam jiwa. Sebagian besar kasus meningitis aseptik bisa sembuh dalam waktu sekitar dua minggu.
Penyebab Meningitis Aseptik
Meningitis aseptik dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus, namun yang paling sering adalah Enterovirus. Jenis virus ini dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita, permukaan yang terkontaminasi, melalui feses, maupun percikan droplet. Selain enterovirus, jenis virus lain yang bisa menyebabkan meningitis aseptik adalah:
-
Varisela (chicken pox).
-
West Nile.
-
Influenza.
-
Campak.
-
Gondongan.
-
Virus herpes.
-
HIV.
Di luar infeksi virus, jurnal dalam Revue Neurologique menyebutkan bahwa meningitis aseptik dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti penyakit inflamasi sistemik, reaksi akibat obat, maupun penyakit keganasan. Bahkan, lebih dari setengah kasus dikategorikan sebagai “undocumented” atau tanpa penyebab yang teridentifikasi jelas.
Gejala Meningitis Aseptik
Gejala meningitis aseptik mirip dengan meningitis bakteri, namun keluhannya lebih ringan dan umumnya tidak mengancam jiwa. Gejala meningitis aseptik bisa berbeda pada orang dewasa, anak-anak, dan bayi.
Gejala meningitis aseptik pada orang dewasa:
-
Mual dan muntah.
-
Sakit kepala.
-
Kelemahan.
-
Demam.
-
Rasa tidak enak badan.
-
Mata lebih sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
-
Kaku leher.
Gejala meningitis aseptik pada anak-anak:
-
Demam.
-
Ruam.
-
Gangguan pernapasan.
-
Mudah rewel.
-
Kaku leher.
Gejala meningitis aseptik pada bayi hingga usia 3 bulan:
-
Mudah rewel.
-
Ubun-ubun menonjol.
Di samping itu, pada bayi baru lahir, terdapat beberapa faktor yang bisa menjadi pertimbangan untuk dilakukan pemeriksaan meningitis aseptik, yaitu:
-
Adanya penyakit pada ibu.
-
Kadar hemoglobin rendah (Hb <10,7 mg/dL).
-
Jumlah sel darah putih dalam serum meningkat.
Diagnosis Meningitis Aseptik
Sebelum menegakkan diagnosis meningitis aseptik, dokter akan melakukan beberapa tahapan pemeriksaan, meliputi:
-
Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik
Tahap pertama adalah anamnesis, yaitu wawancara medis mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Pemeriksaan ini mencakup:
-
Pemeriksaan tanda vital seperti tekanan darah, laju nadi, laju pernapasan, dan suhu tubuh.
-
Pencarian kemungkinan sumber infeksi.
-
Pemeriksaan neurologis untuk mengevaluasi tingkat kesadaran, fungsi motorik, sensorik, rangsang meningeal, refleks, dan lainnya.
-
Pemeriksaan Penunjang
Apabila dokter mencurigai pasien mengalami meningitis, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebabnya, apakah meningitis aseptik atau bakteri. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah:
-
Tes laboratorium darah, untuk menghitung darah lengkap dan mengevaluasi erythrocyte sedimentation rate (ESR). Selain itu, tes serologi untuk mencari antibodi (IgM dan IgG) terhadap virus penyebab meningitis aseptik, seperti Enterovirus, Adenovirus, Epstein-Barr virus (EBV), maupun virus Herpes Simpleks (HSV).
-
Pemeriksaan pencitraan, seperti USG atau CT scan. Pemeriksaan ini sering kali dilakukan sebelum prosedur pungsi lumbal, terutama jika terdapat kecurigaan peningkatan tekanan di dalam otak (intrakranial) akibat lesi atau peradangan. CT scan sangat penting untuk memastikan prosedur pungsi lumbal aman. Pada bayi atau neonatus dengan fontanel (ubun-ubun) yang masih terbuka, USG kepala sering kali lebih disukai karena lebih aman dan mudah.
-
Pungsi lumbal (spinal tap), yaitu prosedur pengambilan cairan serebrospinal dari tulang belakang. Sebagai informasi, cairan serebrospinal adalah cairan yang diproduksi otak untuk melindungi otak dan sumsum tulang belakang.
Pengobatan Meningitis Aseptik
Penanganan meningitis aseptik berfokus pada terapi suportif dan pemantauan ketat. Langkah-langkah utama yang diambil oleh dokter adalah sebagai berikut:
-
Deteksi dan penatalaksanaan awal
Dokter akan melakukan deteksi dini terhadap penyebab meningitis untuk segera memulai terapi yang tepat untuk pasien. Utamanya, dokter melakukan stabilisasi awal pasien, termasuk memberikan cairan infus selama 48 jam.
-
Penyesuaian terapi berdasarkan dugaan penyebab
Jika dokter mencurigai adanya meningitis bakteri, terutama pada anak-anak, pasien akan segera diberikan antibiotik empiris sesuai dengan patogen. Idealnya, pemeriksaan cairan serebrospinal dilakukan sebelum pemberian antibiotik. Namun, jika kondisi pasien kritis, prosedur ini dapat ditunda.
-
Pemberian isolasi droplet akan dilakukan hingga penyebab infeksi ditemukan.
-
Pemberian steroid dapat dipertimbangkan baik sebelum atau bersamaan dengan antibiotik, untuk mengurangi peradangan.
-
Diagnosis dan terapi definitif
Jika hasil pemeriksaan cairan serebrospinal lebih mengarah pada meningitis aseptik, pemberian antibiotik dapat dihentikan tergantung dari kondisi pasien. Jika penyebabnya adalah obat-obatan, obat tersebut harus segera dihentikan atau diganti.
-
Perawatan suportif mencakup pengendalian nyeri dan demam dengan antipiretik (penurun demam).
-
Pemantauan neurologis berkelanjutan akan dilakukan untuk memantau kondisi pasien. Pemeriksaan pungsi lumbal biasanya diperlukan jika kondisi pasien tidak membaik setelah 48 jam.
-
Kriteria Pemulangan Pasien
Jika diagnosis meningitis aseptik sudah ditegakkan dan kondisi pasien dinilai stabil, pasien biasanya diperbolehkan pulang. Namun, pada pasien lansia, imunokompromais, atau anak-anak dengan pleositosis mungkin perlu dirawat lebih lama untuk pemantauan lebih insentif.
Komplikasi Meningitis Aseptik
Meningitis aseptik dapat menyebabkan komplikasi seperti kejang. Pada kasus yang lebih berat, kejang dapat berkembang menjadi status epileptikus, yaitu kondisi kejang yang berlangsung lama atau berulang dan memerlukan penanganan medis darurat.
Selain itu, ensefalitis (radang otak) dapat terjadi bersamaan dengan meningitis virus sehingga menyebabkan komplikasi spesifik. Sebagai contoh, meningoensefalitis gondongan dapat menyebabkan tuli sensorineural permanen. Peradangan juga dapat menyebabkan stenosis akuaduktus yang mengakibatkan hidrosefalus.
Pencegahan Meningitis Aseptik
Protokol isolasi yang ketat, seperti tindakan pencegahan droplet dan sering mencuci tangan, sangat penting untuk mengendalikan penularan meningitis virus serta berbagai penyebab infeksi lainnya. Kebersihan tangan yang tepat sangat penting, dan tindakan isolasi harus diterapkan berdasarkan dugaan penyebab infeksi.
Vaksinasi adalah tindakan pencegahan yang krusial. Vaksin tersedia untuk beberapa penyakit yang berisiko menyebabkan meningitis aseptik, seperti polio, gondongan, campak, cacar air, dan rubella. Penting untuk memastikan bahwa vaksinasi diberikan sesuai jadwal yang dianjurkan. Selain itu, bagi seseorang yang tinggal atau berpergian ke daerah endemis virus yang ditularkan oleh serangga (Arbovirus), vaksin Arbovirus juga tersedia sebagai tindakan pencegahan.
Sebagai informasi, informasi yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi meningitis aseptik. Dengan kata lain, gejala seperti kaku leher, sakit kepala, hingga mual dan muntah, bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
StatPearls [Internet]. Aseptic Meningitis. Diakses pada 2025 | Medical News Today. What is aseptic meningitis?. Diakses pada 2025 | Revue Neurologique. Aseptic meningitis. Diakses pada 2025 | UpToDate. Aseptic meningitis in adults. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Kesehatan Otak Basic
Skrining Pria & Wanita
14 Service/Item
Rp1.500.000
Skrining Kesehatan Otak Advanced
Skrining Pria & Wanita
16 Service/Item
Rp4.100.000
Skrining Kesehatan Otak
2 Service/Item
Rp3.000.000
TERPOPULER
CRP / Penanda Infeksi Akut
Darah, Infeksi, Jantung
1 Service/Item
Rp185.400
TERPOPULER
CRP-High Sensitive / Penanda Infeksi Akut
Darah, Infeksi, Jantung
1 Service/Item
Rp341.100






