Meningitis Bakterial, Infeksi Bakteri yang Harus Diwaspadai!
Kesehatan Tubuh

Meningitis Bakterial, Infeksi Bakteri yang Harus Diwaspadai!

11 Februari 2025 3 menit waktu baca
Meningitis Bakterial

 

Meningitis bakterial adalah salah satu jenis meningitis (peradangan pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang) yang dapat membuat jaringan otak membengkak. Kondisi ini bisa mengakibatkan komplikasi kesehatan jangka panjang dan berpotensi mengancam jiwa. Untuk mengetahui cara mengobatinya, mari simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Meningitis Bakterial?

 

Meningitis bakterial adalah infeksi bakteri yang terjadi pada meninges, yaitu selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Infeksi ini biasanya menyebabkan inflamasi atau peradangan. Meningitis bakterial termasuk dalam kondisi yang mengancam jiwa karena bisa menyebabkan kematian.

 

Selaput pelindung yang terinfeksi tersebut dapat membengkak dan menekan sumsum tulang belakang atau otak. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah yang mengancam jiwa. Gejala meningitis juga terjadi secara tiba-tiba dan dapat memburuk dengan cepat. 

 

Penderita meningitis berisiko mengalami kelumpuhan, stroke, sepsis, bahkan kematian. Dengan diagnosis dini, meningitis bakterial bisa diobati dengan antibiotik dan mampu membantu penderita pulih sepenuhnya.

 

Penyebab Meningitis Bakterial

 

Sebelum ditemukannya vaksin meningitis, meningitis bakterial lebih sering terjadi pada anak-anak. Dengan pemberian vaksin, usia rata-rata pasien anak yang terinfeksi meningitis meningkat secara signifikan. Sebagai informasi, terdapat 50 macam bakteri yang menyebabkan meningitis bakterial. Namun, beberapa yang paling umum adalah:

 

  • Escherichia coli.

  • Haemophilus influenzae.

  • Listeria monocytogenes.

  • Neisseria meningitidis.

  • Group B streptococcus.

  • Streptococcus pneumoniae.

 

Bakteri yang menyebabkan meningitis bakterial sering kali ditemukan di lingkungan sekitar dan biasanya berada di hidung atau tenggorokan. Penyebaran bakteri ini terjadi melalui kontak dekat seperti bersin atau batuk. Anak kecil berusia 1 bulan hingga 2 tahun lebih rawan terkena meningitis bakterial. Adapun beberapa faktor risiko meningitis bakterial pada orang dewasa adalah:

 

  • Cedera kepala.

  • Infeksi hidung dan/atau telinga kronis.

  • Pneumonia pneumokokus.

  • Sistem imunitas tubuh yang lemah.

  • Penyalahgunaan NAPZA.

  • Penyakit sel sabit (sickle cell).

  • Infeksi darah yang meluas.

  • Pernah menjalani prosedur berikut:

    • Pengangkatan limpa.

    • Operasi otak atau tulang belakang.

  • Hidup di lingkungan yang mengharuskan kontak dekat dengan orang lain sepanjang hari, seperti asrama atau barak militer.

 

Gejala Meningitis Bakterial

 

Meningitis bakterial bisa menunjukkan gejala secara tiba-tiba, umumnya dalam kurun waktu 24 jam setelah terpapar infeksi meninges oleh bakteri. Berikut adalah beberapa gejala yang perlu diperhatikan:

 

  • Sakit kepala.

  • Demam.

  • Leher kaku sehingga tidak mampu menurunkan dagu ke dada.

  • Peka terhadap cahaya (fotofobia).

  • Gejala serupa dengan flu.

  • Kejang.

  • Defisit neurologis fokal. 

  • Kebingungan atau kondisi mental yang berubah.

  • Mudah tersinggung.

  • Sering kali mengantuk atau sulit bangun.

  • Muntah dan tidak ingin makan pada penderita bayi dan anak kecil.

  • Ubun-ubun menonjol pada bayi.

 

Gejala-gejala tersebut harus segera ditangani sehingga kondisi tidak berakibat fatal. Penderita meningitis bakterial yang pulih mungkin menderita sejumlah komplikasi kesehatan jangka panjang, seperti:

 

  • Kejang.

  • Gangguan keseimbangan, koordinasi, dan gerakan.

  • Gangguan bicara.

  • Sulit berkonsentrasi atau mengingat.

  • Kesulitan belajar.

  • Gangguan pendengaran atau penglihatan.

 

Diagnosis Meningitis Bakterial

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, penderita meningitis bakterial memerlukan penanganan secepatnya. Pada awal pemeriksaan, dokter akan menegakkan anamnesis (wawancara medis) untuk memastikan gejala pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada pasien secara menyeluruh. Selain itu, dokter juga dapat merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang seperti:

 

 

Hasil tes laboratorium akan membantu dokter memastikan penyebab dari infeksi bakteri pada meninges. Namun, jika dokter mencurigai adanya meningitis, prosedur pengobatan akan segera dimulai sekalipun hasil tes laboratorium belum keluar. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien.

 

Pengobatan Meningitis Bakterial

 

Meningitis bakterial bisa ditangani dengan antibiotik. Dokter juga bisa memberikan antibiotik dengan kortikosteroid melalui intravena (IV) untuk mengurangi peradangan sebelum hasil tes pemeriksaan diagnostik keluar. Setelah hasil tes didapatkan, dokter bisa menyesuaikan penggunaan antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri yang menyebabkan meningitis.

 

Penderita meningitis bakterial perlu mendapatkan perhatian medis segera. Akan tetapi, gejala-gejala umum, seperti sakit kepala dan demam, belum tentu mengindikasikan kondisi tersebut. Kendati demikian, penderita yang mengalami gejala-gejala di atas direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis yang tepat.

 

Dokter akan memeriksa dan menangani setiap pasien sesuai dengan kondisi medisnya. Serangkaian tes dan pengobatan pun akan juga akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga tahapan pelaksanaannya mungkin berbeda di satu lokasi dan lainnya.

 

Jika ingin berkonsultasi dengan dokter lebih mudah, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur-fitur kesehatan untuk membantu pemeriksaan kesehatan, seperti membuat janji temu dengan dokter hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fiturnya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

National Library of Medicine. Bacterial Meningitis. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Bacterial Meningitis. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail